Cetak Kemenangan Tandang Terbesar, Como Masuk Zona Eropa

Como menggusur Juventus untuk berada di peringkat keenam. Peluang Como, yang mengandalkan pemain muda, untuk menembus empat besar sangat terbuka.

25 Nov 2025 10:54 WIB · Olahraga

AP/LaPresse /Fabio Ferrari

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

TURIN, SELASA — Tim-tim besar Liga Italia patut waspada pada ancaman Como. Perlahan ”I Lariani” menunjukkan kemampuan sebagai penantang serius untuk memperebutkan tiket kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Hal itu ditampilkan Como dengan membungkam Torino 5-1 di Stadion Olimpico Grande Torino, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB. Koleksi tiga poin itu membawa Como menggeser Juventus, tim sekota Torino, di peringkat keenam klasemen sementara.

Berada di posisi keenam menandakan Como sudah menembus zona kompetisi Eropa. Peringkat keenam setara dengan jatah tampil di Liga Konferensi Eropa.

Peluang Como untuk terus menanjak sangat terbuka. Mereka hanya berjarak tiga poin dari Inter Milan yang duduk di peringkat keempat. Posisi itu adalah batas untuk menjadi duta Italia di Liga Champions.

Pelatih Como Cesc Fabregas merayakan kemenangan timnya atas Torino pada laga Serie A Italia di Stadion Olimpico Grande Torino, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB. Como menang 5-1 pada laga itu.

Pada pekan depan, Como akan menghadapi tim promosi, Sassuolo, yang seharusnya bisa dikalahkan di kandang sendiri. Selanjutnya, Como akan datang ke Stadion San Siro untuk menantang Inter.

Pelatih Como Cesc Fabregas semringah menyaksikan performa apik anak asuhannya di markas Torino. Mereka tidak sekadar dominan dalam permainan dengan koleksi 65 persen penguasaan bola dan mengurung pertahanan tim tuan rumah, tetapi juga tampil efektif dengan menghasilkan banyak gol.

”Ini adalah penampilan yang selalu ingin saya saksikan dari tim. Mereka adalah kumpulan pemain muda yang bertalenta dan memiliki rasa lapar,” ucap Fabregas kepada DAZN seusai laga.

Lebih lanjut, Fabregas mengakui timnya masih kesulitan menemukan konsistensi. Meskipun telah mengoleksi 10 gim tak terkalahkan di Liga Italia, mereka hanya empat kali menang dalam periode itu.

”Memang masih ada masa naik dan turun. Saya berharap ini masih permulaan kami untuk semakin baik di musim ini,” kata Fabregas yang dikenal sebagai salah seorang gelandang terbaik di era 2000-an.

Pemain Como Jayden Addai menggiring bola saat melawan Torino pada laga Serie A Italia di Stadion Olimpico Grande Torino, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB. Como menang 5-1 pada laga itu.

Skor terbesar

Como mengemas keunggulan terbesar mereka di laga tandang dalam sejarah berkontestasi di Serie A, kompetisi kasta tertinggi Italia. Parade gol Como dimulai oleh Jayden Addai di menit ke-36. Walaupun Torino sempat menyamakan skor melalui eksekusi penalti Nikola Vlasic pada pengujung babak pertama, Como menggila setelah turun minum.

Dimulai dengan brace Addai di menit ke-52, tiga pemain Como lainnya silih berganti membuat pendukung Torino terdiam. Mereka adalah Jacobo Ramon (menit ke-71), Nico Paz (menit ke-76), dan Martin Baturina (menit ke-86).

Khusus untuk Paz, sebuah gol ke gawang Torino membantunya berada di puncak daftar pencetak gol bersama empat pemain lain, yaitu Hakan Calhanoglu (Inter), Christian Pulisic (AC Milan), dan Riccardo Orsolini (Bologna). Lima pemain itu telah mencetak lima gol di pekan ke-12.

Pada laga menghadapi Torino, Fabregas masih kehilangan tiga pemain andalan, yakni Sergi Roberto, Assane Diao, dan Alberto Dossena, yang masih dibekap cedera. Namun, hal itu membuktikan tangan dingin Fabregas untuk menerapkan rotasi di skuad I Lariani.

Fabregas menyatakan, Como mengedepankan performa kolektif. Ia selalu bertekad membantu setiap pemain untuk mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.

Pemain Como Nico Paz merayakan golnya ke gawang Torino pada laga Serie A Italia di Stadion Olimpico Grande Torino, Selasa (25/11/2025) dini hari WIB. Como menang 5-1 pada laga itu.

”Tim ini sangat berpikiran terbuka. Kami bekerja dalam cara agar semua pemain bisa melakukan segalanya,” kata Fabregas.

Bagi Torino, kekalahan dari Como adalah hasil buruk paling menyakitkan di kandang musim ini. Sebelumnya, ”Il Toro” juga mengalami kekalahan mutlak 0-3 dari Atalanta di kandang sendiri pada pekan keempat.

Mereka juga sudah pernah menderita kekalahan dengan kemasukan lima gol. Hal itu terjadi saat mereka takluk 0-5 kepada Inter Milan di San Siro pada gim pembuka musim.

”Kami harus meminta maaf kepada pendukung. Kami tidak memberikan respons yang seharusnya kami lakukan di babak kedua,” ujar Pelatih Torino Marco Baroni kepada Sky Sport Italia.

Torino pun gagal mempertahankan tren enam gim nirkalah sebelumnya. Alhasil, mereka gagal masuk ke zona 10 besar karena masih tertahan di peringkat ke-12 dengan koleksi 14 poin.

”Kekalahan seperti ini tidak bisa lagi terjadi. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil buruk ini karena gagal memberikan perubahan untuk permainan tim,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti