Sederet nama orang-orang terbaik Partai Republik sudah diincar untuk mengisi posisi-posisi penting. Donald Trump juga sudah punya jagoan sendiri. Siapa saja mereka?
08 Nov 2024 08:50 WIB · Internasional
Oleh Luki Aulia - [email protected]
WASHINGTON, KAMIS — Donald Trump dan para penasihat senior kampanye, teman, dan donor diam-diam sudah punya incaran orang-orang yang akan mengisi posisi-posisi penting dalam pemerintahannya. Terkait proses itu, Trump tidak terlibat dalam pembicaraan formal penyusunan kabinet. Tim transisi Trump-lah yang menyusun daftarnya untuk jadi pertimbangan Trump.
Namun, Trump sering tiba-tiba mengusulkan nama orang yang dia inginkan dan sering kali dia melihatnya saat sedang menonton kampanye-kampanye perwakilan Partai Republik di televisi.
Sejumlah media, seperti kantor berita Reuters, harian Wall Street Journal, dan CNN sudah mengeluarkan prediksi nama orang-orang yang kemungkinan akan dipilih Trump dan tim transisinya untuk posisi kepala staf Gedung Putih hingga menteri keuangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/08/6b190b4faaf9163992a7e4349cf849ca-000_36LQ4JY.jpg)
Partai Republik punya waktu sekitar 10 minggu untuk memeriksa dan menyetujui nama-nama itu sebelum hari pelantikan. Setelah itu, Senat—yang dikendalikan Republik—akan mempertimbangkannya.
Menurut CNN, Kepala Transisi Trump Howard Lutnick dan Linda McMahon sudah bertemu dengan beberapa calon potensial untuk posisi penting dalam pemerintahan.
Trump tidak ikut campur, tetapi dia hanya berpesan: dia ingin memberi penghargaan kepada mereka yang sudah setia mendukungnya selama dua tahun terakhir pencalonannya sebagai presiden. Kira-kira, siapa saja mereka?
Salah satu pilihan terpenting Trump adalah kepala staf Gedung Putih. Selama masa jabatan pertamanya, Trump telah menunjuk empat kepala staf, termasuk John Kelly, yang bulan lalu mengatakan Trump ”cocok dengan definisi umum fasis”.
Setidaknya ada tiga orang yang diusulkan sebagai kepala staf potensial untuk pemerintahan Trump yang baru. Daftar tersebut mencakup manajer kampanye pendampingnya untuk tahun 2024, Susie Wiles, yang menurut sumber yang dekat dengan Trump adalah kandidat terdepan.
Wiles tetap setia kepada Trump ketika beberapa anggota Republik mencoba menjauhkan diri darinya setelah dia meninggalkan Gedung Putih pada 2021. Wiles, ahli strategi politik Florida, dianggap berjasa menjalankan kampanye yang sukses dan efisien.
Posisi yang sangat berpengaruh ini biasanya hanya diisi orang-orang yang benar-benar dekat dengan presiden. ”Wiles membuat Trump merasa nyaman,” kata salah satu sumber yang dekat dengan Trump saat ditanya tentang Wiles.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/08/071d88656ba0e6477164c1e9f328c7a3-000_36LU4T9.jpg)
Trump juga telah berdiskusi dengan teman-teman dan sekutunya untuk memilih salah satu mantan ajudannya di Gedung Putih, Brooke Rollins, untuk posisi itu. Namun, beberapa penasihat mantan presiden tersebut secara pribadi mengkritik Rollins, sekutu menantu Trump, Jared Kushner.
Kandidat potensial lainnya adalah Russ Vought, mantan kepala anggaran Trump, mantan Ketua DPR Kevin McCarthy, kepala eksekutif miliarder Cantor Fitzgerald Lutnick, dan mantan perwakilan dagang AS Trump, Bob Lighthizer.
Untuk posisi sekretaris pers Gedung Putih, ada nama sekretaris pers sekaligus juru bicara kampanye Trump, Karoline Leavitt. Posisi ini biasanya yang paling banyak melibatkan publik di Gedung Putih. Adapun untuk penasihat Gedung Putih diusulkan Mike Davis, pejabat Republik.
Kedua isu ini akan menjadi fokus perhatian pemerintahan Trump, termasuk deportasi massal imigran gelap dan proses penuntutan terhadap musuh-musuh politiknya.
Ada sejumlah nama yang diusulkan menjadi jaksa agung, yakni Senator Mike Lee dari Utah, mantan Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe, Senator Eric Schmitt dari Missouri, mantan jaksa agung negara bagian dan Senator Tom Cotton dari Arkansas.
Ada juga nama Jaksa Agung Texas Ken Paxton dan Matt Whitaker yang menjabat sebagai pelaksana tugas setelah Trump memecat Jaksa Agung Jeff Sessions.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/11/19/ea8409bf-5975-429a-bb81-836c67c00be7_jpg.jpg)
Trump juga mengusulkan nama-nama jaksa agung negara bagian, termasuk Andrew Bailey dari Missouri dan Kris Kobach dari Kansas, yang telah mengajukan gugatan hukum yang menentang kebijakan pemerintahan Biden. Selain itu, ada pengacara konservatif Mark Paoletta dan mantan pejabat keamanan nasional Trump, Kash Patel.
Sementara untuk posisi Biro Investigasi Federal AS (FBI) ada nama Jeffrey Jensen, mantan jaksa AS yang ditunjuk Trump di St Louis. Jaksa Agung saat itu, Bill Barr, menunjuk Jensen pada 2020 untuk meninjau beberapa penuntutan yang sensitif secara politis, termasuk penuntutan Michael Flynn, mantan penasihat keamanan nasional Trump yang mengaku bersalah berbohong kepada FBI sebelum Barr memerintahkan kasus tersebut dibatalkan.
Trump telah mengisyaratkan tim keamanan nasionalnya akan ditugasi untuk menilai kembali sikap AS terhadap Ukraina dan Rusia, China, Iran, dan konflik di Timur Tengah.
Perdebatan mengenai agenda baru Trump, ”America First”, mungkin akan mengadu domba para pendukung keamanan nasional dari Republik dengan sayap partai yang menganut isolasionisme. Menteri luar negeri dan penasihat keamanan nasional akan menjadi salah satu posisi yang paling diperebutkan untuk menjadi yang terdepan dalam pergeseran tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/02/21/FILES-US-CHINA-DIPLOMACY-TELECOMMUNICATION-ESPIONAGE_87362596_1582302711_jpg.jpg)
Nama-nama yang sedang dipertimbangkan antara lain Foggy Bottom, Senator Florida Marco Rubio, dan Senator Tennessee Bill Hagerty yang menjabat sebagai duta besar Trump untuk Jepang selama masa jabatan pertamanya. Richard Grenell, seorang loyalis Trump dan mantan duta besar untuk Jerman, juga diusulkan.
Grenell adalah salah satu dari beberapa loyalis Trump yang dipandang sebagai kandidat kuat dan pernah menjabat sebagai penjabat direktur intelijen nasional Trump selama beberapa bulan pada 2020. Dia juga disarankan untuk menjadi direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA).
Senator Arkansas Tom Cotton, pensiunan jenderal Angkatan Darat dan mantan penasihat keamanan nasional Mike Pence saat jadi wapres, Keith Kellogg; dan Ratcliffe juga masuk dalam daftar untuk posisi intelijen atau keamanan nasional. Cotton juga termasuk di antara mereka yang diusulkan untuk posisi menteri pertahanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/11/23/Philippines-US_93174796_1606116200.jpg)
Untuk posisi menteri pertahanan, ada mantan pejabat Dephan, Elbridge Colby, dan Robert O’Brien yang pernah menjadi penasihat keamanan nasional Trump. Ada juga Mike Waltz, anggota DPR dan mantan pejabat Pentagon dari Florida; mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan anggota DPR, Elise Stefanik, seorang Republikan New York yang merupakan Ketua Konferensi DPR GOP.
Stefanik juga sedang dipertimbangkan untuk menjadi duta besar AS untuk PBB dan CIA. Calon lain untuk posisi dubes PBB, ada mantan juru bicara Departemen Luar Negeri, Morgan Ortagus; mantan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, dan Kelly Craft, yang menjabat sebagai duta besar PBB di akhir masa jabatan pertama Trump.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kepala Keamanan Dalam Negeri akan membantu mengawasi rencana deportasi massal Trump serta upayanya untuk menindak imigrasi ilegal. Tom Homan, yang menjabat sebagai penjabat direktur Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS selama masa jabatan pertama Trump, adalah kandidat utama.
Orang lain yang telah dibicarakan oleh sekutu Trump termasuk Chad Wolf, mantan penjabat menteri Keamanan Dalam Negeri Trump, dan Chad Mizelle, mantan penasihat umum DHS.
Untuk mempromosikan platform ekonominya yang berisi tarif umum dan pemotongan pajak, Trump akan mengandalkan sekutu lama dan loyalisnya, sembari memanfaatkan tokoh-tokoh besar Wall Street untuk melengkapi lembaga-lembaga domestiknya.
Ada beberapa nama yang diperbincangkan untuk jabatan Menteri Keuangan. Mereka termasuk pendiri Key Square Group, Scott Bessent, yang menjadi penasihat ekonomi Trump. Dia mantan orang George Soros yang menguasai gerakan ”Make America Great Again”. Dia juga investor dana lindung nilai yang mengajar di Universitas Yale.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/07/7feb24dc7f74375d20cea24b0eb999e9-000_36LN8K2.jpg)
Ada juga investor miliarder John Paulson dan Hank Paulson, mantan CEO Goldman Sachs yang memimpin Departemen Keuangan George Bush selama awal Resesi Hebat. John Paulson punya hubungan baik dengan para pejabat tinggi di Partai Komunis China.
Dia disenangi karena terbuka mendukung tarif yang ditargetkan sebagai alat untuk memastikan keamanan nasional AS dan memerangi praktik perdagangan yang tidak adil di luar negeri. Ada juga Jay Clayton, mantan ketua Komisi Sekuritas dan Bursa, dan Senator GOP Tennessee Bill Hagerty, mantan duta besar Trump untuk Jepang.
Kandidat untuk menteri keuangan cukup banyak. Nama yang masuk bursa juga ada Larry Kudlow, tokoh FOX Business Network yang menjabat sebagai Direktur National Economic Council selama sebagian besar masa jabatan pertama Trump. Ada juga Robert Lighthizer, loyalis yang menjabat sebagai perwakilan perdagangan AS Trump selama masa jabatan presiden saat itu.
Dia adalah salah satu tokoh terkemuka dalam perang dagang Trump dengan China dan negosiasi ulang Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Meksiko dan Kanada selama masa jabatan pertama Trump.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2017/08/17/ebfb8ee2-65bf-404c-9299-c85ba30ebb7a.jpg)
Selain itu, ada nama Howard Lutnick. Sebagai wakil ketua upaya transisi Trump dan kepala eksekutif lama perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald, Lutnick mencalonkan diri sebagai menteri keuangan. Pada posisi menteri perdagangan ada Linda McMahon, Wakil Ketua Tim Transisi Trump.
Kandidat lain termasuk Rollins, yang memimpin kelompok luar pro-Trump America First Policy Institute; Kelly Loeffler, pengusaha Atlanta yang sempat bertugas di Senat; dan Vivek Ramaswamy, pendiri perusahaan bioteknologi. Adapun Gubernur Dakota Utara Doug Burgum, yang merupakan finalis untuk menjadi pilihan wakil presiden Trump, dicalonkan sebagai menteri dalam negeri.
Ada nama-nama lain yang mungkin akan diajak bergabung dalam pemerintahan Trump. Mereka adalah Elon Musk dan Robert F Kennedy Jr. Musk mungkin akan diberi tanggung jawab komisi efisiensi pemerintah yang akan memberi saran kepada Trump tentang pemotongan pengeluaran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/08/d94d57add7763a2aa7c6eb5259d2d6c2-000_36LN8XF.jpg)
Namun, posisinya ini tidak akan mengikat dan tidak tunduk pada aturan etika pemerintah yang mengharuskannya melepaskan aset untuk menghindari konflik kepentingan antara kepentingan bisnis dan perannya di pemerintahan. Trump juga sudah mengajukan Kennedy sebagai penasihat potensial untuk masalah kesehatan.
Sejumlah tokoh paling berkuasa dalam masa jabatan kedua Trump dapat memperoleh peran penasihat yang tidak memerlukan konfirmasi Senat, tetapi tetap memiliki kedekatan dan akses ke Trump. Sekutu Trump mengharapkan Stephen Miller, arsitek agenda imigrasi Trump, bisa mendapatkan peran senior di Gedung Putih.
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra