Pramono Anung dan Rano Karno dinilai memimpin Jakarta ke arah lebih baik. Namun, kasus tawuran, sampah, parkir, dan kemacetan masih menjadi sorotan minor warganet.
23 Jun 2025 06:00 WIB · Metropolitan
Daerah Khusus Jakarta yang dipimpin oleh Pramono Anung dan Rano Karno dinilai warganet melangkah ke arah dan kondisi yang lebih baik. Meski demikian, sorotan minor tertuju pada penanganan tawuran warga, sampah, parkir, dan kemacetan.
Litbang Kompas melalui Kompas Monitoring melakukan pemantauan sentimen media sosial terkait Pramono dan Rano dalam konteks kepemimpinan dan kinerja mereka menata Jakarta. Periode pemantauan mulai 1 Mei hingga 15 Juni 2025. Selama kurang lebih satu setengah bulan diperoleh data atensi warganet yang menunjukkan 60 persen warganet memandang positif perkembangan kota Jakarta. Sebaliknya yang mengungkapkan sentimen negatif ada 15 persen. Sementara itu, 25 persen warganet berada di area netral.
Temuan tersebut senada dengan hasil survei Litbang Kompas pada 10-14 Juni 2025 yang melibatkan 400 responden di seluruh wilayah Jakarta. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Pramono Anung sebesar 64,5 persen dan terhadap Rano Karno sebanyak 57,5 persen.
Data percakapan yang diperoleh dari Facebook, Instagram, Youtube, Tiktok, dan X dikelompokkan berdasarkan topik percakapannya. Dengan cara tersebut, diperoleh empat bidang yang paling banyak diperbincangkan oleh warganet beserta topik turunannya. Empat bidang tersebut adalah transportasi, tata kota dan lingkungan, penanggulangan banjir dan kebakaran serta terkait sosial budaya, pendidikan, dan kesehatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/22/30c107d8-4ca9-43fd-b8d3-01d7ecaccdaa_jpg.jpg)
Bidang transportasi menuai 57 persen sentimen positif dari warganet, dibandingkan dengan sentimen negatifnya yang 19 persen. Sentimen positif yang paling tinggi terdapat pada komponen kondisi transportasi umum di Jakarta yang nilainya 63 persen. Angka tersebut mencerminkan kepuasan warganet pengguna kendaraan umum yang merasa terlayani dengan relatif baik.
Sentimen positif terhadap Pramono-Rano disumbang oleh momen pembukaan jalur-jalur baru Transjakarta yang menghubungkan pusat kota dengan daerah-daerah penyangga. Jalur Transjakarta yang baru, antara lain, rute Blok M-PIK 2, Sawangan-Lebak Bulus, Bogor-Blok M, dan Alam Sutera-Blok M.
Bergeser pada bidang tata kota dan lingkungan, secara umum, 63 persen warganet menilai dengan sentimen positif, angka yang tebilang relatif baik tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi.
Angin segar penataan ruang di Jakarta berembus salah satunya dari kawasan Blok M. Pemprov Jakarta melakukan revitalisasi dan melakukan penjenamaan kembali (rebranding) Blok M Hub. Sudut-sudut Blok M dipercantik untuk menarik minat warga berkunjung. Area bawah tanah yang semula usang dan suram, kini bersolek dengan warna cerah khas ornamen budaya Betawi.
Sentimen terhadap kebijakan dan program tata kota yang bernada positif mencapai 65 persen. Selain karena sedang giatnya mempercantik beberapa kawasan, Pramono belum lama ini menyatakan akan berkoordinasi dengan Adhi Karya untuk melakukan pembongkaran tiang monorel yang mangkrak.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/22/09d404c8-b94f-4b75-9723-701def0e03da_jpg.jpg)
Penataan ruang dan lingkungan secara umum mendapat sorotan positif dari warganet. Warganet banyak membicarakan pengerukan sungai-sungai yang terus dilakukan oleh pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum.
Ada pula obrolan terkait proyek pembangunan rumah pompa baru untuk mengatasi banjir. Pramono pada akhir Mei 2025 meresmikan Rumah Pompa Sunter C di Jakarta Utara. Rumah pompa tersebut adalah salah satu dari 13 unit yang dicanangkan pada proyek penanggulangan banjir di wilayah Jakarta.
Hal positif lainnya yang disoroti oleh warganet, yakni terkait penanggulangan kebakaran khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Pada awal Mei 2025, Pramono membagikan alat pemadam api ringan (APAR) kepada sembilan perwakilan RT di Jakarta Barat. Program ini akan bergulir ke seluruh wilayah Jakarta.
Di tengah ancaman kebakaran bagi permukiman di Jakarta, penyediaan APAR di tingkat RT menjadi salah satu langkah tepat untuk meminimalisasi kebakaran. Secara keseluruhan, bidang antisipasi bencana oleh pemprov diapresiasi oleh warganet dengan 62 persen komentar dan konten dengan nada positif.
Setali tiga uang dengan ranah penanggulangan bencana, pembangunan bidang budaya, pendidikan dan kesehatan mendapat 59 persen sentimen positif. Bidang ini terdiri dari pembangunan di aspek pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/22/2f8d2336-3cb5-4ed7-827e-f06fe81f9167_jpg.jpg)
Sentimen positif pada sektor pendidikan yang mencapai 57 persen disokong oleh ujaran Pramono yang akan mengupayakan sekolah swasta dapat diakses secara gratis. Pasalnya, selama ini hanya sekolah negeri yang bisa membebaskan tagihan biaya para peserta didiknya.
Sementara itu, bidang kesehatan juga memperoleh sorotan positif dari warganet. Pada Mei 2025, Pemprov Jakarta meluncurkan tiga layanan kesehatan baru. JakAmbulans disediakan untuk meningkatkan respons pelayanan kesehatan, terutama ketika kondisi darurat. JakCare ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan mental. Pasukan putih yang baru dibentuk ditugaskan untuk melayani warga lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Selanjutnya, dari bidang sosial budaya terdapat dua topik yang paling ramai diobrolkan warganet, yakni perhatian pada budaya Betawi dan dukungan pada klub sepak bola Persitara. Pramono yang selalu menunjukkan perhatian kepada budaya Betawi memperoleh 93 persen sentimen positif. Topik ini adalah yang tone positifnya paling tinggi di antara semua bidang.
Salah satu bentuk keberpihakan Pramono terhadap budaya Betawi adalah akan diberlakukan pelarangan mengamen menggunakan ondel-ondel. Alasannya, ondel-ondel adalah warisan budaya. Selain itu, gestur keberpihakan terhadap budaya Betawi juga ditunjukkan dengan corak ornamen Blok M Hub yang kental nuansa Betawi.
Selain budaya Betawi, Pramono juga menaruh perhatian pada klub sepak bola Persitara Jakarta Utara. Wujud konkretnya adalah melakukan revitalisasi Stadion Tugu, kandang dari klub kebanggaan warga Jakarta Utara tersebut. Hal ini dibarengi dengan prestasi Persitara yang lolos masuk kompetisi Liga 3 Nusantara yang sebelumnya berangkat dari Liga 4 Nusantara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/22/92cebdcd-9882-4304-9d1e-a0dcf5501482_jpg.jpg)
Meskipun demikian, catatan perbaikan juga disuarakan warganet yang dapat diidentifikasi melalui sentimen negatif. Layanan transportasi dan kemacetan merupakan persoalan klasik Jakarta yang masih menjadi keluhan yang dominan. Di antara tiga topik seputar transportasi, isu kemacetan menyumbang sentimen negatif yang terbilang cukup tinggi, yakni 28 persen.
Selain kemacetan, isu lain yang mencuat adalah keterbatasan lahan parkir dan pungutan liar di kawasan seperti Blok M, meskipun pemerintah telah mengedukasi soal tarif parkir satu kali masuk. Praktik juru parkir liar di ruang publik terus menjadi sorotan karena lemahnya penegakan aturan.
Dalam lingkup tata kota, pengelolaan sampah memperoleh sentimen negatif yang paling besar, yakni 37 persen. Sampah menjadi satu persoalan yang sama klasiknya dengan kemacetan bagi Jakarta.
Sentimen negatif yang terbilang tinggi lainnya terlihat pada wacana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GWS). Wacana tersebut menuai 32 sentimen negatif dari warganet. Sentimen negatif muncul ketika menanggapi seberapa efektif nantinya tembok laut mengamankan Jakarta dari banjir. Selain itu, rencana anggaran senilai Rp 164 triliun untuk biaya pembangunan juga mendapat sorotan mengingat masih banyak persoalan selain banjir yang bisa diselesaikan dengan anggaran sebesar itu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/22/578e820a-fdf6-4754-9e8d-4c45f4e49898_jpg.jpg)
Sementara rapor merah pada bidang pembangunan manusia Jakarta ada pada penanganan kasus kenakalan remaja dan tawuran yang berulang terjadi. Jurus yang dilancarkan Pramono, seperti Manggarai bershalawat dan mengajak anak ke perpustakaan, seperti obrolan yang beredar di media sosial, menuai sentimen negatif cukup tinggi, mencapai 46 persen. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding dengan sentimen negatif dari semuat topik terkait pemerintahan Pramono-Rano.
Benang merah yang dapat diambil dari atensi warganet penilaian baik pemerintahan Pramono-Rano lebih banyak muncul dari segi pembangunan fisik, mulai dari transportasi umum, penataan ruang publik, antisipasi bencana, hingga layanan pendidikan dan kesehatan.
Namun, sederet persoalan yang perlu segera dicarikan solusi terkait kualitas manusia Jakarta. Penyakit masyarakat, seperti premanisme dan perilaku nyampah, perlu diberi sentuhan secara lebih intensif. Terbilang pula persoalan polusi udara yang tentu sejalan dengan kemacetan jalanan yang notabene didominasi oleh kendaraan pribadi.
Ungkapan dan ekspresi warganet, konten dengan nada positif maupun negatif merupakan cerminan kondisi kehidupan warga Jakarta. Suara mereka disalurkan melalui kanal media sosial. Melalui social listening, suara mereka dapat dimaknai sebagai petunjuk arah pembangunan Jakarta menjadi lebih baik lagi. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Yohanes Advent KrisdamarjatiEditor:
Andreas Yoga PrasetyoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase