Cinta Antasyafi Robby ke Panjat Tebing Berbalas Emas

Bersama Puja Lestari, Antasyafi Robby Al Hilmi kembali membawa panjat tebing kawinkan emas di SEA Games Thailand 2025. Cinta Robby ke disiplin "speed" berbalas.

13 Des 2025 21:38 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dan Kelvin Hianusa dari Bangkok, Thailand

BANGKOK, KOMPAS — Kalau ada yang mencintai panjat tebing speed sepenuh hati hingga membuatnya bahagia dan bangga nyaris setiap hari, salah satu orangnya adalah Antasyafi Robby Al Hilmi. Kecintaan Robby pada disiplin ini pun berbuah satu dari dua medali emas disiplin speed  Indonesia di SEA Games Thailand 2025, pesta olahraga Asia Tenggara pertama dan terakhirnya.

Robby menyumbang satu dari dua medali emas yang diraih tim speed Indonesia pada perlombaan di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025) malam. Emas dari kategori putri diraih oleh Puja Lestari.

Baik putra maupun putri, tim speed menciptakan final sesama Indonesia. Robby menghadapi Alfian Muhammad Fajri yang akhirnya menyumbang perak, sedangkan Puja beradu kecepatan dengan Susan Nurhidayah.

”Senang semuanya bisa berjalan lancar, bisa perform yang ditunjukkan dengan catatan waktu terbaik, dan kalau sudah seperti itu, medali pasti mengikuti,” kata Robby.

Pemanjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi (kiri) meraih emas setelah beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Adapun Alfian finis 5,08 detik di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).

Tidak seperti selepas semifinal yang dimenanginya, Robby tidak terlalu ekspresif setelah finis pertama pada perlombaan final speed. Robby tetap mengepalkan tangannya, tetapi tampak lebih bisa menahan emosi. Padahal, kali ini, emas sudah ada di tangan.

Robby mengalahkan rekan sesama pemanjat Indonesia sekaligus seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Catatan waktu ini melampaui rekor terbaiknya di latihan, 4,86 detik. Walakin, pada semifinal, Robby lebih dulu menajamkan rekor itu dengan finis 4,82 detik.

Quote

Kebanggaannya setiap hari karena bisa sampai atas, bisa manjat cepat, dan lainnya.

Wajar jika kemudian Robby begitu gembira hingga tak bisa menahan emosi. Mencetak rekor pribadi di kompetisi adalah istimewa. Apalagi, pemanjat berusia 18 tahun ini meraihnya lewat pertarungan dengan wakil tuan rumah yang sejak awal diantisipasi, Aphiwit Limpanicpakdee.

Sejak awal, Robby meyakini kemampuannya bisa mengantarkan ke catatan waktu yang baik dan hasil yang baik. Namun, atlet asal Gresik, Jawa Timur, itu tidak mau lengah. Sebab, seperti yang selalu diutarakan pelatih tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir, panjat tebing memiliki tingkat kesalahan yang tinggi. ”Jadi, lawannya adalah diri sendiri,” ujar Robby.

Pemanjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas setelah beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Adapun Alfian finis 5,08 detik di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).

Dan keberhasilan Robby mengalahkan diri sendiri itu membawa ke puncak tertinggi pertamanya sejak menekuni speed dua tahun terakhir. Medali emas menjadi seolah membalas cinta Robby pada speed, disiplin panjat tebing yang menurutnya selalu memberinya kebahagiaan dan kebanggaan nyaris setiap hari. Tidak peduli dalam perlombaan atau latihan, ditonton atau sendirian, kebahagiaan itu selalu terasa.

”Kalau di lead, saya puas ketika bisa memuncaki jalur yang orang-orang enggak bisa. Dapat sorakan ketika saya paling tinggi, tapi itu cuma waktu lomba saja. Kalau di speed, meskipun saya enggak lomba, saya bisa merasa puas dan bangga,” kata Robby.

”Kebanggaannya setiap hari karena bisa sampai atas, bisa manjat cepat, dan lainnya,” ujarnya lagi.

Ke SEA Games, Robby membawa kecintaan itu sehingga apa yang ada di pilirannya bukan semata-mata meraih medali emas. Robby ingin menikmati pemanjatan, setiap babaknya, siapa pun lawannya.

Selama sembilan tahun, Robby sebetulnya menekuni lead dan boulder. Dua disiplin itu melekat pada diri Robby karena merupakan titik awalnya mengenal panjat tebing pada 2014.

Di tempatnya pertama kali berlatih panjat tebing, Rock Hobbies Centre Gresik, hanya ada dinding lead dan boulder. Baru ada dinding speed pada 2019.

Pemanjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi tampil di perempat final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).

Robby baru menekuni speed setelah beralih disiplin karena sempat mengalami cedera jari. Sulit bagi Robby tetap melanjutkan fokusnya di lead, yang membutuhkan otot-otot kecil di tangan untuk memanjat, dalam kondisi cedera dengan tangan yang sulit menggenggam maksimal.

Pilihan ke speed diambil karena dinilai lebih memungkinkan karena tidak membutuhkan genggaman seerat lead yang sering kali harus menahan tubuh tergantung. Perubahan disiplin ini ternyata tepat.

Meski terbilang baru, perkembangan Robby cukup signifikan. Bahkan, rekor pribadi Robby sebelumnya, 4,86 detik, dicatatkan pertama kali pada tiga bulan lalu. Kendati belum konsisten di angka 4,8 detik sekian, Robby sudah terhitung belasan kali finis dalam waktu 4,90 detik. Bagi pemanjat yang baru berusia 18 tahun ini, catatan waktu itu istimewa.

Dengan 4,90 detik, Robby menyamai rekor dunia yang pernah diukir Veddriq Leonardo di Piala Dunia Panjat Tebing 2023 di Seoul, Korea Selatan. Adapun pemegang rekor dunia saat ini adalah Samuel Watson (Amerika Serikat) dengan mencatatkan waktu 4,67 detik di Piala Dunia 2025 seri Bali, Indonesia, kompetisi yang juga diikuti Robby.

Menurut Robby, perkembangannya yang signifikan itu karena ia punya bekal yang didapatkan dari sembilan tahun menekuni lead dan boulder. Hal itu, di antaranya, adalah daya tahan serta kekuatan tangan dan jari yang dibutuhkan di lead dan boulder untuk bisa memegang poin-poin kecil dan menuntaskan jalur pemanjatan.

Pemanjat tebing disiplin speed putri, Puja Lestari, menahan haru setelah meraih emas SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Puja meraih emas setelah finis dalam waktu 7,33 detik, sedangkan Susan 8,22 detik. Adapun Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas setelah menang beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Alfian finis 5,08 detik.
Pemanjat tebing disiplin speed putra Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas setelah beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Adapun Alfian finis 5,08 detik di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).
Pemanjat tebing disiplin speed putri, Susan Hidayah dan Puja Lestari, beradu kecepatan di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Puja meraih emas setelah finis dalam waktu 7,33 detik, sedangkan Susan 8,22 detik. Adapun Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas setelah menang beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Alfian finis 5,08 detik.
Pemanjat tebing disiplin speed putri, Susan Hidayah (kiri) dan Puja Lestari, beradu kecepatan di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Puja meraih emas setelah finis dalam waktu 7,33 detik, sedangkan Susan 8,22 detik. Adapun Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas setelah menang beradu kecepatan dengan seniornya, Alfian Muhammad Fajri, dengan catatan waktu 4,83 detik. Alfian finis 5,08 detik.
(Dari kiri ke kanan) Pemanjat tebing disiplin speed putri, Susan Hidayah, Alfian Muhammad Fajri, Puja Lestari, dan Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbang dua medali emas dan dua medali perak di final SEA Games Thailand 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Stadion SAT, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).

Adapun Puja senang dan bersyukur bisa membawa pulang medali emas pada debut di SEA Games. Meski begitu, pemanjat berusia 22 tahun ini tidak puas karena merasa belum mencapai performa terbaik. ”Mungkin, ada maksud Tuhan di balik itu, salah satunya biar Puja tidak cepat puas,” ucapnya.

Dengan tambahan dua medali emas dari speed, panjat telah mempersembahkan total empat medali. Jumlah ini melampaui target 2-3 emas yang ditetapkan tim pelatih dan federasi.

”Kami memilih menurunkan sebagian besar atlet yunior, bukan atlet lapis pertama. Walaupun yunior dengan usia masih muda, mereka mampu menorehkan prestasi luar biasa. Di speed, untuk yunior yang usianya di bawah 20 tahun, bisa finis di bawah 5 detik itu luar biasa. Perjalanannya masih panjang, tapi yang jelas ’stok’ atlet kita untuk Olimpiade banyak,” tutur Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia, Yenny Wahid.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.



Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dan Kelvin Hianusa dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase