Barcelona kembali dirugikan seiring banyak pemain cedera seusai jeda internasional. Namun, cedera Robert Lewandowski tergolong unik hingga membuat Barca kebingungan.
16 Okt 2025 11:04 WIB · Olahraga
BARCELONA, KAMIS — ”Virus FIFA mendera Barcelona”. Demikian isi tajuk pada beberapa media lokal di Catalan, Spanyol. Kurang dari dua pekan jelang ”El Clasico”, Barca merugi akibat cederanya beberapa pemain andalan, termasuk Robert Lewandowski. Cedera penyerang asal Polandia itu membuat bingung Barca.
Pasalnya, Lewandowski adalah sosok yang menyadari cara merawat diri. Namun, ia tetap memaksakan diri bermain secara penuh dengan kondisi fisik yang belum ideal saat memperkuat Polandia melawan Lituania. Lewy, sapaan akrab Lewandowski, mencetak gol yang membantu Polandia menang 2-0 di laga itu.
Sorotan kemudian bukan tertuju pada kontribusi Lewy, melainkan satu foto yang memperlihatkan lilitan perban pada paha kirinya. Foto tersebut menimbulkan dugaan bahwa Lewy merasakan ketidaknyamanan pada paha kirinya sehingga harus diperban.
Pertanyaan berikutnya adalah mengapa Lewy tetap memaksakan diri bermain secara penuh. Kekhawatiran fans Barca terkonfirmasi setelah pihak klub mengeluarkan pernyataan resmi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/348259485c667861e91ae7cfe7a5ace5-Lithuania_Poland_WCup_Soccer_133292780.jpg)
”Robert Lewandowski mengalami robekan otot pada bisep femoris paha kirinya. Waktu pemulihannya akan bergantung pada perkembangan cederanya,” demikian keterangan dari Barca pada akun media sosial resminya, Rabu (15/10/2025).
Cedera pada otot belakang paha kiri itu bukan hal baru bagi Lewy. Ia sebelumnya mengalami cedera itu pada awal musim yang membuatnya melewatkan kesempatan bermain pada turnamen pramusim Trofi Joan Gamper. Cedera serupa yang kembali dialami Lewy pun, menurut laporan Mundo Deportivo, membuat Barca heran sekaligus tidak senang.
Sebagai pesepak bola dengan jam terbang tinggi, mustahil Lewy tidak menyadari risiko tetap bermain di saat kondisi tubuhnya tidak ideal. Bagi Barca, tidak seharusnya Lewy tetap memaksakan diri bermain di saat merasakan ketidaknyamanan saat berlari kencang.
Belakangan ini Lewy memang lebih sering bermain sebagai pemain pengganti. Dari tujuh laga Liga Spanyol sejauh ini, Lewy empat kali masuk sebagai pemain pengganti dan hanya tiga kali memulai laga sebagai pemain mula.
Di usianya yang menginjak 37 tahun, Lewy mulai kewalahan bersaing dengan penyerang yang lebih muda, seperti Ferrran Torres. Mantan pemain Manchester City itu mulai rutin mengisi pos penyerang yang sebelumnya selalu jadi milik Lewy.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/20/1c15d80e0cac1da87e27469f24f47c40-wires_photo_2025_09_20T164053.826.jpg)
Meski demikian, Lewy tetap merupakan bagian dari rencana Pelatih Hansi Flick musim ini. Ada kalanya Lewy dimasukkan sebagai pemain pengganti yang mampu mengubah hasil akhir pertandingan (supersub). Peran seperti itu relatif mampu dijalankan dengan baik oleh Lewy yang sudah mencetak empat gol dari sembilan laga di seluruh kompetisi musim ini.
Lewy diperkirakan akan absen dua hingga empat pekan. Namun, menurut sumber di internal Barca, cederanya dinilai cukup parah sehingga berpotensi membuatnya absen hingga enam pekan. Kondisi itu tentu menjadi kerugian besar bagi Barca yang akan menghadapi rival abadi, Real Madrid, dalam laga El Clasico pada 26 Oktober mendatang.
Jeda internasional bisa membawa malapetaka bagi sebagian klub, dan Barca termasuk di dalamnya. Terminologi ”virus FIFA” seakan melekat pada Barca dalam beberapa musim terakhir. Virus FIFA merupakan semacam istilah yang digunakan untuk menggambarkan cedera yang diderita selama periode jeda internasional.
Hal itu wajar mengingat ada 17 pemain Barca yang dipanggil memperkuat tim nasional masing-masing sehingga potensi banyak dari mereka yang cedera semakin besar. Selain Lewy, Dani Olmo dan Ferran juga terkonfirmasi mengalami cedera saat membela Spanyol.
”Kami mengalami banyak cedera di awal musim, tapi itu bagian dari sepak bola. Itu terjadi di setiap klub. Terkadang hal-hal ini benar-benar di luar kendali,” ucap bek Barca, Eric Garcia, dikutip dari Football Espana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/d94f70c7451b41e88cf4e029fdaa4744-Spain_Soccer_La_Liga_133130687.jpg)
Ini bukan pertama kalinya Barça terserang virus FIFA. Penyerang bintang Lamine Yamal sempat mengalami cedera pada September lalu yang membuatnya absen dalam empat pertandingan untuk Barca. Flick dilaporkan geram dengan bagaimana timnas Spanyol mengatur menit bermain Yamal.
Di samping nasib buruk, Barca setidaknya mendapat kabar baik seiring pulihnya kiper Marc-Andre ter Stegen. Kiper berpaspor Jerman itu sedang menjalani proses pemulihan setelah menjalani operasi punggung, yang membuatnya absen hingga Januari.
Hanya saja, masa depannya di Barca masih belum jelas karena sudah ada Joan Garcia yang tampil mengesankan musim ini. Jika pun pulih total, Ter Stegen kemungkinan hanya akan menjadi penghangat bangku cadangan.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto