Kejatuhan Newcastle di Camp Nou menjadi peringatan besar bagi tim selanjutnya yang ingin menantang Barcelona. Di kandang dan fase gugur, Barca sangat menakutkan.
19 Mar 2026 07:37 WIB · Olahraga
AP PHOTO
BARCELONA, RABU — Barcelona mengingatkan, Stadion Camp Nou dan fase gugur Liga Champions Eropa merupakan kombinasi maut untuk menghancurkan tim tamu. Hampir tujuh tahun tidak terdengar di fase itu pada turnamen tersebut, keangkeran Camp Nou akhirnya kembali diakui. Giliran Newcastle United yang merasakan pengalaman traumatis itu.
Terakhir kali Barca tampil di Camp Nou dalam fase gugur Liga Champions, bintang mereka, Lamine Yamal, masih berusia 11 tahun. Momen itu terjadi pada Mei 2019 saat Barca menumbangkan wakil Inggris, Liverpool, 3-0, dalam laga semifinal pertama. Mereka tidak pernah kembali sejak itu.
Banyak hal terjadi, mulai dari pandemi Covid-19, terpeleset ke Liga Europa, hingga renovasi Camp Nou. Kerinduan itu terangkum saat Barca kembali ke rumah sendiri saat menjamu Newcastle dalam laga kedua babak 16 besar, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Dibantu gairah membara penggemar tuan rumah, Barca melumat tim tamu, 7-2.
Yamal—yang akhirnya merasakan atmosfer Camp Nou di panggung terbesar—menjadi salah satu pahlawan kemenangan Barca dengan sumbangan satu gol dan asis. Golnya dihasilkan lewat penalti pada pengujung paruh pertama. Gol itu membuat Barca kembali unggul 3-2 sekaligus meruntuhkan psikologis tim tamu yang selalu bisa bangkit dari ketinggalan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/f0c29440bd5055e38d1aa3e2c9b9651c-Spain_Champions_League_Soccer_3_.jpg)
Yamal, yang berusia 18 tahun, benar-benar menyerap energi seisi stadion ke dalam tubuhnya. Sang remaja begitu percaya diri, sampai mencalonkan namanya sendiri untuk mengambil penalti.
”Lamine berkata kepada saya, dia ingin mengambil itu. Ketika melihat kepercayaan dirinya, Anda akan percaya kepadanya,” kata eksekutor penalti utama Barca, Raphinha.
Dengan bantuan para pendukung, tim asuhan Pelatih Hansi Flick itu tidak pernah goyah menghadapi intensitas tinggi Newcastle. Keunggulan Barca, saat skor 1-0 dan 2-1, sempat dipatahkan berturut-turut oleh aksi pemain sayap Anthony Elanga yang mencetak dua gol. Namun, mereka selalu tenang untuk memulai semua dari awal lagi.
”Kami tahu laga ini akan sulit. Mereka adalah tim yang sangat mengandalkan keunggulan fisik. Kami berhasil mengatasi itu karena tampil tenang, bisa mengontrol permainan lebih baik. Dengan para penggemar yang mendukung kami seperti ini, sangat sulit bagi mereka untuk mengalahkan kami di kandang,” ujar Raphinha yang menyumbang dua gol dan dua asis.
Setelah renovasi sejak 2023, Camp Nou sebenarnya sudah bisa digunakan lagi pada akhir November 2025. Namun, belakangan ini, kapasitas penonton masih dibatasi 45.000 kursi karena renovasi yang masih berjalan. Khusus di dua laga terakhir, termasuk pada laga Kamis dini hari, kapasitas sudah diizinkan naik menjadi 62.000 kursi.
Penambahan kapasitas signifikan dan gengsi besar turnamen membuat atmosfer Camp Nou terasa semakin ”liar”. Stadion bersejarah itu pun selalu membawa tuah bagi tuan rumah. Adapun sebelum laga terakhir versus Liverpool, Barca mencatat tidak terkalahkan di kandang selama enam musim beruntun dalam kompetisi Eropa (32 laga).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/19/ddf0f4da1976984cadeddc8fad1c98fd-Spain_Champions_League_Soccer_5_.jpg)
Momentum kemenangan Barca terjadi tepat sebelum turun minum lewat penalti Yamal. Namun, kunci utama keberhasilan mereka berasal dari performa sempurna di paruh kedua. Yamal dan rekan-rekan mengacaukan sistem bertahan man to man Newcastle dengan permainan yang sangat sabar di separuh lapangan sendiri.
Ketika berhasil memancing tekanan tim tamu yang dipimpin Anthony Gordon, para pemain depan Barca melakukan rotasi pergantian posisi. Alhasil, sistem pertahanan Newcastle menjadi kacau. Kecepatan penyerang Barca, Yamal dan Raphinha, menjadi mimpi buruk untuk duet bek tengah Newcastle, Dan Burn dan Malick Thiaw, yang sering memainkan garis pertahanan cukup tinggi.
”Kami bermain terlalu langsung di paruh pertama. Mereka bagus dalam transisi dan kami tidak cukup baik. Kami bisa mengontrol laga lebih baik di paruh kedua. Saya meminta para pemain untuk lebih banyak mengontrol bola dan bermain dari bawah lebih sering. Itu berjalan dengan baik,” ujar Flick tentang instruksinya saat jeda laga.
Barca mendominasi mutlak selama paruh kedua. Mereka menambah empat gol hanya dalam waktu kurang dari setengah jam sehingga sudah unggul 7-2 pada menit ke-72. Penyerang Robert Lewandowski (dua gol) dan gelandang Marc Bernal ikut menyumbang gol. Sementara Newcastle gagal menghasilkan tembakan dari setelah turun minum hingga menit ke-80.
Barca pun melaju ke perempat final dengan keunggulan agregat 8-3. Mereka akan bertemu sesama tim Spanyol, Atletico Madrid, yang lolos dengan keunggulan agregat 7-5 atas Tottenham Hotspur. Adapun Barca dan Atletico sama-sama mengandaskan wakil Inggris dalam perjalanan menuju delapan besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/18/e7b6fd17f75523a5fa9d54be13e784a2-20260318_KID_NNN_16_Besar_Champions_mumed.jpg)
Manajer Newcastle Eddie Howe mengatakan, skor akhir itu tidak mencerminkan pertandingan seutuhnya.
”Sangat aneh untuk merangkum laga ini karena saya pikir kami sempurna di paruh pertama. Hal paling mengecewakan adalah kami tidak bertahan di level selanjutnya. Saya tidak yakin psikologis kami telah pulih setelah kemasukan jelang turun minum,” ujarnya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan