Atalanta Berani Memimpikan Perisai ”Tricolor” Liga Italia

Atalanta menunjukkan diri layak jadi kandidat ”scudetto” musim ini. Kedalaman skuad, filosofi permainan, dan ketangguhan mental adalah bekal ”La Dea” mengejar trofi.

03 Des 2024 09:18 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ROMA, SELASA — Sundulan penyerang sayap lulusan akademi AS Roma, Nicolo Zaniolo, yang berujung gol kedua Atalanta ke gawang Roma, Selasa (3/12/2024) WIB, melecut optimisme ratusan suporter ”La Dea” yang berada di tribune tim tamu Stadion Olimpico, Roma. Mimpi scudetto atau gelar juara Liga Serie A Italia bukan lagi hal tabu bagi Atalanta.

Yel-yel dengan kalimat viceremo il tricolore atau ”kami akan memenangkan tricolor” dinyanyikan tifosi Atalanta pada lima menit akhir pertandingan di Olimpico. Adapun tricolor adalah sebutan untuk perisai scudetto yang terdiri dari tiga warna khas bendera Italia, hijau-putih-merah.

”Pendukung berhak menyanyikan yel-yel keyakinan mereka tentang posisi kami di klasemen. Kami sekarang berada di posisi yang kami perjuangkan di lapangan,” ujar Tullio Gritti, asisten pelatih Atalanta, dilansir La Gazzetta dello Sport.

Berkat kemenangan 2-0 atas Roma, Atalanta menjaga persaingan posisi pertama dengan Napoli. La Dea, yang mengemas 31 poin, hanya tertinggal satu poin dari Napoli, pemuncak klasemen sementara Liga Italia.

Atalanta juga unggul tiga poin dari Inter Milan dan Fiorentina yang belum merampungkan laga kedua tim di pekan ke-14 akibat insiden pingsannya pemain Fiorentina, Edoardo Bove. Keunggulan tripoin itu sudah tercatatkan atas Lazio yang duduk di peringkat kelima.

Klasemen sementara Liga Serie A Italia hingga Selasa (3/12/2024).

Koleksi delapan kemenangan beruntun Atalanta di Liga Italia dimulai oleh tembakan kapten dan gelandang tim, Marten de Roon, pada menit ke-69. Tendangan De Roon berubah arah karena mengenai tubuh bek sayap kanan Roma, Zeki Celik.

Kemudian, Zaniolo membalas cemoohan suporter Roma ketika dirinya masuk di menit ke-63 dengan gol penentu tiga poin La Dea. Tanpa ragu, Zaniolo merayakan golnya itu secara emosional dengan membuka jersei dan berlari menuju tribune tifosi Atalanta.

Gritti mengatakan, timnya menunjukkan kedewasaan dan ketangguhan mental untuk membawa pulang kemenangan dari Roma. Meskipun kedua tim berjarak 13 anak tangga di papan klasemen, Gritti menegaskan, Roma tetap tim dengan permainan seperti tim-tim besar Italia.

”Ini adalah kemenangan tentang kesadaran. Tim telah mencapai performa yang penting setelah menderita selama pertandingan. Roma memiliki pemain hebat yang menunjukkan kualitas mereka sehingga mereka tidak terlihat sebagai tim yang hanya mengumpulkan 13 poin,” tutur Gritti yang menggantikan Pelatih Gian Piero Gasperini di sisi lapangan.

Skors Gasperini

Gasperini menjalani larangan mendampingi timnya dalam dua laga akibat kartu merah di laga kontra Parma, yaitu di pekan ke-13. Ia pun hanya bisa menyaksikan timnya dari tribune naratama. Ia juga akan absen di sisi lapangan pada laga kontra AC Milan, akhir pekan nanti.

Penyerang Atalanta, Ademola Lookman (kiri), lolos dari pengawalan bek AS Roma, Gianluca Mancini, pada laga Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Selasa (3/12/2024) dini hari WIB. Atalanta menang, 2-0.

Gritti menambahkan, ”Ini adalah salah satu tim Atalanta terkuat yang kami miliki dalam sembilan tahun. Namun, bagi kami, semua tim sama kuatnya.”

Dalam 117 tahun sejarah klub, lalu 64 musim di Serie A, prestasi terbaik Atalanta di ranah domestik adalah trofi Piala Italia edisi 1962-1963. Namun, mereka juga sudah mencatatkan sejarah baru bersama Gasperini dengan raihan gelar Liga Europa 2023-2024.

Tampil dewasa

Tiga poin dari Olimpico adalah bukti kedewasaan permainan Atalanta. Mereka tetap tenang dan tampil konsisten dengan ide permainan mereka meskipun selama satu jam mengalami kebuntuan untuk menaklukkan pertahanan Roma.

Quote

Setelah duel di Olimpico, Atalanta akan kedatangan dua tim besar di kandang mereka Stadion Gewiss, yakni AC Milan di Liga Italia serta Real Madrid di Liga Champions Eropa.

De Roon menuturkan, mereka berusaha tampil tetap tenang dengan tidak terdistraksi dengan kondisi di luar kendali mereka. Misalnya, skuad La Dea tidak merasa terbebani dengan kemenangan Napoli yang memaksa mereka harus menang agar menjaga selisih satu poin di klasemen.

”Kami tetap rendah hati. Kami fokus menghadapi laga demi laga dan kemenangan ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar,” ucap De Roon kepada Sky Sport Italia.

Penyerang AS Roma, Paulo Dybala (kiri), dijatuhkan pemain Atalanta, Ademola Lookman (kanan), pada laga Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Selasa (3/12/2024) dini hari WIB. Atalanta menang, 2-0.

Setelah duel di Olimpico, Atalanta akan kedatangan dua tim besar di kandang mereka Stadion Gewiss, yakni AC Milan di Liga Italia serta Real Madrid di Liga Champions Eropa.

La Dea wajib mengalahkan Milan demi menjaga persaingan peringkat pertama. Mereka juga memburu tiga poin atas Real agar kian dekat dengan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions serta memperpanjang tren nirkalah di kompetisi antarklub musim ini.

”Kami sangat kuat saat ini karena kami bisa mengatasi tekanan. Semua pemain yang bermain sejak awal dan cadangan menyadari kekuatan kami sehingga itu memberikan kami permainan level sangat tinggi,” kata Gritti.

Sementara Roma masih tertahan di peringkat ke-15. Kehadiran Claudio Ranieri sebagai pelatih ketiga di musim ini belum bisa melepas catatan buruk ”Si Serigala”. Ranieri bersedia kembali melatih untuk menggantikan Ivan Juric. Roma memulai musim ini dengan diasuh Daniele De Rossi.

Mereka menderita empat kekalahan beruntun yang pertama terjadi sejak November 2008. Roma pun hanya unggul dua poin dari Como yang duduk di peringkat ke-18 atau batas akhir zona degradasi.

Pelatih AS Roma Claudio Ranieri memberikan instruksi ke para pemainnya saat menghadapi Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, Selasa (3/12/2024) dini hari WIB. Atalanta menang, 2-0.

Dalam perjalanan tim, Roma hanya sekali merasakan degradasi dari Serie A pada edisi 1950-1951. Hanya semusim di Serie B, mereka meraih tiket promosi untuk kembali bertarung di Serie A lagi pada musim 1952-1953 hingga kini.

”Jika tim melanjutkan usaha mereka untuk mengikuti saya, kami akan membalikkan situasi saat ini. Kami harus berjuang dan tidak menyerah. Saya tidak akan menerima ada pemain yang menyerah,” ujar Ranieri seperti dikutip Corriere dello Sport.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra