GANGGUAN LISTRIK

12 Tower Transmisi Rusak, Medan dan Sekitarnya Terdampak Pemadaman Listrik

Warga Kota Medan dan sekitarnya terdampak pemadaman listrik bergilir sejak Kamis (4/6/2026). Petugas PLN tengah memasang empat menara darurat untuk pemulihan.

06 Jun 2026 17:08 WIB · Ekonomi & Bisnis

DOKUMENTASI PLN UID SUMATERA UTARA

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Masyarakat Kota Medan dan empat daerah sekitarnya di Sumatera Utara terdampak pemadaman listrik bergilir selama tiga hari terakhir. Kondisi tersebut dipicu rusaknya 12 tower transmisi akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan.

Jonathan Sinaga (21), warga Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, mengatakan, hingga Sabtu (6/6/2026) siang dirinya masih terdampak pemadaman listrik bergilir. Pemadaman ini terjadi sejak Kamis (4/6/2026).

”Dari Kamis kemarin hingga sekarang, mati lampu (listrik padam) setiap hari. Sekarang (pukul 14.00), situasinya sedang mati lampu. Makanya, jaringan internet agak susah,” kata Jonathan saat dihubungi dari Padang, Sumatera Barat, Sabtu siang.

Menurut Jonathan, biasanya di wilayah Medan Selayang pemadaman terjadi pada malam hari. Namun, pada Sabtu pemadaman terjadi pada pagi hingga siang hari.

Petugas PLN melakukan penormalan jaringan listrik di Kota Medan pasca-kejadian cuaca ekstrem di Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Pada Jumat (5/6/2026), kata Jonathan, listrik padam mulai pukul 19.00 dan baru menyala pada Sabtu pukul 03.00. Namun, pada Sabtu pukul 06.00 listrik kembali padam dan hingga pukul 14.00 belum menyala.

”Kami sangat terganggu dengan pemadaman listrik ini. Kami tidak bisa ngapa-ngapain. Jaringan internet terganggu, sedangkan kami dalam masa UAS (ujian akhir semester). Kami berharap pemulihannya dipercepat,” ujar mahasiswa Universitas Sumatera Utara ini. 

Jonathan menambahkan, situasi listrik padam juga diperparah dengan banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Medan. Di Medan Selayang, banjir merendam jalan raya dan mengganggu mobilitas masyarakat pada Jumat malam. Kini, banjir telah surut. 

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara Darma Saputra mengatakan, distribusi listrik di Medan dan sekitarnya memang terganggu. Situasi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang merusak 12 tower atau menara transmisi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, pada Kamis lalu.

”Hujan dan angin kencang menyebabkan 12 tower transmisi PLN rusak. Sembilan tower roboh dan tiga tower rusak. Lokasinya di Serdang Bedagai,” kata Darma saat dihubungi dari Padang, Sabtu.

<em>Tower</em> transmisi listrik PLN roboh akibat cuaca ekstrem hujan dan angin kencang di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Akibat rusaknya 12 menara transmisi itu, Darma menyebut, pasokan listrik menuju sebagian titik di lima kabupaten/kota terganggu, yaitu Medan, Binjai, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai. Para pelanggan di lima daerah itu pun terdampak pemadaman bergilir.

”Kami sekarang sedang mengalami skema manajemen beban (pemadaman bergilir). Beban menuju lima kota besar ini fluktuatif. Setelah dianalisis, setiap pelanggan bisa merasakan (pemadaman) 3-4 jam dan dalam sehari bisa kena 2-3 kali,” ujarnya.

Darma menambahkan, sampai saat ini PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera masih berupaya memulihkan aliran listrik. Petugas di lapangan tengah membangun menara darurat.

”Empat tower darurat dibangun untuk mempercepat tersalurnya Sutet 275 kV. Jika tidak ada kendala cuaca dan lainnya, pekerjaan (pemulihan) ditargetkan sampai 14 Juni 2026,” kata Darma. 

Masyarakat beraktivitas menggunakan lilin akibat listrik yang padam total di sistem Sumatera bagian utara di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (22/5/2026) malam.

Darma mengimbau masyarakat agar tidak panik. Situasi ini tetap dalam pantauan dan PLN bekerja 24 jam agar distribusi listrik segera pulih. Sebagai antisipasi listrik padam, warga diminta mempersiapkan genset atau alat penerangan sementara.

”Kami mengimbau dalam penggunaan genset harus tetap mengutamakan keselamatan. Jangan menyalakan genset di dalam rumah karena dapat membahayakan keselamatan,” ucapnya.

Masyarakat yang beristirahat di luar rumah, misalnya di kendaraan, juga diimbau memperhatikan keselamatan. ”Jangan sampai terjadi kecelakaan dalam beristirahat di dalam kendaraan,” tuturnya.

Quote

Setelah dianalisis, setiap pelanggan bisa merasakan (pemadaman) 3-4 jam dan dalam sehari bisa kena 2-3 kali.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto