Cara Memakai Visa China untuk Kaum ”Mendang-mending”

Akhir pekan panjang bisa dipakai untuk rebahan atau jalan-jalan. Dengan penerbangan transit, kaum ”mendang-mending” bisa berkunjung ke China.

26 Jun 2025 18:20 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Akhir pekan panjang saatnya liburan. Bahkan, untuk kaum mendang-mending, tetap ada pilihan liburan di dalam dan luar negeri.

Jumat (27/6/2025) merupakan hari libur nasional. Dengan demikian, ada libur tiga hari yang bisa digunakan untuk rebahan atau jalan-jalan. Jika ditambah cuti pada Senin depan atau hari setelahnya, libur bisa lebih panjang lagi.

Memang, biaya liburan saat ini bisa membengkak. Sebab, sekarang puncak liburan di Indonesia dan berbagai negara. Sekolah dan kampus libur, banyak pula pekerja mengambil liburan musim panas.

Meski demikian, tidak berarti liburan tidak bisa dilakukan. Bisa melancong di dalam negeri. Bisa juga pesiar ke luar negeri.

Tetap ada trik menghemat biaya pelesiran. Bila ke luar negeri, salah satu triknya dengan menggunakan penerbangan transit.

Dengan kebijakan baru visa China bagi WNI, penerbangan transit jadi salah satu cara melancong ke China. Dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar China di Jakarta, WNI bisa masuk China maksimum 240 jam atau 10 hari tanpa mengurus visa sebelum datang.

China membagi tiga wilayahnya: daratan utama, pemerintahan khusus, dan pulau. Daratan utama membentang dari perbatasan Vietnam-Myanmar di selatan sampai ke perbatasan dengan Rusia-Mongolia-Kazakhstan di utara.

Sementara pemerintahan khusus untuk mengatur Hong Kong dan Makau. Adapun pulau berlaku untuk Hainan dan daerah yang dibawahkan Pemerintah Provinsi Hainan.

Lawatan ke Hainan, Hong Kong, dan Makau sudah lama bebas bisa sampai 30 hari bagi WNI. Sementara ke daratan utama, ada visa transit mulai 12 Juni 2025.

Cara memakai

Kedubes China di Jakarta menjelaskan, visa transit bisa dipakai bila China daratan bukan tujuan utama. Kunjungan wisata, bisnis, atau bertemu keluarga bisa menggunakan visa transit.

Penerbangan transit dari wilayah pemerintahan khusus China atau negara lain adalah cara memanfaatkan visa transit. Untuk kaum mendang-mending, penerbangan transit bisa lebih menekan harga dibandingkan dengan tiket pesawat langsung ke Beijing, Shanghai, atau wilayah lain di daratan China. ”Daratan China harus jadi titik transit dalam perjalanan,” demikian penjelasan Kedubes China di Jakarta.

Banyak penerbangan transit di China daratan lewat Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, atau Ho Chi Minh. Dengan terbang dari kota-kota itu sebelum mengunjungi kota-kota di China lalu kembali ke Indonesia, maka lawatan ke China dianggap transit.

Salah satu contoh rutenya adalah Jakarta-Bangkok-Beijing-Jakarta. Bisa juga terbang ke Jakarta-Hong Kong-Beijing-Makau-Jakarta.

Terbang dengan maskapai berbeda akan lebih baik lagi. Selain bisa menekan harga, opsi terbang itu membuat perjalanan benar-benar transit atau singgah terlebih dahulu dari satu negara atau wilayah ke negara atau wilayah lainnya.

Penjelasan Kedutaan Besar China di Jakarta tentang visa transit untuk WNI

Namun, kedubes China di Jakarta mengingatkan, tak semua penerbangan transit berlaku. Penerbangan Hong Kong-Beijing-Hong Kong dianggap bukan transit. Rute itu dianggap menjadikan Beijing sebagai tujuan.

Tidak kalah penting, harus jelas menginap di mana selama singgah di China. Bukti pemesanan penginapan perlu ditunjukkan saat tiba di China. Bukti penerbangan lanjutan untuk meninggalkan China daratan juga perlu ditunjukkan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase