Cuaca ekstrem menjadi penyebab banjir di Jakarta. Bahkan, curah hujan menyentuh 368 milimeter per hari. Warga diimbau waspada karena risiko banjir masih mengintai.
29 Jan 2025 14:10 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS -- Curah hujan ekstrem dengan intensitas mencapai 368 milimeter per hari menjadi penyebab banjir di sejumlah titik di Jakarta. Upaya pengerahan pompa dan juga optimalisasi sodetan membuat banjir di sejumlah daerah sudah surut.
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Hendri, Rabu (29/1/2025) mengatakan, sejumlah titik di lima kota administrasi di Jakarta dilanda hujan lebat bahkan ekstrem sejak Selasa (28/1/2025) malam yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik.
"Curah hujan ekstrem hampir terjadi di sejumlah wilayah di Jakarta," katanya.
Hal ini terlihat dari alat pantau curah hujan milik Dinas SDA Jakarta di beberapa titik ekstrem dan sangat lebat. Beberapa titik itu ada di Stasiun Meteorologi Kemayoran, Jakarta Pusat dimana curah hujan tercatat mencapai 368 milimeter (mm) per hari.
Selanjutnya, curah hujan tinggi juga terjadi di Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat yakni 264 mm per hari. Di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hujan lebat juga mengguyur dengan intensitas 216 mm per hari.
Petugas juga melihat curah hujan tinggi di stasiun Pompa Pulomas, Jakarta Timur dengan intensitas curah hujan sebesar 212 mm per hari. Beralih ke Jakarta Utara, curah hujan tinggi juga terpantau di stasiun Pompa Tanjungan, Jakarta dimana curah hujan mencapai 211 mm per hari.
Begitu pun dengan curah hujan di Stasiun Pompa Teluk Gong dimana curah hujan tercatat sebesar 203 mm per hari. Curah hujan yang hampir serupa juga terjadi di Stasiun Pompa Tomang Jakarta Barat dengan curah hujan mencapai 203 mm per hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/29/809fc8f1-ef13-47d9-ab3f-de4da2213347_jpg.jpg)
Sekadar informasi, ucap Hendri, curah hujan tergolong ekstrem jika berada di angka 150 mm per hari. Adapun curah hujan tergolong lebat jika berada di kisaran 100-150 mm per hari.
Untuk mengatasi banjir di wilayah Jakarta, ucap Hendri, sejumlah instansi terkait seperti Dinas SDA Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta dan perangkat wilayah mengerahkan personel di sejumlah titik terdampak.
Selain itu, Dinas SDA juga mengoptimalisasi saluran drainase serta pengoperasian seluruh pompa stasioner dan mobile serta memastikan saluran air berjalan lancar. Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.
Hendri juga menjelaskan, untuk meminimalisasi potensi luapan kali dan Sungai Ciliwung, Sodetan Ciliwung pun telah beroperasi. "Kami telah membuka pintu air sodetan Ciliwung dengan harapan banjir bisa segera surut," kata Hendri.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan hingga Rabu (29/1/2024) pukul 13.00 WIB tercatat banjir masih merendam 34 RT dan 16 ruas jalan di Jakarta.
"Ada 32 RT di Sembilan kelurahan di wilayah Jakarta Barat yang terdampak banjir sementara 2 RT ada di wilayah Pluit dan Rorotan Jakarta Utara," jelas Yohan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/29/41bc4f74-c74e-4050-9103-60224409f48d_jpg.jpg)
Untuk di wilayah Jakarta Barat, menurut Yohan, penyebab banjir karena curah hujan tinggi. Adapun di wilayah Jakarta Utara, banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi dan rob.
Selain di kawasan permukiman, ada 16 ruas jalan yang juga masih terendam. Jalan yang terendam banjir ada di wilayah Penjaringan, Kelapa Gading, Pegangsaan dua, Tanjung Priok Jakarta Utara. Sementara untuk wilayah Jakarta Barat, banjir masih merendam jalan di wilayah Jelambar dan Cengkareng Barat.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi saat meninjau langsung titik banjir Rabu (29/1) dini hari telah melihat lokasi banjir di sejumlah titik. Dia menuturkan, banjir disebabkan oleh hujan ekstrem yang mengguyur sejak Selasa (28/1/2025).
"Tadi saya sudah keliling ke beberapa wilayah, dan memang petang sampai malam tadi terjadi cuaca cukup ekstrem, khususnya di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, sebagian Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Timur,” ujar Teguh, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta, Rabu (29/1).
Pada kesempatan itu, Teguh memastikan seluruh sumber daya yang dimiliki akan dikerahkan. “Kami berusaha secara maksimal untuk mengatasi atau meminimalisasi dampak dari genangan ini. Mudah-mudahan cepat surut,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/29/8d2c62d9-daa6-435d-bc62-7ebe3753f833_jpg.jpg)
Teguh menegaskan pemprov akan terus memaksimalkan beragam upaya untuk meminimalisasi risiko banjir di Jakarta.
"Mudah-mudahan ke depan cuaca mendukung, dan apabila masih cuaca ekstrem, kami akan mengambil langkah-langkah lain, misalnya modifikasi cuaca,” ujarnya.
Meskipun genangan sudah mulai surut di beberapa lokasi, ia berpesan kepada seluruh jajaran untuk tetap waspada. "Juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi," kata Teguh.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Neli TrianaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .