Gian Piero Gasperino menganggap Atalanta baru lulus meraih gelar sarjana berkat performa selama 2024. Memasuki 2025, ”Si Dewi” mengincar gelar master.
29 Des 2024 10:01 WIB · Olahraga
ROMA, MINGGU — Atalanta memastikan menutup 2024 sebagai ”capolista” atau pemucak klasemen Liga Italia berkat koleksi hasil imbang 1-1 kontra Lazio, Minggu (29/12/2024) dini hari WIB, di Stadion Olimpico, Roma. ”Si Dewi” mengemas tahun terbaik dalam sejarah klub.
Meskipun rekor 11 kemenangan beruntun di Liga Italia 2024-2025 berakhir, Atalanta masih bisa melanjutkan catatan 13 gim nirkalah. Sontekan gelandang pengganti, Marco Brescianini, pada menit ke-88 menghindari Atalanta pulang dari ibu kota Italia tanpa poin. Lazio unggul lebih dulu melalui sepakan Fisayo Dele-Bashiru ketika laga baru berjalan 27 menit.
Hasil pekan ke-18 itu membantu Atalanta kembali mengambil alih peringkat pertama yang sempat dikuasai Inter Milan dalam waktu sekitar dua jam.
Si Dewi menutup tahun 2024 dengan berada di puncak klasemen berkat koleksi 41 tahun. Mereka unggul satu poin atas Inter Milan, sang juara bertahan.
Jumlah poin Atalanta itu bisa saja disetarakan oleh Napoli yang menjalani gim ke-18 kontra Venezia, Minggu malam, tetapi anak asuhan Gian Piero Gasperini layak bertahan di peringkat teratas berkat keunggulan rekor pertemuan dan selisih gol atas Napoli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/aaf1207fd2d30267287da0b71e9b6995-wires_photo_3_.jpg)
Menutup satu tahun kalender dengan menduduki pucuk klasemen serta mengoleksi 41 poin dalam 18 gim awal Liga Italia adalah hal perdana bagi Atalanta yang telah berdiri sejak 1907. Capaian itu dirayakan oleh para pemain dan suporter mereka yang memadati tribune tim tamu Stadion Olimpico.
Selain mampu memperpanjang durasi berada di peringkat pertama klasemen sementara Liga Italia, Atalanta juga menorehkan prestasi gemilang lainnya selama tahun ini. Mereka menembus final Coppa Italia serta meraih trofi kontinental perdana dengan menumbangkan juara Liga Jerman, Bayer Leverkusen, pada partai puncak Liga Europa, Mei lalu.
”Tahun 2024 adalah tahun terbaik dalam sejarah Atalanta. Saya memberikan nilai tertinggi untuk performa tim 10, 100, bahkan 110. Jika merujuk perjalanan universitas, kami telah meraih gelar sarjana. Sekarang kami mencoba untuk meraih gelar master dengan tingkat ujian yang semakin sulit,” tutur Gasperini seusai laga dilansir La Gazzetta dello Sport.
Dengan menganalogikan, anak asuhannya memulai perjuangan untuk meraih gelar master, Gasperini menekankan perlunya peningkatan target tim pada 2025. Ia menegaskan, skuad Si Dewi belum puas dengan perjalanan mengagumkan di tahun 2024.
”(Tantangan) setiap tahun selalu berbeda. Kami tidak bisa lagi memenangi Liga Europa musim ini,” kata Gasperini berkelakar karena timnya bersaing di Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/0f7d62f20731e55b85065928b8f8f14b-wires_photo_4_.jpg)
”Di liga, kami masih dalam persaingan meraih titel. Kami telah menancapkan fondasi untuk bertumbuh dan meningkatkan diri. Ambisi saya adalah selalu melakukan capaian lebih baik. Kami mencoba capaian 2024 bisa diulangi, bahkan diitingkatkan,” tambah Gasperini.
Ambisi besar Atalanta akan langsung mendapatkan ujian pada Januari 2025. Si Dewi akan memulai tahun baru dengan bertolak ke Riyadh, Arab Saudi, demi menjalani laga Piala Super Italia. Atalanta pun belum pernah meraih trofi turnamen yang mengukuhkan tim terbaik Italia dalam satu tahun kalender.
Atalanta akan menantang Inter di babak semifinal Piala Super Italia. Pertarungan dua tim Italia yang tengah dalam performa menawan itu akan tersaji di Stadion Al Awwal Park, markas Al-Nassr, Jumat (3/1/2024) WIB. Pemenang duel itu akan jumpa Juventus atau AC Milan yang menjalani gim semifinal lainnya.
Setelah dari Arab Saudi, Atalanta bakal menjalani tiga laga ketat di Liga Italia demi mempertahankan posisi puncak. Mereka ditantang Udinese, Juve, dan Napoli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/30cd50a5218404185058322f1dac84da-wires_photo_8_.jpg)
Lalu, ada pula dua duel Liga Champions menghadapi Strum Graz dan Barcelona. Si Dewi minimal membutuhkan tambahan empat poin untuk menyegel setidaknya tempat di babak playoff babak 16 besar Liga Champions.
”Januari akan menjadi periode yang menyenangkan walaupun tidak selalu mudah untuk memiliki dampak tepat di setiap pertandingan,” ucap Gasperini.
Di tengah upaya untuk meningkatkan performa selama tahun ini, Atalanta berambisi aktif di bursa transfer musim dingin yang berlangsung selama bulan Januari. Gasperini mengakui timnya butuh tambahan kekuatan di lini tengah dan penyerang.
Atalanta memang tampil gemilang di tengah situasi tidak ideal pada permulaan musim ini. Mereka kehilangan gelandang utama, Teun Koopmeiners, yang hijrah ke Juventus, kemudian penyerang Gianluca Scamacca menderita cedera lutut parah yang membuatnya menepi hingga periode akhir musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/29/8897ef50f3ea10b0a6142dfe5658ce50-wires_photo_10_.jpg)
Gasperini membuktikan bisa menemukan solusi untuk menemukan substitusi dari ketiadaan Koopemeiners dan Scamacca. Namun, ia tetap menganggap Atalanta perlu menambah amunisi demi menjaga persaingan di Italia dan Eropa pada paruh penentuan musim 2024-2025.
”Bursa transfer Januari akan menjadi periode penting untuk merampungkan (aktivitas transfer) yang tidak bisa kami lakukan hingga Agustus lalu. Sebab, kami berambisi sangat kompetitif pada musim ini,” katanya.
Direktur Olahraga Atalanta Tony D’Amico sepakat dengan Gasperini. Selain mencari pemain untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad Atalanta saat ini, D’Amico memastikan semua pemain penting Si Dewi tidak akan pergi pada musim dingin ini.
”Tentunya, Januari adalah pasar yang rumit dan sulit. Kami harus meraih dan bersiap memanfaatkan peluang yang tersedia,” ujar D’Amico dilansir Corriere dello Sport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto