California dan New York Melawan Donald Trump

Demi melindungi warganya dari kebijakan pemerintahan Trump, gubernur California dan New York ada di garis depan memelopori perlawanan.

09 Nov 2024 13:32 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia - [email protected]

SACRAMENTO, SABTU — ketika berkampanye, kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, berjanji akan bekerja sama dengan wali kota dan gubernur dari Partai Demokrat jika dirinya terpilih kembali.

Namun, hanya beberapa jam setelah perolehan suara Trump unggul, sejumlah pemimpin negara bagian yang ”biru” alias basis Demokrat bersatu melawan dia. Kantor berita AFP, Sabtu (9/11/2024), melaporkan, Gubernur California Gavin Newsom, Gubernur New York Kathy Hochul, dan Jaksa Agung Letitia James berada di garis depan memimpin perlawanan.

Newsom, yang dikenal sebagai salah satu pengkritik Trump paling keras, menjadi pelopornya. Newsom, Kamis (7/11/2024), mengadakan sesi legislatif khusus untuk menyiapkan sumber daya lebih banyak bagi pembelaan hukum negara bagian untuk secara preemptif memerangi kebijakan Republik seputar isu imigrasi, lingkungan hidup, hak LGBTQ+, dan perawatan reproduksi.

TOPSHOT - Former US President and Republican presidential candidate Donald Trump gestures at supporters after speaking as he holds hands with former US First Lady Melania Trump during an election night event at the West Palm Beach Convention Center in West Palm Beach, Florida, early on November 6, 2024. Republican former president Donald Trump closed in on a new term in the White House early November 6, 2024, just needing a handful of electoral votes to defeat Democratic Vice President Kamala Harris. (Photo by Jim WATSON / AFP)

Hochul dan James juga akan memperkuat koordinasi antarkeduanya untuk melindungi kebebasan warga New York dari segala potensi ancaman. James dikenal sebagai salah satu ”musuh” Trump yang paling agresif di masa jabatan pertamanya.

”Jika ada yang sekali-kali mencoba menyakiti warga New York atau mencabut hak-hak mereka, saya yang akan melawan Anda,” kata Hochul.

Hal senada dikatakan Gubernur Illinois JB Pritzker. ”Kalau Anda mendekati rakyat saya, Anda harus menghadapi saya terlebih dahulu,” ujarnya.

Perlawanan California dan New York ini akan menguji kekuatan negara-negara bagian Demokrat untuk memerangi deportasi massal, mempertahankan hak reproduksi, dan menanggulangi perubahan iklim.

Kemenangan telak Trump dalam pemilu presiden tahun ini terjadi setelah dia berjanji mendeportasi 11 juta imigran ilegal. Berdasarkan Konstitusi AS, negara-negara bagian memegang kekuasaan yang signifikan dan setiap tindakan seperti itu pasti akan menghadapi tuntutan hukum.

Jaksa Wilayah California Rob Bonta berjanji akan menghadapi tantangan pemerintahan Trump bersama-sama. Gubernur dan jaksa negara-negara bagian liberal lainnya, termasuk New York, Illinois, Oregon, dan Washington, pun sudah membuat pernyataan serupa.

”Kami sudah melalui Trump 1.0. Kami tahu apa yang mampu dilakukannya. Kami akan terus mengawasi tindakan yang melampaui batas dan melawan penyalahgunaan kekuasaan,” kata Bonta.

Inspektur Polisi Negara Bagian New York, Kevin Bruen (kiri) memegang senjata api saat mendampingi Gubernur New York Kathy Hochul menandatangani perintah eksekutif yang meminta polisi negara bagian untuk mencari perintah pengadilan untuk menjauhkan senjata dari orang-orang yang mungkin menimbulkan ancaman bagi diri mereka sendiri atau orang lain di bawah paket perintah eksekutif dan undang-undang pengendalian senjata, Rabu (18/5/2022). DPR AS mengesahkan undang-undang yang akan meningkatkan sumber daya federal untuk mencegah terorisme domestik seperti yang terjadi pada penembakan massal bermotif rasial di Buffalo, New York.

Manuver ini memicu kemarahan Trump yang mengungkapkannya di media sosial, Jumat (8/11/2024). Dia secara khusus menunjuk Newsom. ”Dia memakai istilah ’Trump-Proof’ sebagai cara untuk menghentikan semua hal HEBAT yang dapat dilakukan untuk Membuat California Hebat Lagi. Saya baru saja memenangi pemilu dengan suara bulat,” tulis Trump.

”Deja-vu”

Rencana negara bagian untuk mengganggu agendanya akan membawa perasaan deja-vu yang tidak diinginkan bagi Trump. Dulu Trump pernah mencoba mencabut kebijakan imigrasi dan layanan kesehatan Presiden Barack Obama selama masa jabatan pertamanya. Namun, berulang kali upaya itu dihalangi di pengadilan.

Selama pemerintahan Trump yang pertama, California telah mengajukan gugatan lebih dari 100 kali di berbagai bidang untuk memperlambat atau membatasi kebijakannya. Negara-negara bagian Republik menggunakan strategi itu semasa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Guru Besar Sejarah Politik di Universitas Princeton Julian Zelezer mengakui strategi itu berhasil. Negara-negara bagian, terutama negara bagian sebesar California, memiliki kekuatan untuk menolak perubahan yang akan dilakukan pemerintah.

Selain itu, Guru Besar Hukum di Universitas California Kevin Johnson menambahkan, kasusnya bisa berjalan sangat lambat. Sejumlah kasus berputar di pengadilan yang lebih rendah. Pada saat kasusnya sudah sampai di Mahkamah Agung, sudah ada presiden baru yang terpilih.

Isu imigrasi diperkirakan akan menjadi titik api dalam pertempuran antara Demokrat dan Republik. Negara-negara bagian pendukung Republik atau ”merah” mungkin akan bekerja sama dengan pemerintahan Trump dalam mengidentifikasi dan menahan orang-orang yang tidak berdokumen.

Pengunjuk rasa memprotes kebijakan imigrasi Amerika Serikat, Senin (18/6/2018), di Los Angeles, AS. Kebijakan terbaru membuat anak-anak imigran ilegal ditahan terpisah dari orangtuanya

Pada saat ini, negara-negara bagian Demokrat akan melawan dan menolak. Selama masa jabatan Trump yang pertama, California adalah negara bagian pertama yang mendeklarasikan dirinya sebagai ”negara suaka”. Wilayah itu melarang penegak hukum setempat bekerja sama dengan agen federal untuk menangkap imigran ilegal.

Hanya, Trump dapat menahan dana federal untuk negara bagian tertentu sebagai cara menekan. Trump sudah mengajukan langkah-langkah yang lebih radikal, termasuk memperluas proses ”pengusiran cepat” untuk mendeportasi orang-orang yang tidak berdokumen tanpa sidang pengadilan. Trump bahkan akan menggunakan militer untuk menangkap tersangka imigran ilegal.

Johnson memprediksi akan ada permintaan untuk adanya putusan pendahuluan. Selama ini belum pernah terjadi Pemerintah AS mengirimkan militer ke perbatasan untuk menahan atau mendeportasi imigran. Salah satu kerugian bagi negara bagian adalah biaya finansial yang sangat besar untuk melawan Trump di jalur hukum.

Anggaran negara bagian terbatas sehingga, kata Zelezer, harus diambil dari pos yang lain. Meski demikian, semangat para pemimpin California dalam melawan Trump tak akan surut. ”Dalam beberapa hari, bulan, dan tahun mendatang, semua mata akan melihat ke California,” kata Bonta.

Tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Selama ini pemerintahan Obama, Trump, dan Biden berhasil digugat. Ketika seorang presiden melampaui kewenangannya dan merugikan rakyat AS, mereka bisa dimintai pertanggungjawaban.

Proses hukum

Meski sudah terpilih sebagai presiden, Trump masih harus menghadapi proses hukum. Hukuman penjara memang tidak mungkin dijatuhkan, tetapi hakim masih dapat mempertimbangkan untuk menjatuhkan denda kepada Trump selama ia tetap menjadi warga negara biasa.

Hal itu dikatakan analis hukum yang pernah menjadi jaksa AS untuk Distrik Timur Michigan, Barbara McQuade, seperti yang dikutip majalah Newsweek, 8 November 2024. Trump masih harus menjalani proses hukum terkait dengan kasus uang tutup mulut di New York.

Pada Mei lalu, Trump dihukum atas 34 tuduhan memalsukan catatan bisnis untuk menyembunyikan pembayaran uang tutup mulut kepada aktris film dewasa, Stormy Daniels (nama asli Stephanie Clifford).

infografik Perjalanan Kasus Donald J Trump

Tanggal vonisnya ditetapkan pada 26 November 2024. Setelah kemenangan Trump, Departemen Kehakiman dilaporkan ”menghentikan” kasus pidana federal terhadap Trump guna menegakkan kebijakannya untuk tidak menuntut presiden yang sedang menjabat. Setelah menang, Trump tidak mungkin dijatuhi hukuman penjara.

Satu-satunya pilihan hanya denda. Bisa juga hukumannya ditunda hingga 2029. Jumlah dendanya belum bisa diketahui. Menurut pengungkapan keuangan Trump, Agustus lalu, dia sudah berutang lebih dari 100 juta dollar AS dalam bentuk denda dari kasus-kasus lain di New York. Kasus itu berkaitan dengan penipuan bisnis dan pencemaran nama baik penulis E Jean Carroll. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .