Cerita di Balik Foto Pertama Venezuela

Mengungkap kisah di balik foto pertama serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela,

09 Jan 2026 08:02 WIB · Internasional

AP/Matias Delacroix

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Seorang perempuan bernama Mariana Camargo yang mengenakan kemeja putih dan celana jins berlari kencang di tengah suara dentuman. Wajahnya jelas menyiratkan rasa takut dan tergesa-gesa. Sementara sekelompok temannya berlari di belakangnya. 

Serangan militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dini hari mengagetkan penduduk Caracas. Mereka yang masih berada di luar rumah segera berlari menjauhi bunyi ledakan. 

Sebuah pesawat Departemen Kehakiman yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart pada 3 Januari 2026.
Kombinasi gambar yang dibuat pada 3 Januari 2026,  foto satelit yang dirilis Vantor yang diambil pada 22 Desember 2025, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar di Venezuela, di Caracas, dan gambar satelit setelah operasi militer AS yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Kombinasi gambar yang dibuat pada 3 Januari 2026, foto satelit yang dirilis oleh Vantor yang diambil pada 22 Desember 2025, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas, dan foto satelit selebaran oleh Vantor yang diambil pada 3 Januari 2026, menunjukkan gambaran umum Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas, setelah operasi militer AS yang mengarah pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Helikopter yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, mendarat di Heliport West 30th Street, Sabtu (3/1/2026), di New York, AS.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di Heliport Sisi Barat pada 3 Januari 2026 di kota New York, AS. Maduro akan didakwa di pengadilan federal AS di New York atas tuduhan narkotika. Presiden Trump mengonfirmasi dalam konferensi pers bahwa militer AS melakukan serangan skala besar di Caracas dan penangkapan Maduro dan Flores.

Saat itu pukul 02.05, ketika tiba-tiba terdengar dentuman ledakan di Caracas. Fotografer Associated Press, Matías Delacroix, yang terbangun, segera mengambil kamera dan berlari ke jalan menuju lokasi ledakan. 

Di sanalah, dengan suara pesawat militer di atas kepala, keduanya berpapasan. Satu orang berlari menjauhi ledakan dan satu orang berlari ke arah sumber ledakan.

Ekspresi yang terpancar di wajah Mariana dan teman-temannya segera menarik perhatian Delacorix. Ia segera menekan tombol pelepas rana dan mengambil beberapa momen. Sementara sambil berlari, Camargo atau yang biasa dipangil Nana sempat melihat Delacorix memotretnya.

Warga berlari setelah ledakan dan pesawat terbang rendah terdengar di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026).

Foto Camargo ini kemudian menjadi salah satu foto pertama operasi militer Amerika di Venezuela. Saat foto itu menghiasi halaman depan dan situs web media terbesar di dunia, teman-teman Camargo mulai melihatnya dan menghubunginya melalui pesan grup Whatsapp mereka.

”Apa aku salah lihat atau itu Nana Mariana???” tanya salah satu temannya sambil mengunggah foto tersebut. 

”ITU NANA!” tulis teman lainnya tak lama kemudian. Di Venezuela, Nana adalah nama panggilan untuk Mariana.

Foto itu perlahan menjadi bahan lelucon di kelompok pertemanannya dan bahkan berubah menjadi meme dengan bermacam tulisan penyerta. Camargo tertawa sambil membaca pesan-pesan tersebut.

Seorang perempuan merusak fasad di Kedutaan Amerika Serikat dengan sidik jari merah sebagai protes terhadap penangkapan Presiden Nicolas Maduro, di kota Meksiko, Sabtu (3/1/2026).
Seorang perempuan menangis mendengar Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap di Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1/2026). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke AS.
Cuplikan layar dari sebuah postingan Presiden Donald Trump di akun Truth memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro di atas USS Iwo Jima, di Laut Karibia.

Pada hari Minggu, sehari setelah pemogokan dan di tengah kekacauan, Camargo menulis kepada Delacroix melalui akun Instagram-nya, menanyakan apakah dia memiliki lebih banyak foto dari momen tersebut. Camargo lantas mengingat kembali peristiwa saat itu.

Saat ia dan teman-teman menyusuri jalan-jalan Caracas bagian timur, ia mendengar dentuman dari kejauhan. Seorang perempuan datang dengan truk besar, dan berhenti mendadak dan berkata, ”Anak-anak, apa yang kalian lakukan di sini? Pulanglah, mereka sedang mengebom!” Mereka bersembilan orang segera berlarian.

Mariana Camargo berpose untuk foto di lingkungan Altamira di Caracas, Venezuela, Selasa (6/1/2026).

Saat mereka berdua bertemu pada hari Selasa, mengobrol di jalan, keduanya berpisah dengan berpelukan. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto