Sanksi larangan bertanding dari Chelsea untuk Fernandez bisa menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Berkaca dari kasus Rodri di CIty, sanksi itu tidak dibutuhkan.
04 Apr 2026 13:49 WIB · Olahraga
AFP
LONDON, SABTU — Chelsea menghukum gelandang Enzo Fernandez dengan larangan tampil dalam dua pertandingan setelah komentar sang pemain di jeda internasional. Hukuman itu tampak terlalu berlebihan dan terburu-buru, terutama jika dilihat dari segi waktu dan perbandingan dengan kasus serupa di Manchester City.
Pelatih Chelsea Liam Rosenior mengumumkan, Fernandez akan absen dalam laga perempat final Piala FA versus Port Vale di Stamford Bridge, London, Sabtu (4/4/2026) pukul 23.15 WIB. Setelah itu, gelandang asal Argentina tersebut akan melanjutkan hukumannya di pertandingan Liga Inggris versus City.
”Sangat mengecewakan untuk (dia) berbicara seperti itu. Saya tidak punya kata-kata buruk tentang Enzo untuk diucapkan, dalam hal kepribadiannya. Tetapi, ada batasan yang dilanggar dalam hal budaya kami, jadi kami perlu memberikan sanksi untuk itu,” ujar Rosenior yang baru bergabung dengan Chelsea pada Januari lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/26/0fbce522-78ff-4492-8d9d-7539ec62ead0_jpg.jpg)
Fernandez belakangan ini kerap dihubungkan dengan kepindahan ke Real Madrid pada musim panas mendatang. Di tengah jeda internasional, dia sempat ditanyakan soal rumor tersebut dalam sebuah wawancara. Sang pemain tidak ingin berspekulasi soal masa depannya, tetapi menunjukkan ketertarikan untuk pindah.
Fernandez berkata menyukai kota Madrid karena mengingatkannya dengan suasana kota Buenos Aires. Dia menambahkan, dirinya berniat untuk tinggal di Madrid suatu saat nanti. ”Fokus saya sekarang masih di sini (bersama Chelsea). Lalu, Piala Dunia akan datang. Jadi, kita lihat apa yang terjadi setelah itu,” tuturnya.
Menurut Rosenior, itu merupakan keputusan bersama dari sosok-sosok penting di klub. Sang pelatih masih membuka pintu lebar-lebar untuk Fernandez di sisa musim. Fernandez akan segera kembali ke klub setelah dua laga itu dan berjuang lagi bersama rekan-rekannya hingga akhir musim.
Sanksi tersebut mungkin dibutuhkan agar para pemain lebih menghargai status kontrak saat ini. Fernandez masih terikat kontrak bersama Chelsea hingga 2032. Apalagi, Rosenior yang merupakan pelatih muda minim pengalaman membutuhkan sebuah gebrakan untuk menunjukkan otoritasnya.
Namun, hukuman tersebut terlihat kurang tepat dari sisi waktu. ”Si Biru” sedang berada dalam fase paling krusial musim ini. Harapan mereka untuk menyudahi musim dengan positif hanya tinggal di dua kompetisi, yaitu juara Piala FA dan masuk zona Liga Champions di liga domestik. Jika tidak, mereka dipastikan gagal total.
Masalahnya, hasil akhir Chelsea musim ini bisa ditentukan dari dua laga ke depan. Port Vale memang hanya tim dari divisi tiga (Liga Satu Inggris), tetapi jangan pernah meremehkan siapa pun di Piala FA. Di pekan selanjutnya, Chelsea akan menantang City yang sedang berburu gelar juara liga.
Chelsea sangat membutuhkan kemenangan di liga. Mereka sedang terdesak di peringkat keenam dengan 48 poin. Tim-tim pesaing, seperti Brentford dan Everton, yang sama-sama mengoleksi 46 poin, hanya perlu satu kemenangan untuk mengudeta ”Si Biru”. Alhasil, laga versus City wajib dimenangi.
”Sebagai pelatih, jangan pernah merugikan diri sendiri. Biarkan para penggemar yang mengurus situasi seperti itu. Tetap mainkan dia. Dia adalah salah satu pemain terbaik Chelsea. Ini mengecewakan bagi penggemar Chelsea dan ini hanya akan jadi kabar baik untuk City,” kata Paul Merson, mantan pemain tim nasional Inggris, kepada Sky Sports.
Sementara itu, hukuman Chelsea tampak berlebihan jika dibandingkan dengan situasi serupa di City. Gelandang City, Rodri, juga sempat mengutarakan hasrat untuk pindah ke Madrid saat jeda internasional pekan lalu. Rodri berkata, tidak ada pemain yang bisa menolak tawaran dari klub terbaik di dunia seperti Madrid.
Manajer City Pep Guardiola justru mewajarkan pernyataan sang peraih penghargaan Ballon d’Or itu. Dia hanya mengharapkan Rodri akan bertahan di klub selama mungkin. Selebihnya, semua keputusan ada di tangan sang pemain. Guardiola enggan mencampuri itu, apalagi setelah kontribusi besar Rodri selama tujuh tahun terakhir.
Manajemen City juga menjadikan pernyataan itu sebagai alarm untuk segera bergerak cepat. Pihak klub langsung berupaya memperpanjang kontrak pemain 29 tahun tersebut. Mereka menyudahi rumor transfer dengan elegan. Adapun kontrak Rodri di City akan berakhir pada musim panas 2027.
Agen Fernandez, Javier Pastore, menilai, hukuman kepada pemainnya sangat tidak adil. ”Kami tidak mengerti apa yang salah karena dia tidak menyebut klub mana pun atau berkata ingin pergi dari Chelsea. Dia hanya menyebutkan Madrid, sebuah kota, ketika ditanya tempat di Eropa untuk tinggal suatu hari nanti,” ujarnya kepada The Athletic. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati