PIALA DUNIA 2026

Cunha dan Vinicius Dekatkan Brasil ke 32 Besar

Brasil mengalahkan Haiti 3-0 berkat sumbangan dua gol Matheus Cunha dan satu gol dari Vinicius Junior. Brasil pun diambang lolos ke babak 32 besar.

20 Jun 2026 11:39 WIB · Olahraga

AP Photo/Derik Hamilton

Oleh Praseteyo Eko Prihananto dari Philadelphia, AS

PHILADELPHIA, KOMPAS — Matheus Cunha membayar lunas kepercayaan Pelatih Carlo Ancelotti dengan mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Haiti 3-0 pada laga penyisihan Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026) pagi WIB. Setelah pada laga pertama lawan Maroko Cunha hanya menjadi pemain cadangan, kali ini ia dipercaya sebagai starter dan langsung membuktikan ketajamannya.

Kehadiran Cunha di lini depan membuat lini serang Brasil menjadi lebih dinamis karena karakter sang pemain yang lebih rajin bergerak mencari ruang atau menjemput bola dibandingkan striker murni Igor Thiago yang menjadi starter saat imbang lawan Maroko. Keberadaan Cunha juga membuat penyerang sayap Vinicius Junior menjadi lebih hidup.

Vinicius pun menjadi pemain terbaik pada laga itu setelah menyumbang satu gol dan berperan besar atas terciptanya dua gol Cunha.

Ancelotti merespons kritikan tajam atas performa anak asuhnya pada laga pertama dengan melakukan dua perubahan saat melawan Haiti. Selain Cunha sebagai pemain mula menggantikan Thiago, ia juga memercayakan posisi bek kanan kepada Danilo.

Hasilnya adalah permainan yang lebih solid. Meskipun sempat kesulitan membongkar pertahanan Haiti yang rapat, akhirnya gol pertama Brasil lahir diawali dari aksi individu Vinicius.

TOPSHOT - Brazil's forward #09 Matheus Cunha (R) celebrates scoring his team's second goal during the 2026 World Cup Group C football match between Brazil and Haiti at the Philadelphia Stadium in Philadelphia on June 19, 2026.  (Photo by Mauro PIMENTEL / AFP)

Vinicius melewati sejumlah pemain belakang Haiti sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang. Kiper Johny Placide mengeblok bola tembakan Vinicius, tetapi mengarah ke bek Hannes Delcroix yang berusaha membuangnya. Namun, bola tendangan Delcroix justru membentur Cunha dan berbalik arah masuk ke gawang sendiri sehingga membuka keunggulan Brasil pada menit ke-23.

Gol kedua Cunha juga lahir dari kecerdikan Vinicius yang memberikannya umpan terobosan di kotak penalti. Tendangan kaki kiri Cunha gagal dibendung Placide pada menit ke-36.

Vinicius lantas menyempurnakan penampilan gemilangnya dengan mencetak gol ketiga menjelang akhir babak pertama. Ia memanfaatkan umpan terobosan Lucas Paqueta untuk mengelabui Placide. Ini merupakan gol kedua Vinicius setelah sebelumnya mencetak gol penyama kedudukan lawan Maroko.

Kemenangan atas Haiti menjadikan Brasil memimpin klasemen Grup C, unggul selisih gol dari Maroko yang pada laga sebelumnya menang 1-0 atas Skotlandia. Adapun Haiti sudah dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah mengalami dua kali kekalahan. Mereka akan menghadapi Maroko pada laga terakhir, sedangkan Brasil berhadapan dengan Skotlandia yang akan menjadi laga penentu pemuncak grup.

Namun, kemenangan atas Haiti itu dibayar mahal karena cederanya penyerang sayap Raphinha. Cederanya Raphinha menjadi kerugian besar bagi Ancelotti yang juga sudah kehilangan penyerang senior Neymar Junior yang belum pulih dari cedera. Neymar belum tampil satu menit pun pada Piala Dunia karena masih dalam tahap pemulihan cedera betis yang dialaminya sejak Mei lalu.

Brazil's forward #07 Vinicius Junior controls the ball during the 2026 World Cup Group C football match between Brazil and Haiti at the Philadelphia Stadium in Philadelphia on June 19, 2026.  (Photo by Mauro PIMENTEL / AFP)

Brasil menampakkan dua wajah bertolak belakang pada pertandingan ini. Babak pertama, mereka tampil dinamis dan apik dalam mengalirkan serangan sehingga mampu mencetak tiga gol. Namun, pada babak kedua, mereka kesulitan membongkar pertahanan Haiti sehingga tak mampu memperbesar keunggulan.

Hadirnya penyerang pengganti Gabriel Martinelli dan Endrick menggantikan Cunha dan Paqueta malah membuat serangan Brasil semakin mudah ditebak lawan. Masuknya Endrick disambut gemuruh pendukung Brasil yang memenuhi tribune stadion.

Keengganan Ancelotti menurunkan Endrick pada laga pertama melawan Maroko menjadi salah satu hal yang mengecewakan penonton. Rupanya, pelatih asal Italia itu mengikuti keinginan pendukung dengan memasukkan Endrick pada menit ke-64. Sayangnya, Endrick belum mampu memenuhi harapan pendukung karena gagal mencetak gol untuk menambah keunggulan Brasil.

Cunha menjadi sosok krusial bagi penampilan Brasil karena bukan hanya golnya, melainkan pergerakannya pun membuat lini depan Brasil menjadi lebih dinamis.

Brazil's defender #04 Marquinhos and Haiti's forward #18 Wilson Isidor fight for the ball during the 2026 World Cup Group C football match between Brazil and Haiti at the Philadelphia Stadium in Philadelphia on June 19, 2026.  (Photo by ANGELA WEISS / AFP)

Cunha juga rajin turun untuk menjemput bola. Pergerakannya itu membuka ruang kepada para pemain depan lainnya, memberi kesempatan kepada Vinicius dan Raphinha untuk menusuk ke dalam kotak penalti Haiti.

Brasil menguasai pertandingan dengan 57 persen penguasaan bola dan melakukan delapan kali tembakan yang lima di antaranya mengarah ke gawang. Haiti juga melakukan jumlah tembakan yang sama, tiga di antaranya mengarah ke gawang. Namun, kualitas peluang Brasil dengan pemain yang lebih klinis di depan gawang. Brasil mencatatkan expected goals 1,56, sedangkan Haiti hanya 0,23.

”Pertandingan pertama kami (lawan Maroko) benar-benar berbeda karena kami merasakan tekanan sebagai pertandingan pertama kami,” kata Vinícius mengenai pertandingan kedua melawan Haiti.

“Semua orang merasa lebih ringan hari ini dan lapangan juga dalam kondisi yang lebih baik, jadi kami bisa mengembangkan permainan kami,” lanjutnya.

Menurut Ancelotti, dia belum tentu kembali memasang Cunha sebagai penyerang dalam pertandingan ketiga di Grup C melawan Skotlandia. Walaupun Ancelotti mengakui Cunha berhasil mengacaukan barisan pertahanan Haiti.

“Dia memilih umpannya dengan sangat baik, dan dia memilih posisi yang bagus sekaligus efektif untuk lini depan,” kata Ancelotti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Praseteyo Eko Prihananto dari Philadelphia, AS
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan