Paraguay gagal membuat kejutan setelah 16 tahun absen di Piala Dunia. Semangat ”cakar Guarani” belum ampuh merobek gawang AS.
13 Jun 2026 15:07 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
”Kini kalian membawa bendera tiga warna kami di kulitmu, kekuatan cakar Guarani kami. Dan kalian membawa nama negara lebih tinggi. Semoga beruntung, Paraguay bersamamu.”
Disampaikan dalam bahasa Guarani, bahasa lokal, pesan itu diucapkan petugas bandara di Paraguay ketika timnas mereka hendak terbang ke Amerika Serikat untuk putaran final Piala Dunia 2026.
Melalui interkom bandara, ucapan itu dilakukan demi membangkitkan harapan bangsa agar timnas memberikan hasil terbaik. Pelatih Gustavo Alfaro mendapat ucapan terima kasih khusus atas prestasinya membawa timnas ke Amerika, seperti dikutip ABC Color, media Paraguay.
Guarani adalah bahasa asli dari wilayah Amerika Selatan. Bahasa ini juga dipakai di Argentina, Bolivia, dan Brasil selatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/685042b4461da797268e7815aa87d208-Paraguay_US_WCup_Soccer.jpg)
Selain bahasa Spanyol, Guarani mendapat tempat tersendiri di Paraguay. Bahasa Guarani tersebar luas di Paraguay dan merupakan satu-satunya bahasa asal Amerika yang dituturkan oleh mayoritas penduduk nonpribumi.
Dikutip dari El País, setiap tanggal 25 Agustus, Paraguay merayakan Hari Bahasa Guaraní. Hari ini memperingati momen ketika bahasa tersebut dimasukkan sebagai bahasa nasional dan diberikan status hukum.
Bahasa Guarani tersebar luas di Paraguay dan merupakan satu-satunya bahasa asal Amerika yang dituturkan oleh mayoritas penduduk. Sekitar 7,5 juta orang tinggal di Paraguay, dan sekitar 70 persen penduduk di atas usia 5 tahun terbiasa berbicara bahasa Guarani.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/a34214d0edbc1dd099d288abc5f3c3b6-USA_v_Paraguay__Group_D_FIFA_World_Cup_2026.jpg)
Selain menjadi bahasa percakapan sehari-hari, kebanggaan menggunakan Guarani juga kerap muncul di sepak bola. Mengutip tulisan berjudul ”La Garra Guarani (The Claw of the Guarani)” diterbitkan The Athletic, seragam timnas Paraguay pada Piala Dunia 2010 menampilkan frasa Guarani.
Tulisannya, Ñamee Koraso mbarete, yang secara harfiah berarti ’kami memiliki hati yang kuat atau pantang menyerah’. Selain itu, para pemain disebut menggunakan bahasa Guarani untuk mengecoh lawan.
Laporan media lokal menyebut legenda Paraguay, penjaga gawang Jose Luis Chilavert, juga menyarankan timnas menggunakan bahasa Guarani saat berlaga karena yakin lawan tidak akan mengerti bahasa tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/8dd8e1c4813477a01d6215939d49f6a8-USA_v_Paraguay__Group_D_FIFA_World_Cup_2026_1_.jpg)
Namun, belum diketahui apakah saran Chilavert itu dipakai atau tidak, di laga Grup D melawan AS, Paraguay kalah 1-4 dari tuan rumah.
Dalam laga tersebut, ciri khas pertahanan kuat ala ”La Albirroja” runtuh di tangan tim tuan rumah. Alih-alih bertahan, mereka kebobolan empat gol.
Keunggulan AS diraih lewat gol bunuh diri Damian Bobadilla pada menit ke-7, dua gol Folarin Balogun (31 dan 45+5), serta gol Giovanni Reyna (90+8). Paraguay hanya mampu mencetak satu gol lewat Mauricio Magalhaes (73).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/13/b47ae253b0f7c5920f64a43567d2a21d-wires_photo_4_.jpg)
Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro menggambarkan kekalahan 1-4 ini sebagai ”pelajaran yang sangat menyakitkan”. Para pemainnya kalah taktik, teknik, dan fisik dalam pertandingan Piala Dunia pertama mereka setelah 16 tahun absen itu.
”Amerika Serikat menang dengan keadilan dan kejelasan mutlak. Mereka melampaui kami secara taktik, teknik, dan fisik,” katanya.
Meskipun kebobolan empat gol, pelatih asal Argentina itu menegaskan target lolos babak kualifikasi grup masih dalam jangkauan. ”Ini belum berakhir hari ini. Selama masih ada satu menit tersisa, kami akan terus berjuang untuk lolos,” kata Alfaro.
Perjalanan Paraguay memang masih panjang. Mereka akan menghadapi Turki dan Australia. Semoga saat itu ketajaman cakar Guarani telah benar-benar terasah. (REUTERS)
Penulis:
Cornelius Helmy HerlambangEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nur Adji