Cristian Chivu ingin Inter Milan bermain agresif, mengalirkan bola ke depan dengan cepat, tetapi tetap seimbang di setiap lini. Dia pun menyiapkan beberapa formasi.
29 Jul 2025 18:36 WIB · Olahraga
MILAN, SENIN — Pelatih Cristian Chivu mulai membuka gaya permainan Inter Milan yang ingin dia bangun musim ini. Mantan pemain bertahan ”I Nerazzurri” itu menuntut Lautaro Martinez dan kawan-kawan bermain agresif, vertikal, tetapi tetap memiliki keseimbangan di setiap lini. Dia pun akan mulai mengasah beberapa formasi permainan yang dinamis dan tidak terjebak pada skema tertentu, seperti 3-5-2.
Dalam Piala Dunia Antarklub lalu, Chivu masih mempertahankan pola 3-5-2, tetapi lebih fleksibel dengan variasi 3-4-1-2 dan 3-4-2-1. Bahkan, dia pernah menerapkan pola eksperimen 4-4-2 saat kalah dari Fluminense.
”Pola 3-4-2-1 atau yang lainnya, itu hanyalah angka dan akan tetap seperti itu. Prinsipnya yang terpenting dan niat kami adalah untuk bermain agresif, vertikal, dan seimbang, serta meraih hasil melalui momen-momen pertandingan di sepanjang musim,” ujar Chivu dalam konferensi pers pada hari pertama latihan Inter Milan di Pusat Latihan BPER, Appiano Gentile, Milan, Senin (28/7/2025).
Terkait pola dasar apa yang akan dia terapkan di Inter, Chivu akan fokus pada fondasi tim yang memiliki banyak pemain tengah yang kuat. Dia juga mengindikasikan tidak akan memainkan tiga striker, meskipun akan memiliki enam algojo gol jika Ademola Lookman berlabuh dari Atalanta. Memiliki enam pemain serang memang terkesan berlebihan dengan pola dua striker sehingga memunculkan spekulasi Chivu juga akan meracik pola dengan tiga striker.
”Saya tidak pernah bilang akan bermain dengan tiga striker. Saya hanya bicara soal lini tengah. Ketika saya bicara soal angka, saya bilang itu hanya angka. Bahkan, di masa lalu, fondasi tim ini selalu 3-5-2. Tetapi, dalam banyak pertandingan, mereka sering bermain dengan empat penyerang. Tergantung bagaimana mereka datang untuk menyerang, bagaimana mereka ingin melukai, atau bagaimana Anda ingin menembak dalam situasi tertentu,” ujar Chivu di laman resmi Inter Milan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/874e04933ee033ec2815fdabbb5f7b5f-CWC_Inter_Milan_Chivu_Soccer.jpg)
”Saat ini penguasaan lapangan selalu bergantung pada apa yang diberikan lawan. Terkadang, 3-5-2 bisa berubah menjadi 3-2-5, 4-2-4, atau 4-4-2,” kata Chivu melanjutkan.
”Anda harus tahu bagaimana menafsirkan sesuatu, bersikap agresif, menggoyahkan pertahanan, mengalahkan lawan, menerima duel, dan berusaha memenangi itu. Siapa pun yang memenangi duel juga akan memenangi pertandingan. Kami fokus pada hal itu, pada prinsip-prinsip, mencoba segera memberikan identitas agar tidak lengah ketika kami harus mengubah sesuatu selama musim. Kami akan melatih lebih banyak formasi selama periode ini agar siap berganti dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya dan selama pertandingan,” papar Chivu.
Identitas permainan Chivu memang belum terlihat solid dalam laga-laga Piala Dunia Antarklub 2025. Dia masih memerlukan pemain dengan kemampuan menggiring bola yang solid untuk menciptakan dinamika permainan. Sosok itu diyakini ada pada Ademola Lookman yang sedang dalam negosiasi transfer.
Jika negosiasi berjalan lancar, menurut CEO Inter Milan Giuseppe Marotta, transfer pemain sayap Atalanta itu akan selesai dalam dua hingga tiga hari. Saat ini, Inter diyakini bersedia menaikkan nilai transfer dari 40 juta euro menjadi 43 juta euro, termasuk bonus. Namun, pada Selasa (29/7/2025) siang, Inter dikabarkan menaikkan tawaran menjadi 45 juta euro, mendekati permintaan Atalanta 50 juta euro untuk pemain Nigeria itu.
”Bursa transfer masih ada sebulan lagi. Saya tidak merahasiakan fakta bahwa Lookman adalah elemen penting, baik atas rekomendasi staf teknis dan juga pelatih. Menurut saya, dia ada dalam daftar semua direktur olahraga, bukan hanya Italia, melainkan juga Eropa. Akan tetapi, bagaimanapun juga dia adalah pemain Atalanta hari ini. Kami memiliki hubungan sangat baik dengan Atalanta dan kami tidak ingin mengusik itu,” ucap Marotta.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/03/1f6df315-8ed6-4085-a229-51346fe79c33_jpg.jpg)
”Saya tidak akan menyangkal bahwa saya telah beberapa kali berbicara dengan Luca Percassi (CEO Atalanta). Masih terlalu dini untuk mengetahui apa yang akan terjadi, tetapi dia adalah salah satu dari pemain itu,” ungkap Marotta kemudian.
Terkait dengan perburuan pemain serang yang kuat dalam dribel itu, Marotta terkesan optimistis. Ia memperkirakan status Lookman akan terang dalam dua hingga tiga hari ke depan. Dia juga menguak bahwa Lookman juga diinginkan oleh Chivu untuk menyempurnakan sistem permainan yang akan diterapkan.
”Pelatih dan saya sama-sama mencari pemain dengan fleksibilitas tertentu dan yang memberi dia kemampuan untuk bermain di sistem ini. Jadi, jelas bahwa dia mewakili profil yang cocok untuk model ini. Tetapi, dia bukan satu-satunya. Ada nama-nama lain. Saya tidak akan menyangkal bahwa dalam dua atau tiga hari, kami akan mencapai kesimpulan tentang apa yang sedang dibahas antara Inter dan Atalanta,” ujar Marotta.
”Jika kondisinya tepat dan Atalanta bertekad untuk menjual dia, tentu saja kami akan mencoba memulai negosiasi konkret untuk mungkin mencapai kesimpulan. Jika tidak, akan ada apa yang disebut pilihan berbeda,” ucap Marotta.
Selain melihat karakter permainan Lookman, Inter juga mempertimbangkan kedewasaan pemain berusia 27 tahun itu. Lookman memang sudah tidak muda, tetapi pengalaman dan kematangannya akan penting bagi perkembangan para pemain muda yang akan dimasukkan dalam skuad Nerazzurri musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/01/b78b88ff-e730-4ee1-9835-b47c31d5e2e7_jpg.jpg)
”Kita semua sepakat, dalam sepak bola, kita jarang menang dengan sebelas pemain berbakat. Selain bakat, kita juga perlu pengalaman, karakter yang sangat kuat. Lookman bukanlah pemain yang menarik di bursa karena usianya. Akan tetapi, keuntungan yang bisa dia berikan kepada kita adalah kualitasnya. Lalu, adalah fakta bahwa pemain yang bagus memberikan keterampilan penting kepada pemain muda dan juga meningkatkan nilai pemain muda,” tegas Marotta dikutip La Gazzetta dello Sport.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto