Cuaca Buruk Bakal Jadi Teman Berlibur, Hati-hati Rencanakan Perjalanan

Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi menjadi perhatian serius di tengah pergerakan arus mudik.

20 Des 2024 19:49 WIB · Lingkungan

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Cuaca buruk dan gelombang tinggi bakal menemani warga berlibur selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Lampung dan sekitarnya. Semua pihak diminta berhati-hati merencanakan perjalanan.

Pada Jumat (20/12/2024), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Lampung. Ketinggian gelombang di perairan Selat Sunda bagian selatan, Teluk Lampung bagian selatan, dan perairan barat Lampung berkisar 1,25-2,5 meter.

Kecepatan angin mencapai 35 knot. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga Selasa (24/12/2024) dan rentan bagi keselamatan pelayaran, termasuk perahu nelayan, tongkang, dan feri.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Radin Inten II Lampung Selatan Rudi Hariyanto mengatakan, dengan kondisi ini, masyarakat diminta lebih berhati-hati merencanakan perjalanan mudik.

”Hujan deras disertai petir berpotensi terjadi pada siang hingga sore di Bandar Lampung selama beberapa hari ke depan. Kondisi itu juga bisa meluas ke beberapa daerah lain di Lampung,” kata Rudi.

Terkiat hal itu, General Manager ASDP Cabang Pelabuhan Bakauheni Syamsudin menyebut bakal patuh pada kebijakan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Namun, sejumlah hal sudah disiapkan untuk meminimalkan dampaknya.

Ketika terjadi cuaca buruk, misalnya, ASDP menyiapkan skema penundaan sementara pelayaran kapal. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengoperasian kapal tetap berjalan sesuai standar keselamatan.

Kendaraan keluar dari kapal feri yang bersandar di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (16/4/2024).

Selain itu, untuk kelancaran konsumen, ASDP mengoperasikan lima unit toll gate guna melayani pemudik roda dua saat memindai tiket. Sementara jumlah toll gate yang dioperasikan untuk kendaraan roda empat atau lebih sebanyak 14 unit.

Adapun pembelian tiket kapal hanya bisa dilakukan secara daring melalui aplikasi Ferizy. Calon penumpang sudah harus membeli tiket pada jarak minimal 4,2 kilometer dari Pelabuhan Bakauheni.

Pos pengamanan

Sementara itu, Kepala Polda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan kelancaran arus mudik.

”Kami fokus pada kelancaran transportasi lintas pelabuhan dan optimalisasi pengaturan lalu lintas di jalur strategis,” kata Helmy.

Selain merancang skema pengaturan lalu lintas, Polda Lampung juga telah mendirikan pos pengamanan dan menyiagakan personel kepolisian di jalur-jalur rawan kemacetan. Salah satunya di Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi jalur mudik utama. 

Antrean kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (14/4/2024).

Sebanyak 500 personel, misalnya, mulai disiagakan di 12 pos pengamanan di pelabuhan, rest area tol, jalan arteri, hingga lokasi wisata di Lampung Selatan.

Saat terjadi kepadatan lalu lintas di jalur yang menuju Pelabuhan Bakauheni, kepolisian akan mengalihkan kendaraan masuk ke rest area tol atau area parkir kendaraan di jalur arteri untuk sementara waktu.

Dia juga mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca pada kanal resmi seperti BMKG. Masyarakat diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima untuk perjalanan jarak jauh, seperti pengecekan rem, ban, dan mesin.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang