Peran Turki-Israel dalam Penggulingan Assad

Pendukung Assad, Rusia dan Iran, sedang teruk. Israel dan Turki membantu oposisi dalam serangan ke pasukan Pemerintah Suriah.

09 Des 2024 10:13 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

DAMASKUS, MINGGU — Kemenangan kubu oposisi terhadap Bashar al-Assad didukung banyak faktor. Israel, Turki, Ukraina, dan sejumlah negara lain secara langsung dan tidak langsung membantu kubu oposisi Suriah.

Keberhasilan serangan oposisi merebut Aleppo pada akhir November 2024 mengejutkan banyak orang. Pada Minggu (8/12/2024), salah satu faksi oposisi mencapai Damaskus dan mengakhiri lima dekade pemerintahan keluarga Assad.

Dalam laporan pada Senin (9/12/2024), koran Financial Times mengulas salah satu penyebab kejatuhan Assad. Sumber koran asal Inggris itu menyebut, Iran kecewa dan marah pada Assad. Akibatnya, Iran meninggalkan Assad. Padahal, dukungan Iran-Rusia menjadi kunci Assad bertahan dalam perang saudara 13 tahun terakhir.

Teheran menilai Assad meninggalkan Iran dan malah merapat ke negara-negara Arab. Bahkan, Teheran menuding para pejabat pemerintahan Assad menjual informasi soal posisi petinggi Iran dan kelompok sokongan Iran di Suriah. Informasi itu menjadi penyebab kematian tokoh-tokoh itu dalam rangkaian serangan di Suriah.

Quote

Kami berterima kasih atas serangan Israel terhadap Hizbullah dan infrastruktur Iran di Suriah.

Wajar Iran marah, kondisinya sedang teruk. Kondisi serupa dialami pendukung lain Assad. Iran dan kelompok sokongannya sibuk berperang dengan Israel. Rusia juga sedang sibuk sendiri dengan Ukraina dan kehilangan minat.

Israel membantu

Media Israel, Walla, melaporkan kaitan kubu oposisi Suriah dengan Israel. Media Iran, IRNA dan Press TV, mengutip laporan itu. Israel menjalin hubungan dengan beragam faksi oposisi, termasuk Hayat Tahrir al-Sham (HTS). Media Israel lainnya, The Times of Israel, malah menekankan bahwa HTS selama ini tidak pernah menyerang Israel.

Redaksi The Times of Israel (ToI) juga mewawancarai salah satu komandan Pasukan Pembebasan Suriah (FSA). Menurut Redaksi ToI, komandan itu menolak identitasnya diungkap.

Di awal perang saudara pada 2011, sejumlah perwira dan prajurit keluar dari militer Suriah lalu membentuk FSA. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat menjadi penyokong utama pembentukan dan operasi FSA.

Dalam wawancara dengan ToI, salah satu komandan FSA menegaskan Israel bukan musuh mereka. FSA memusuhi Assad, Iran, dan Hizbullah. ”Kami berterima kasih atas serangan Israel terhadap Hizbullah dan infrastruktur Iran di Suriah. Kami harap setelah Assad jatuh, Israel menanam mawar di kebun Suriah dan mendukung warga Suriah,” katanya.

Ia berharap, Israel meneruskan serangan udara terhadap Iran dan kelompok sokongannya. FSA dinyatakan akan mengurus kelompok itu di darat.

Ia juga menyoroti sokongan Israel pada milisi Kurdi. FSA siap menerima Kurdi selama tidak ada pembahasan pemisahan wilayah Kurdi dari Suriah.

Milisi oposisi Suriah merayakan kemenangan di Damaskus, Minggu (8/12/2024).
Milisi oposisi Suriah di Homs pada Minggu (8/12/2024)
Milisi oposisi bergembira di Homs, Minggu (8/12/2024) setelah menggulingkan pemerintahan Bashar al-Asad

Turki berperan

Di sisi lain, ada juga peran Turki dalam kemenangan kubu oposisi Suriah. ”Tidak mungkin oposisi dapat melanjutkan serangannya tanpa memberi tahu Turki terlebih dahulu. Sejak awal perang, Turki menjadi pendukung utama oposisi Suriah,” demikian disampaikan salah satu diplomat Suriah dan salah satu petinggi kubu oposisi selepas kejatuhan Assad.

Turki menempatkan pasukannya di wilayah barat laut Suriah. Ankara juga mendukung kelompok-kelompok oposisi Suriah, termasuk Tentara Nasional Suriah (SNA).

Quote

Turki menang paling banyak. Erdogan ternyata berada di pihak yang menang karena proksinya di Suriah menang.

Bahkan, Turki disebut mendukung HTS. Padahal, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah negara memasukkan HTS dalam daftar kelompok teror.

Pemimpin HTS, Ahmed al-Sharaa alias Abu Mohammed al-Golani, juga masuk daftar teroris menurut PBB dan sejumlah negara. Bahkan, akun media sosial Kedutaan Besar Amerika Serikat di Damaskus memajang informasi hadiah untuk penangkapan Golani. Washington DC menjanjikan 10 juta dollar AS bagi yang bisa membantu menangkap Golani.

Dari namanya, ia berusaha menunjukkan dirinya berasal atau terkait dengan Golan. Sejak 1961, Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah Suriah yang dicaplok Israel.

Sejak 2016, Golani berusaha mengubah citra. Ia mengumumkan HTS putus hubungan dari Al Qaeda. Sebelum bernama HTS, kelompok itu dikenal sebagai Jabhat al-Nusra yang merupakan cabang Al Qaeda di Suriah.

Pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Ahmed al-Sharaa alias Abu Mohammed al-Golani, di Masjid Umayah, Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024).
Foto Presiden Suriah Bashar al-Assad di kawasan Malki, Damaskus pada Minggu (8/12/2024). Kekuasaan al-Assad berakhir setelah salah satu faksi oposis menguasai Damaskus dan Assad kabur ke Rusia
Warga merayakan kekalahan pasukan pemerintah Suriah dari kubu oposisi pada Minggu (8/12/2024) di Damaskus

Dari Idlib, provinsi Suriah yang berbatasan dengan Turki, HTS menjalankan pemerintahan semu yang dicitrakan moderat. HTS memungut pajak atas beragam kegiatan di Idlib.

Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebenarnya menentang serangan besar-besaran seperti yang digagas HTS. Dia khawatir itu akan memicu gelombang pengungsi baru dan masuk ke Turki.

Namun, oposisi merasakan sikap Turki yang semakin keras terhadap Assad pada awal tahun ini. Assad berkali-kali menolak tawaran Erdogan untuk memajukan solusi politik bagi kebuntuan militer.

Sumber oposisi Suriah mengatakan, oposisi sudah menunjukkan rincian perencanaan serangan mereka kepada Turki. Itu terjadi setelah Assad tak mau mendengar Erdogan lagi.

Kepala oposisi Suriah yang diakui secara internasional di luar negeri, Hadi al-Bahra, kepada kantor berita Reuters, pekan lalu, mengatakan, HTS dan SNA telah memiliki perencanaan bersama sebelum serangan dan sepakat untuk bekerja sama dan tidak saling bentrok.

Militer Turki mengetahui perkembangan ini. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan, upaya Erdogan untuk menghubungi Assad selama beberapa bulan terakhir sudah gagal. Turki ”tahu sesuatu akan terjadi”.

Pasukan oposisi Suriah menguasai Hama, Jumat (6/12/2024).
Pasukan oposisi suriah di Hama pada Jumat (6/12/2024)
Pasukan oposisi menyita tank dari pasukan pemerintah Suriah di Hama pada 3 Desember 2024

Ankara menyangkal

Namun, Wakil Menlu Turki Nuh Yilmaz menegaskan, Ankara tidak ikut-ikutan dalam serangan kelompok pemberontak. Ankara tidak memberikan persetujuan apa pun.

Alasannya, Turki tetap khawatir itu justru akan menciptakan situasi tidak stabil. Kemenlu dan Kementerian Pertahanan Turki tidak menanggapi secara langsung pertanyaan Reuters tentang kesepahaman HTS-Turki tentang operasi Aleppo.

Seorang pejabat Turki mengatakan, HTS tidak menerima perintah atau arahan dari Pemerintah Turki. HTS juga tidak mengoordinasikan operasinya dengan Turki. Singkatnya, menurut pejabat Turki, operasi serangan di Aleppo tidak dilakukan dengan persetujuan atau lampu hijau dari Turki.

AS juga tidak diberi tahu tentang persetujuan diam-diam Turki dengan pemberontak untuk serangan Aleppo. Namun, menurut seorang pejabat Amerika Serikat, AS sudah mengetahui dukungan Turki secara keseluruhan untuk pemberontak.

Turki sekarang tampaknya menjadi pemain eksternal Suriah yang paling kuat. Sebab, Turki memiliki pasukan di Suriah dan akses komunikasi ke para pemimpin pemberontak.

Tank yang ditinggalkan pasukan Pemerintah Suriah di Aleppo, 3 Desember 2024.
Milisi Hayat Tahrir al-Sham (HTS) bersiap menyerbu pasukan pemerintah Suriah di Aleppo pada 27 November 2024
Kondisi Idlib selepas pertempuran pasukan pemerintah dan milisi oposisi Suriah pada 2 Desember 2024

Turki berhasil mengamankan kembalinya pengungsi Suriah dan mengekang kekuatan kelompok Kurdi Suriah yang menguasai wilayah di timur laut Suriah dan didukung oleh AS. Turki menganggap mereka teroris.

Quote

Setelah Suriah kehilangan Aleppo, pasukan Suriah tidak pernah pulih. Pasukan Assad semakin lemah, sementara pemberontak semakin kuat.

Sebagai bagian dari serangan awal, SNA yang didukung Turki merebut sebagian besar wilayah, termasuk kota Tel Refaat, dari pasukan Kurdi yang didukung AS. Sumber keamanan Turki menyebutkan pemberontak sudah memasuki kota Manbij setelah memukul mundur pasukan Kurdi.

”Turki menang paling banyak. Erdogan ternyata berada di pihak yang menang karena proksinya di Suriah menang,” kata pengamat politik di Turki, Birol Baskan.

Kondisi rentan

Oposisi menyerang di saat Assad sedang dalam kondisi paling rentan. Rusia, Iran, dan Hizbullah Lebanon gagal memobilisasi kekuatan persenjataan untuk membantu Assad. Sebab, mereka sedang sibuk sendiri berperang di tempat lain.

Militer Suriah yang lemah tidak mampu melawan pemberontak. Tank dan pesawat disebutkan tidak memiliki bahan bakar lagi akibat korupsi dan penjarahan. Selama dua tahun terakhir, moral di militer terkikis parah.

Peneliti di lembaga kajian Century International, Aron Lund, mengatakan, koalisi yang dipimpin HTS lebih kuat dan lebih koheren dibandingkan pasukan pemberontak sebelumnya. ”Banyak unsur perbuatan Golani di sini. Namun, kelemahan rezim tetap jadi faktor penentu. Setelah Suriah kehilangan Aleppo, pasukan Suriah tidak pernah pulih. Pasukan Assad semakin lemah, sementara pemberontak semakin kuat,” ujarnya.

Kelompok pemberontak bergerak cepat dengan merebut Hama pada 5 Desember dan Homs pada 8 Desember. Pada saat yang sama, pasukan Suriah kehilangan Damaskus. Ini melampaui ekspektasi.

”Ada peluang, tetapi tidak seorang pun menduga rezim akan runtuh secepat ini. Semua orang menduga akan terjadi pertempuran sengit,” kata Ketua Partai Liberal Suriah Bassam Al-Kuwatli, kelompok oposisi kecil yang bermarkas di luar Suriah.

Tank pasukan Pemerintah Suriah disita milisi oposisi di pinggiran Aleppo, 29 November 2024.
Milisi dan pendukung oposisi Suriah di tank yang ditinggalkan pasukan pemerintah Suriah di Aleppo pada 30 November 2024
Kendaraan tempur pasukan pemerintah Suriah dikuasai milisi oposisi di Hama pada 3 Desember 2024

Situasi lain yang menguntungkan bagi pemberontak adalah Hizbullah menarik banyak pejuang elitenya dari Suriah sejak tahun lalu. Hizbullah Lebanon mendukung Assad di awal-awal perang Suriah.

Belakangan, kelompok itu kemudian memfokuskan perlawanannya dengan Israel setelah terjadi perang Gaza. Israel memberikan pukulan berat kepada Hizbullah, terutama setelah serangan yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan banyak komandan serta pejuangnya.

Serangan pemberontak di Suriah dimulai pada hari yang sama saat gencatan senjata mulai berlaku dalam konflik Lebanon, 27 November 2023.

Hizbullah disebutkan tidak ingin terlibat dalam pertempuran besar di Suriah karena sedang fokus pemulihan setelah terpukul berat. Bagi aliansi pemberontak, penarikan Hizbullah ini menjadi peluang yang berharga. (AFP/REUTERS/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

kris mad
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan