Arsenal menghadirkan modernisasi bek sayap lewat sosok Riccardo Calafiori. Dari satu tubuh dan sepasang kaki Calafiori, terdapat tiga sampai empat peran berbeda.
26 Agt 2025 19:14 WIB · Olahraga
Selebrasi ”topeng” khas penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, tiba juga di Liga Inggris. Setelah tenggelam saat debut, Gyokeres membungkam banyak pengkritik hanya dalam sepekan. Momen gol pertama itu semakin istimewa karena dihasilkan lewat aksi serangan kilat yang merupakan spesialisasinya.
Gyokeres memecah jebakan off-side Leeds United. Dia melakukan sprint, mengejar bola ke area sayap. Dari sisi kiri, sang striker masuk ke kotak penalti. Dua pemain bertahan dikecoh, sebelum melakukan tembakan terukur ke tiang dekat. Jaring gawang Leeds bergetar seketika.
Aksi individu Gyokeres memang sangat apik. Namun, di balik gol itu, terdapat peran besar bek sayap Riccardo Calafiori. Dalam skuad Arsenal yang terbiasa bermain lambat, tidak banyak yang bisa menyuplai kebutuhan Gyokeres terhadap umpan-umpan langsung. Calafiori menjadi pembeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/66020c74dee4306004069de7bb1b73a0-Britain_Soccer_Premier_League_132023284.jpg)
Calafiori merupakan pemberi asis untuk gol pertama Gyokeres. Sekilas, umpan lambungnya seperti asal-asalan. Dia melakukan umpan satu sentuhan, tanpa mengontrol bola, dengan wajah yang berlawanan dengan arah umpan. Bola melaju jauh ke sisi kanan pertahanan Leeds.
Namun, semua itu sebenarnya sudah direncanakan. Calafiori yang naik ke posisi gelandang jangkar sudah memindai pergerakan Gyokeres sebelum menerima umpan. Setelah melesakkan bola, dia juga langsung berlari ke kotak penalti untuk membantu dalam situasi transisi.
Calafiori berposisi asli bek sayap kiri. Uniknya, dalam proses gol, dia berperan sebagai gelandang dan penyerang sekaligus. Calafiori mengambil posisi lebih tinggi daripada gelandang ”nomor 8” Declan Rice. Adapun pergerakan tanpa bola darinya sukses memecah fokus lawan di kotak penalti.
”Cair” dan serbaguna, kata-kata itu bisa sedikit menggambarkan peran Calafiori dalam dua laga pembuka musim ini. Pemain tim nasional Italia itu menjadi kunci dalam evolusi taktik Manajer Mikel Arteta di musim baru. Dia membuka dimensi lain serangan ”Si Meriam” dari sisi kiri.
Dia adalah pemain yang sangat sulit diprediksi oleh lawan karena dia bisa menempati berbagai ruang yang sangat berbeda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/efce6138895288a86442d0ac29255d08-Calafiori.png)
”Dia adalah pemain yang sangat sulit diprediksi oleh lawan karena dia bisa menempati berbagai ruang yang sangat berbeda. Dia bisa melakukan banyak hal di dalam dan sekitar kotak penalti sendiri, di lini tengah, dan di kotak penalti lawan. Itu sangat sulit diprediksi,” ucap Arteta dalam situs resmi klub.
Di separuh terakhir musim lalu, Arteta lebih memercayakan posisi bek sayap kiri kepada pemain remaja Myles Lewis-Skelly. Posisi asli Lewis-Skelly adalah gelandang jangkar. Dia pun ditugaskan untuk menjalankan peran inverted full-back yang selalu naik ke posisi gelandang saat penguasaan bola.
Biasanya, dalam formasi 4-3-3, Lewis-Skelly akan naik mengisi posisi Rice di lini tengah. Dia akan berduet dengan gelandang jangkar Thomas Partey untuk menjaga keseimbangan. Sementara Rice sebagai gelandang box-to-box diberikan kebebasan untuk menyerang ke kotak penalti.
Posisi bek sayap itu jauh lebih kompleks di musim ini, ketika dimainkan Calafiori. Formasi Arsenal masih sama. Bedanya, Rice lebih banyak menunggu di bawah bersama gelandang jangkar Martin Zubimendi. Calafiori yang justru diberikan kebebasan untuk mengeksploitasi sisi kiri lawan.
Menariknya, Calafiori menjalankan berbagai peran sekaligus di separuh lapangan lawan. Dia bisa menyisir sisi sayap seperti full-back murni, mampu menyerang area halfspace seperti gelandang box-to-box, dan menunggu bola di kotak penalti layaknya penyerang ”nomor 9”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/008c13513d1332b8bd83ea68c918d544-Calafiori_2.png)
Saking banyak tugas bek 23 tahun itu, sulit mengklasifikasikan perannya. Belum pernah ada peran sebebas itu. Sampai akhirnya warganet dari penggemar Arsenal bersepakat menyebut itu ”Calafiorward”, gabungan dari namanya dan forward yang menunjukkan kelebihannya di lini depan.
Kemampuannya tidak jatuh dari langit. Calafiori memulai karier di AS Roma sebagai bek sayap. Sebelum ke Arsenal, di Bologna, dia lebih banyak menjadi bek tengah. Bedanya, Calafiori sering naik ke lini tengah seperti peran hibrida yang dimainkan John Stones di Manchester City.
”Jika Anda ingin membangun serangan dan memiliki penguasaan, dia (Calafiori) adalah sosok yang brilian. Dia bisa dengan mudah menembus lini tengah lawan,” kata Pelatih FC Basel Heiko Vogel yang pernah melatih Calafiori selama satu musim (2022-2023) kepada Sky Sports.
Di Arsenal, Arteta menggabungkan semua atribut itu. Sang pelatih juga membangkitkan naluri lama anak asuhnya sebagai penyerang. Calafiori tidak menyadari kemampuan itu, sampai mencetak beberapa gol krusial pada musim lalu. Salah satunya gol indah ke gawang City.
”Ketika saya masih kecil, saya adalah penyerang dan suka mencetak banyak gol. Saya pikir kemampuan itu sudah hilang sejak bermain sebagai bek. Jujur, saya tidak terlalu baik di latihan, tetapi di pertandingan seperti berbeda. Tiba-tiba bola masuk ke gawang lawan,” ucap Calafiori, Januari 2025, seperti dikutip situs resmi Arsenal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/26/8be6815165d48b8a1caa5377466fb6af-Britain_Soccer_Premier_League_37_.jpeg)
Bakat fisik, visi bermain, dan keterampilan teknis turut mendukung kemampuan serbabisa Calafiori. Tubuhnya setinggi 188 sentimeter, jauh di atas standar bek sayap, tetapi bisa sangat lincah dalam mengolah bola. Calafiori yang berkaki kidal juga cukup baik dalam menggunakan kaki kanan.
Dengan usia masih muda dan sistem baru ala Arteta, masa depan Calafiori tampak begitu cerah di Arsenal. Peran ”Calafiorward” pasti akan terus berevolusi seiring waktu. Hanya satu hal yang dibutuhkan Calafiori saat ini, yaitu terbebas dari kutukan cedera yang terus mengintai sepanjang kariernya.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Retma Wati