Novak Djokovic mundur akibat cedera pada semifinal Australia Terbuka. Petenis Serbia ini harus menunda ambisi memenangi gelar Grand Slam ke-25.
24 Jan 2025 14:51 WIB · Olahraga
MELBOURNE, JUMAT — Novak Djokovic mundur karena cedera setelah menyelesaikan set pertama pada semifinal Australia Terbuka melawan Alexander Zverev di Melbourne, Jumat (24/1/2025). Djokovic, yang sudah mengeluhkan rasa sakit di kakinya sejak pertandingan sebelumnya, kalah pada set pertama tersebut dengan skor 7-6(5).
Zverev pun melaju ke final Australia Terbuka untuk pertama kalinya. Adapun bagi Djokovic, hal itu memperpanjang penantiannya untuk meraih rekor gelar Grand Slam ke-25. Djokovic telah menyamai rekor Margaret Court dengan 24 trofi mayor.
Zverev akan bertemu Jannik Sinner atau Ben Shelton pada partai puncak yang akan digelar pada Minggu (26/1/2025), untuk mengincar gelar Grand Slam pertamanya. Keraguan mengenai kondisi fisik Djokovic telah terjadi selepas pertandingan perempat final yang sangat melelahkan melawan Carlos Alcaraz.
Petenis Serbia tersebut sempat mendapat perawatan medis cukup lama pada set pertama karena mengalami rasa sakit pada bagian paha kiri atas. Namun, Djokovic mampu mengatasi rasa sakit tersebut untuk mengalahkan Alcaraz sehingga berhak melaju ke semifinal melawan Zverev.
Petenis berusia 37 tahun ini lantas absen pada sesi latihan menjelang semifinal untuk fokus pada pemulihan cederanya. Ia memasuki Rod Lever Arena untuk bertanding melawan Zverev dengan paha dibalut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/717ef7588cadb80660eff5d269e1cb51-Australian_Open_Tennis_126992094.jpg)
Meski demikian, Djocovic sedikit pun tidak terlihat indikasi cedera pada awal set. Baru memasuki akhir-akhir set ketiga, ia mulai berjalan pelan di sela-sela poin dan mengungkapkan frustrasinya saat berada di player box.
Dia menyerah pada set tersebut saat pukulan volinya menghantam net. Ia pun segera berjalan menghampiri lapangan Zverev untuk berjabat tangan dan memeluk pemain Jerman itu, menandakan ia tidak ingin melanjutkan pertandingan. Penonton pun terkesiap karena aksi Djokovic tersebut.
Dengan ekspresi sedih, Djokovic lantas mengacungkan dua jempol ke arah penonton dan bertepuk tangan. Akan tetapi, terdengar sedikit cemoohan dari arah tribune saat juara Australia Terbuka 10 kali itu keluar dari lapangan.
Djokovic mengatakan bahwa dirinya telah mencoba untuk merawat cederanya tersebut, yang ternyata adalah karena ototnya robek. Bukannya pulih, rasa sakit semakin bertambah parah seiring berlalunya waktu, terutama saat bertanding.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/492f90430aba05d5ac032bf6786df5c4-TENNIS_AUS_OPEN_126991964.jpg)
”Saya tahu bahkan seandainya saya memenangi set pertama, itu akan menjadi perjuangan berat bagi saya untuk bertahan secara fisik dan mengimbangi reli-nya. Anda tahu, entah berapa jam lagi, dua, tiga, empat jam,” kata Djokovic. ”Sayangnya, saya rasa saya tidak mampu hari ini,” tandasnya.
Zverev mengatakan, dirinya juga sangat terkejut dengan keputusan Djokovic untuk mundur. Petenis Jerman ini juga sudah mengetahui bahwa Djokovic sudah kelihatan sulit bergerak ketika memasuki tiebreak.
”Saya pikir itu adalah pertandingan dengan level tinggi. Tentu saja ada sejumlah kesulitan. Saat tiebreak, dia tidak bergerak. Saya melihatnya kesulitan,” kata Zverev.
Zverev juga mengecam penonton yang mencemooh Djokovic, yang mendominasi Australia Terbuka sejak pertama kali memenanginya pada 2008.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/24/8a3befa68eb0f1b94eaf58beabf6f88e-APTOPIX_Australian_Open_Tennis_126991693.jpg)
”Hal pertama yang ingin saya katakan adalah, ayolah kawan, jangan mencemooh pemain yang berhenti karena cedera. Saya tahu semua orang membayar tiket dan berharap laga hebat lima set. Namun, Novak Djokovic adalah seseorang yang telah memberikan segalanya untuk olahraga ini selama 20 tahun terakhir. Jadi, tunjukkanlah rasa hormat,” kata Zverev.
Kemenangan singkat di semifinal tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi Zverev dalam usahanya untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya. Itu karena ia bisa menyimpan tenaga untuk partai final melawan Sinner atau Shelton.
Zverev kalah dari Alcaraz di final Perancis Terbuka tahun lalu dan kehilangan keunggulan dua set sebelum kalah dari Dominic Thiem pada final AS Terbuka 2020. Petenis berusia 27 tahun ini telah diperkirakan akan meraih gelar Grand Slam sejak masa remaja, tetapi sering kali digagalkan Djokovic, atau oleh dua legenda yang sudah pensiun, Roger Federer dan Rafa Nadal. (REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji