Bagi tim yang diragukan dan punya trauma dalam perebutan gelar, kehilangan dua trofi dalam dua pekan bukan pertanda baik. Musim Arsenal terancam hancur berantakan.
05 Apr 2026 05:59 WIB · Olahraga
AP
SOUTHAMPTON, SABTU — Dengan kekalahan mengejutkan dari Southampton, Arsenal dipastikan tereliminasi dari Piala FA. Mereka pun sudah kehilangan dua gelar hanya dalam rentang dua pekan. Tren itu terlihat tidak baik bagi ”Si Meriam” yang sedang membutuhkan kepercayaan diri menjelang fase penentu pada musim ini.
Keajaiban Piala FA kembali terbukti di Stadion St Mary, Southampton, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. Southampton, tim divisi kedua (Liga Championship Inggris), sukses menang 2-1 atas Arsenal yang berstatus kandidat terkuat juara di kompetisi domestik tertua itu. Tim tuan rumah berhak melaju ke semifinal.
Arsenal yang turun tanpa banyak pemain utama, seperti Declan Rice dan Bukayo Saka, tampil jauh di bawah standar. Mereka kewalahan menghadapi transisi serangan balik kilat Southampton yang sangat berbahaya. Adapun sepasang gol tuan rumah, dari Ross Stewart dan Shea Charles, dihasilkan lewat skema serangan cepat dari sisi sayap.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/05/8f140e4b5049e7ff94fe9b9c2f7acc24-wires_photo_24_.jpg)
Gol pembuka Southampton diawali dari kesalahan antisipasi bek sayap Arsenal Ben White. Pada gol penentu kemenangan tuan rumah, giliran bek sayap lain Riccardo Calafiori yang melakukan kesalahan. ”Malam yang luar biasa, perayaan kemenangan itu sangat gila. Kami tahu kami bisa menyakiti mereka. Kami berbahaya dalam serangan balik,” kata Stewart.
Tim tamu berniat tampil ofensif dengan memainkan garis pertahanan tinggi saat penguasaan bola ataupun tidak. Masalahnya, tim asuhan Mikel Arteta itu tidak bisa mengeksekusi serangan dengan optimal. Mereka sering membuat kesalahan di pertahanan lawan, lalu memancing serangan balik Southampton.
Situasi itu terjadi pada gol pembuka Southampton yang dicetak Stewart. Gol itu bermula dari kesalahpahaman gelandang Martin Odegaard dengan pemain 16 tahun Max Dowman. Tidak lama berselang, seusai Arsenal kehilangan penguasaan, bola sudah bersarang di gawang kiper Kepa Arrizabalaga.
Di sisi lain, lini belakang Arsenal yang diisi mayoritas pemain pelapis tidak mampu mengantisipasi transisi dengan sigap. Khususnya White, di sisi kanan, yang nyaris selalu kalah cepat dari pemain sayap lawan Leo Scienza. Itu yang membuat Southampton lebih berbahaya walaupun hanya menguasai bola 36 persen.
”Terkadang jalannya pertandingan agak kacau. Mereka sangat tajam dalam transisi, dan itu tidak kami tangani dengan baik. Kami memiliki momentum di babak kedua, setelah menyamakan kedudukan, tetapi kembali kemasukan dari gol yang sangat bodoh. Hasil ini sangat mengecewakan,” kata gelandang Arsenal Christian Norgaard.
Striker andalan Arsenal Viktor Gyokeres sempat menjadi penyelamat sesaat dari bangku cadangan. Dia mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68, hanya sekitar tujuh menit setelah dimainkan. Namun, Arsenal yang sedang berupaya mencari gol kemenangan kembali kecolongan saat waktu normal tersisa lima menit.
Mimpi Arsenal meraih quadruple sirna begitu cepat. Jangankan empat trofi, mereka kini diragukan bisa menyudahi musim dengan gelar juara akibat tren dalam dua pekan terakhir. Sebelum tersingkir dari Piala FA, Odegaard dan rekan-rekan terlebih dulu kalah dari Manchester City di final Piala Liga Inggris pada akhir Maret.
Arsenal tinggal bersaing di dua kompetisi lagi, yaitu Liga Champions dan Liga Inggris. Dengan dua trofi yang hilang, beban di pundak mereka tentunya semakin berat. Seperti diketahui, ”Si Meriam” belum pernah meraih juara di dua kompetisi besar itu selama era Arteta. Mereka selalu menyudahi perjalanan dengan antiklimaks pada musim-musim sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/05/ce22d526de4a4b3eba6909e411106929-Britain_FA_Cup_Soccer_3_.jpeg)
Kekhawatiran itu membesar karena performa Arsenal terbilang buruk dalam dua kekalahan itu. Mereka tampil sangat datar, minim kreativitas dan intensitas. Penampilan itu tidak terlihat seperti tim yang berpotensi memenangi trofi besar. Adapun Arsenal sudah dinanti Sporting CP dalam laga pertama perempat final Liga Champions, tengah pekan depan.
Arteta berkata, para pemainnya hanya perlu tetap fokus dan mengabaikan suara-suara bising dari pihak luar. Dengan itu, mereka akan baik-baik saja. ”Dua hasil terakhir mengecewakan dan kami harus bangkit. Kami harus menunjukkan kemampuan kami dan satu-satunya cara untuk membuktikan itu adalah di lapangan,” ujarnya.
Selain tren yang terus menurun, kondisi skuad Arsenal juga terlihat mengkhawatirkan di St Mary. Setelah banyak pemain yang absen karena cedera, bek inti Gabriel Magalhaes harus ditarik ke luar pada tengah laga karena problem di area lutut. Arteta berpotensi semakin minim opsi di sisa musim.
Satu-satunya hal positif dari kekalahan Arsenal adalah persoalan jadwal. Mereka bisa mendapatkan waktu istirahat lebih banyak karena hanya bermain di dua kompetisi. ”Si Meriam” hampir selalu tampil setiap tiga hari sejak awal tahun karena bersaing dalam empat kompetisi sekaligus. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji