Setelah sembilan musim, Mohamed Salah akan pergi dari Liverpool. Tidak mudah bagi ”Si Merah” untuk mencari pengganti sang legenda.
04 Apr 2026 15:35 WIB · Olahraga
AP
Saat Mohamed Salah memulai tur perpisahannya, Liverpool mulai berpikir keras bagaimana menggantikan penyerang sayap legendaris tersebut. Tidah mudah menggantikan produktivitas gol dan asis penyerang asal Mesir itu. Liverpool harus berpikir keras mencari cara yang benar untuk mengganti Salah.
Tur perpisahan penyerang asal Mesir tersebut dimulai saat Liverpool menghadapi Manchester City pada perempat final Piala FA di Stadion Etihad, Manchester City, Sabtu (4/4/2026). Ini menjadi laga pertama Salah setelah mengumumkan ia bakal pergi dari Anfield setelah sembilan tahun memperkuat juara bertahan Liga Inggris itu.
Mengganti Salah dengan seorang pemain hampir mustahil karena ia tak tergantikan. Menurut Jurgen Klopp, pelatih yang mendatangkan sang pemain ke Anfield pada 2017, cara yang benar menggantikan Salah adalah tidak secara langsung mencari pemain yang berkarakter seperti Salah.
Kontribusi, produktivitas Salah, daya tahan, dan perannya sebagai titik pusat serangan membuatnya menjadi pemain yang secara realistis tak bisa digantikan oleh seorang pemain. Sejak didatangkan dari AS Roma, Salah telah mencetak 255 gol dan memberikan 112 asis pada 435 pertandingan bersama ”Si Merah”.
Secara total sepanjang kariernya di klub, Salah mencetak 332 gol dan 170 asis dari 687 penampilan. Ia mempersembahkan dua gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions untuk Liverpool.
Di Anfield, hanya dua pemain, yaitu Ian Rush dan Roger Hunt, yang mencetak gol lebih banyak dari Salah. Ia juga menjadi pemain asal Afrika dengan gol terbanyak di Liga Primer sebanyak 191 gol. Pemain berusia 33 tahun ini menempati peringkat keempat daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer, melampaui Sergio Aguero pada April 2025, dengan hanya Wayne Rooney (208), Harry Kane (2013), dan Alan Shearer (260) mencetak lebih banyak gol.
Klopp memberikan saran, sebaiknya tim kepelatihan Liverpool mencari cara yang dinilainya lebih masuk akal, yaitu dengan mengubah skema atau taktik permainan sehingga tidak terlalu bergantung dengan sistem penyerangan dari sayap yang mengandalkan bakat seperti Salah. Misalnya, dengan lebih banyak membangun serangan dari lini tengah karena Liverpool sudah memilih pemain sekaliber Florian Writz.
Demikian juga Dominik Szoboszlai, bisa diberikan tanggung jawab lebih besar untuk kreativitas permainan tim. Evolusi internal itu juga bisa dilakukan dengan memberikan kepercayaan kepada pemain yang telah ada lainnya, seperti Federico Chiesa atau Rio Ngumoha.
Dengan begitu, Liverpool tidak harus mencari pemain seperti Salah karena hampir mustahil mencari penggantinya. Alih-alih mencari seorang penyerang sayap yang mampu mencetak 25-30 gol dan belasan asis semusim, mereka bisa mendistribusikan tanggung jawab itu ke sejumlah pemain dengan perubahan skema permainan.
Ini sebenarnya sesuai dengan filosofi Pelatih Arne Slot, yang sudah berbeda dengan skema Klopp yang sangat mengandalkan Salah dari sisi kanan. Meskipun, saat Liverpool juara Liga Inggris musim lalu, adaptasi peran Salah yang dilakukan oleh Slot membuat kontribusi sang pemain justru semakin besar, dengan 29 gol dan 18 asis.
Di samping cara mengubah skema permainan, Liverpool kemungkinan akan mencari lebih dari satu penyerang untuk mengisi peran Salah. Setidaknya dua pemain akan dibeli, dengan membagi tanggung jawab gol dan asis pada para pemain depan dan gelandang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/230f7abeb25aebd1bd9ef1fa93d172a6-AFP_94PJ3TZ.jpg)
Menurut legenda Liverpool Steven Gerrard, Liverpool tidak boleh hanya sekadar mencari pengganti Salah. Jika Liverpool memang akan membeli, pemain tersebut harus merupakan seorang bintang, bukan hanya sekadar bisa bermain di posisi sayap kanan.
Sejumlah nama pun mulai muncul dalam rumor incaran Liverpool untuk menggantikan peran Salah. Mereka di antaranya adalah pemain muda Yan Diomande dari klub Jerman, RB Leipzig, Michael Olise (Bayern Muenchen), Anthony Gordon (Newcastle United), dan Francisco Conceição (Juventus).
Diomande menjadi target utama karena salah satu pemain yang secara realistis bisa lebih mudah didapatkan Liverpool, selain karena bakatnya yang luar biasa. Pemain berusia 19 tahun ini terkenal eksplosif, bisa bermain di kedua sisi sayap. Musim ini, ia telah menetak 11 gol dan menciptakan delapan asis. Harganya memang relatif mahal, berkisar 90-100 juta euro.
Sedangkan Olise juga disebut menjadi incaran karena memiliki kualitas dan pengalaman bermain di Liga Primer sebelum pindah ke Jerman. Ia dikenal memiliki kreativitas, teknik, dan profil kebintangan. Liverpool bahkan disebut sudah membuka jalur pembicaraan, tetapi Bayern enggan melepas sang pemain. Klub terbesar Bundesliga tersebut kemungkinan baru mau melepas Olise jika Liverpool mau merogoh kocek lebih dari 120 juta euro.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/11/bc010499-68c0-476b-82ca-cd7eb54ee64f.jpg)
Gordon sebenarnya hampir berseragam Liverpool pada bursa transfer musim lalu. Hanya saja, Newcastle membatalkan kesepakatan pada detik-detik terakhir yang memupus mimpi Gordon membela klub yang didukungnya sejak kecil tersebut. Mantan pemain Everton ini memiliki keunggulan dengan pengalaman bermain sejak muda di Liga Inggris sehingga tidak butuh adaptasi yang lama. Hanya saja, harga Gordon kemungkinan bakal sangat mahal, terlebih lagi karena hubungan buruk Liverpool-Newcastle terkait pembelian striker Alexander Isak.
Opsi paling murah adalah sayap Juventus, Conceição. Pemain berusia 23 tahun ini dikenal memiliki teknik menggiring bola yang natural. Hanya saja, keraguan membayangi talenta sang pemain secara keseluruhan karena produktivitasnya yang lebih rendah dan inkonsisten katimbang opsi pemain lainnya. Namun, Juventus kemungkinan mau melepas sang pemain dengan tawaran sebesar 25 juta-30 juta euro saja.
Sangat menarik ditunggu apa yang akan dilakukan Liverpool pada bursa transfer musim panas mendatang. Pastinya Liverpool harus berpikir keras mencari cara paling tepat untuk menggantikan Salah. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Retma Wati