VIRUS EBOLA

Bukan Pandemi, Ebola Jadi Darurat Kesehatan Internasional

Belum ada vaksin untuk wabah ebola kali ini. Sejumlah warga AS di Republik Demokratik Kongo diduga terpapar. Pemerintah AS mengevakuasi korban ke Jerman.

18 Mei 2026 09:28 WIB · Internasional

AP Photo/Al-hadji Kudra Maliro

Oleh Iwan Santosa

KINSHASA, SENIN — Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan wabah ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai kondisi darurat kesehatan yang menjadi perhatian internasional. Ratusan orang terinfeksi dan setidaknya 80 orang tewas.

Penetapan ebola sebagai darurat kesehatan diumumkan WHO pada Minggu (17/5/2026). ”Dengan ini menetapkan bahwa penyakit ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), tetapi tidak memenuhi kriteria keadaan darurat pandemi, sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Kesehatan Internasional (IHR),” demikian pengumuman WHO.

Sabtu lalu, delapan kasus yang dikonfirmasi laboratorium, 246 kasus yang dicurigai, dan 80 kematian yang dicurigai telah dilaporkan di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo. Laporan dan konfirmasi itu tercatat Bunia, Rwampara, dan Mongbwalu. 

”Selain itu, dua kasus yang dikonfirmasi laboratorium (termasuk satu kematian) tanpa kaitan yang jelas satu sama lain telah dilaporkan di Kampala, Uganda, dalam kurun waktu 24 jam, pada 15 Mei dan 16 Mei 2026, di antara dua individu yang bepergian dari Republik Demokratik Kongo. Kasus lain yang dilaporkan pada tanggal 16 Mei, seorang individu yang kembali dari Ituri ke Kinshasa, telah dites negatif untuk virus Bundibugyo pada pengujian konfirmasi oleh INRB, dan oleh karena itu tidak dianggap sebagai kasus yang dikonfirmasi,” demikian pernyataan WHO.

A staff member of the CBCA Virunga Hospital checks a visitor�s temperature using a a contactless infrared thermometer, before allowing her access to the hospital in Goma on May 17, 2026. A first case of Ebola virus infection has been reported in Goma, a major city in eastern Democratic Republic of Congo controlled by the M23 armed group, with the WHO declaring an international health alert on Sunday.
According to figures released Saturday by the African Union�s health agency (Africa CDC), 88 deaths likely caused by the virus have been recorded, out of 336 suspected cases. One death has been reported in neighboring Uganda. As the epicenter of the outbreak is located in a hard-to-reach area, few samples have been tested in laboratories and the figures are based largely on suspected cases. (Photo by Jospin Mwisha / AFP)

Gugus kematian komunitas yang tidak biasa dengan gejala yang sesuai dengan penyakit virus Bundibugyo (BVD) telah dilaporkan di beberapa zona kesehatan di Ituri. Sementara kasus yang dicurigai telah dilaporkan di Ituri dan Kivu Utara.

Selain itu, setidaknya empat kematian di antara petugas kesehatan telah dilaporkan dari daerah yang terkena dampak. Hal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai penularan terkait perawatan kesehatan, celah dalam langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi, dan potensi amplifikasi di dalam fasilitas kesehatan.

Pihak berwenang pertama kali mengumumkan wabah terbaru di Kongo pada Jumat dengan 65 kematian dan 246 kasus yang diduga. Pada Sabtu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika melaporkan 336 kasus yang diduga dan 13 kasus yang dikonfirmasi. Empat orang meninggal di antara kasus yang dikonfirmasi.

Direktur Jenderal CDC Afrika Jean Kaseya mengatakan, kasus pertama dilaporkan di zona kesehatan Mongbwalu, daerah pertambangan dengan lalu lintas tinggi. ”Kasus-kasus tersebut kemudian menyebar ke Rwampara dan Bunia karena pasien mencari perawatan medis sehingga memungkinkan penyebaran di tiga zona kesehatan,” katanya.

Ia telah meminta panduan teknis dan rekomendasi tentang potensi kebutuhan untuk menyatakan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menyangkut keamanan Afrika. 

Dari 87 kematian, 57 berada di zona kesehatan Mongbwalu, 27 di zona kesehatan Rwampara, dan tiga di Bunia, kota utama Ituri. Menurut WHO, saat ini terdapat ketidakpastian yang signifikan mengenai jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi dan penyebaran geografis yang terkait dengan kejadian ini. Selain itu, pemahaman tentang hubungan epidemiologis dengan kasus yang diketahui atau dicurigai masih terbatas.

”Namun, tingkat positif yang tinggi dari sampel awal yang dikumpulkan (dengan delapan kasus positif dari 13 sampel yang dikumpulkan di beberapa daerah), konfirmasi kasus di Kampala dan Kinshasa, tren peningkatan pelaporan sindromik kasus yang dicurigai dan kelompok kematian di seluruh provinsi Ituri semuanya menunjukkan potensi wabah yang jauh lebih besar daripada yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan, dengan risiko penyebaran lokal dan regional yang signifikan,” lanjut WHO.

Motorcycle taxi drivers gather as they wait for passengers at the Birere Market near the Petite Barriere in Goma on May 17, 2026. A first case of Ebola virus infection has been reported in Goma, a major city in eastern Democratic Republic of Congo controlled by the M23 armed group, with the WHO declaring an international health alert on May 17, 2026.
According to figures released Saturday by the African Union�s health agency (Africa CDC), 88 deaths likely caused by the virus have been recorded, out of 336 suspected cases. One death has been reported in neighboring Uganda. As the epicenter of the outbreak is located in a hard-to-reach area, few samples have been tested in laboratories and the figures are based largely on suspected cases. (Photo by Jospin Mwisha / AFP)

Sejumlah warga Amerika Serikat di Republik Demokratik Kongo diyakini telah terpapar. Sebagian dianggap dalam risiko tinggi. STAT News, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mencoba untuk memindahkan individu-individu tersebut keluar dari negara itu, mungkin ke pangkalan militer di Jerman.

”CDC juga mendukung mitra antarlembaga yang secara aktif mengoordinasikan penarikan aman sejumlah kecil warga Amerika yang terkena dampak langsung oleh wabah ini,” kata CDC.

Belum ada hasil tes untuk individu-individu tersebut. Namun, Pemerintah AS dilaporkan sedang berupaya mengatur pemindahan mereka dari Republik Demokratik Kongo ke lokasi di mana mereka dapat dikarantina dan dirawat dengan aman jika terinfeksi.

Tidak ada vaksin

Wabah ini luar biasa karena tidak ada obat atau vaksin khusus yang telah disetujui untuk varian virus Bundibugyo. Tidak seperti varian ebola-Zaire.

Virus yang sering kali fatal ini menyebabkan demam, nyeri tubuh, muntah, dan diare. Virus menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, bahan yang terkontaminasi, atau orang yang telah meninggal karena penyakit tersebut.

”Setiap hari, orang-orang meninggal dan ini telah berlangsung selama seminggu. Dalam satu hari, kami menguburkan dua, tiga, atau bahkan lebih banyak orang. Saat ini, kami benar-benar tidak tahu penyakit apa ini,” kata Jean Marc Asimwe, penduduk Bunia. 

(FILES) A picture taken on January 12, 2020 shows a World Health Organization (WHO) sign at its headquarters prior to a combined news conference following a two-day international conference on COVID-19 coronavirus vaccine research and a meeting to decide whether Ebola in DR Congo still constitutes health emergency of international concern in Geneva. The World Health Organization declared an international health emergency over a rare strain of Ebola that has killed dozens in the Democratic Republic of Congo, but stopped short of calling the outbreak a pandemic on May 17, 2026. "WHO...is hereby determining that the Ebola disease caused by Bundibugyo virus in the Democratic Republic of the Congo and Uganda constitutes a public health emergency of international concern (PHEIC), but does not meet the criteria of pandemic emergency," the Geneva-based global health body said in a statement. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)

Ismail Kigongo mengatakan, wabah baru ini mengingatkannya pada ayahnya, yang meninggal selama pandemi Covid-19. ”Saya benar-benar takut karena saya ingat menguburkan ayah saya tanpa melihat jenazahnya,” kata warga Kampala, Uganda, itu.

Tes menunjukkan korban di Uganda terinfeksi strain Bundibugyo dari ebola, yang pertama kali diidentifikasi pada 2007. Vaksin hanya tersedia untuk strain Zaire, yang diidentifikasi pada 1976 dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, yaitu 60-90 persen.

Infografik-Bagaimana Virus Ebola Menyerang *** Local Caption *** Infografik-AFP-Bagaimana Virus Ebola Menyerang

”Jumlah kasus dan kematian yang kita lihat dalam jangka waktu yang begitu singkat, dikombinasikan dengan penyebaran di beberapa zona kesehatan dan sekarang melintasi perbatasan, sangat mengkhawatirkan,” kata Trish Newport, Manajer Program Darurat MSF.

Ini adalah kejadian ke-17 wabah ebola di Republik Demokratik Kongo. Wabah ebola sebelumnya telah menewaskan sekitar 15.000 orang di Afrika selama 50 tahun terakhir. Hampir 2.300 orang meninggal dalam wabah paling mematikan di Republik Demokratik Kongo pada 2018 dan 2020. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan