Cuaca Buruk Hambat Pencarian Korban Longsor di Jateng

Beberapa hari pascalongsor, tim SAR gabungan masih mencari 27 korban hilang di Banjarnegara dan 7 korban hilang di Cilacap.

17 Nov 2025 18:52 WIB · Lingkungan

DOKUMENTASI BNPB

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Cuaca buruk dan kondisi tanah yang labil menjadi kendala dalam pencarian korban bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hingga Senin (17/11/2025) malam, di Banjarnegara ada 27 orang dalam pencarian, sedangkan di Cilacap masih 7 korban dicari.

Pencarian korban oleh tim SAR gabungan di lokasi longsor di kedua kabupaten itu mesti diakhiri lebih awal sebelum pukul 18.00 WIB. Penyebabnya, cuaca tidak kondusif dan tanah masih labil. Kondisi itu berisiko atas keselamatan petugas yang melakukan pencarian di lapangan.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono dalam siaran pers mengatakan, pencarian 27 korban hilang dalam longsor di Banjarnegara pada Senin ini atau hari ketiga bencana belum dapat dilakukan secara maksimal. Cuaca di sekitar lokasi mendung dan kondisi tanah di lokasi longsor masih labil.

”(Untuk) sementara, operasi SAR kami hentikan karena tanah masih labil dan dikhawatirkan ada longsor susulan. Di lokasi juga turun hujan dengan intensitas rendah,” katanya.

Budiono menyebut, operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Selasa (18/11/2025) pagi. Area pencarian dibagi menjadi tiga sektor, yaitu sektor A, B, dan C. Ia berharap cuaca mendukung.

Longsor melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (15/11/2025) sore. Bencana ini menyebabkan 2 orang meninggal dan 27 orang belum ditemukan. Sebanyak 823 warga juga diungsikan.

Alat berat dikerahkan untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (16/11/2025).

Sebelumnya, Kamis (13/11/2025) malam, longsor melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Berdasarkan data pada Senin sore, bencana ini menimbulkan 16 korban jiwa dan 7 orang hilang.

Quote

(Untuk) sementara, operasi SAR kami hentikan karena tanah masih labil dan dikhawatirkan ada longsor susulan.

Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah mengatakan, pencarian tujuh korban di Dusun Cibuyut (worksite A) dan Dusun Tarukahan (worksite B), Desa Cibeunying, diakhiri lebih awal karena turun hujan. Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Selasa pagi.

”Operasi SAR untuk Selasa pagi kami persempit di tiga titik di dua sektor, yaitu worksite A-1 satu korban dalam pencarian, B-1 tiga korban dalam pencarian, dan B-2 tiga korban dalam pencarian,” katanya.

Meski terkendala cuaca pada siang hari, pencarian korban oleh tim SAR gabungan di Kecamatan Majenang membuahkan hasil. Pada Senin pagi, hari kelima bencana, petugas menemukan tiga korban dari sepuluh korban hilang dalam kondisi meninggal.

Ketiga korban tewas itu adalah Nilna Nur Fauziah (9), Wafik Nur Aini Zahra (15), dan Cahyanto (57). Ketiganya ditemukan di worksite A-2, Dusun Cibuyut.

Foto drone lokasi dua hari pascabencana longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejatinya telah melakukan operasi modifikasi cuaca sejak Minggu (16/11/2025) di wilayah Jawa Tengah. Tujuannya agar hujan tidak turun di wilayah terdampak sehingga pencarian dan pertolongan dapat dimaksimalkan.

”Kita manusia, sehebat apa pun peralatan kita dan setinggi apa pun pengetahuan kita, kalau sudah kehendak mahakuasa mau diapakan lagi,” kata Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto dalam rapat koordinasi di Cilacap, yang disiarkan langsung oleh akun Instagram @bpbdcilacap, Senin sore.

Suharyanto berpesan kepada petugas di lapangan bahwa target operasi SAR adalah menemukan semua korban. Khusus longsor di Majenang, masih ada waktu dua hari lagi untuk mencari tujuh korban hilang.

Jika hingga hari ketujuh belum semua korban ditemukan, tim SAR mesti berdialog dengan keluarga korban untuk memutuskan pencarian dihentikan atau dilanjutkan. ”Jika keluarga meminta dilanjutkan, kita lanjutkan pencarian,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar