Sebanyak 1.280 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dengan Israel berlaku Oktober lalu, atau mencapai 73.420 orang sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.
24 Agt 2026 15:15 WIB · Internasional
AFP/EYAD BABA
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/71213430a55ac8ce2e366af18ed3e0ab-000_C6BG4BP.jpg)
Di tengah kondisi gencatan senjata sejak Oktober 2025 yang didukung Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran besar di Gaza, Israel terus menyerang dengan alasan untuk mencegah terjadinya serangan Hamas dan kelompok militan lainnya. Terakhir Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza dan melakukan penembakan di Tepi Barat pada Minggu (23/8/2026).
Serangan udara menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang bocah laki-laki berusia empat tahun, dan melukai tujuh lainnya, menurut pejabat kesehatan Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/2cb204a9ae8b164ddeb2239e62c0c795-000_C6BG4B2.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/63273a0dc6791f652d9ffd95b11ee179-000_C6BG4C7.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/96a57f96f8726c89a501cd6d8c1e0ceb-000_C6BG4BY.jpg)
Bola api membubung setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)
Warga mencari korban di antara puing setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)
Sebuah truk terbakar akibat terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)
Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Kota Zawayda, Gaza Tengah. Serangan itu menewaskan Mohammad Abdel-Salam Taha dan melukai sedikitnya enam orang. Serangan kedua terjadi di kamp pengungsi Nuseirat. Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki kedua serangan tersebut.
Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan menghambat upaya menjalankan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik Gaza. Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/c56f32561655f0c1abf50cd47354064b-000_C6BG4BV.jpg)
Pejabat kesehatan Gaza mengatakan, lebih dari 1.280 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku Oktober lalu. Sementara itu, militer Israel menyatakan empat tentaranya tewas.
Di Tepi Barat, militer Israel menembak mati seorang remaja Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, tembakan Israel menewaskan Islam Ahmad Maher Ajouri, 14 tahun, di kamp pengungsi Askar, tempat ia tinggal, di luar kota Nablus, Tepi Barat bagian utara.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/fad2ea27cadf44f73f9c5c837552133e-AP26235496705752.jpg)
Mohammed Abu Kashk, Kepala Komite Pelayanan Kamp Askar, mengatakan kepada AFP bahwa remaja tersebut tewas ditembak pasukan Israel saat melakukan penggerebekan di kamp. ”Tidak ada bentrokan atau konfrontasi yang dapat membenarkan penembakan dan pembunuhan terhadap seorang anak,” katanya.
Menurut sumber dari Bulan Sabit Merah Palestina, Ajouri terkena peluru tajam di bagian dada. Ia dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Nasional Nablus.
Dalam pemakaman Ajouri, pamannya, Ahmed Mohamed Zamzoum, mengatakan kepada AFP bahwa bocah tersebut keluar rumah ketika pasukan Israel melakukan penggerebekan. ”Setiap kali pasukan Israel masuk, satu atau lebih orang menjadi martir,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/4d6b99c76fb24d58a0ccd1e4870e7cbf-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/49895ed9bb924cf7fbbb55883c4ebb98-AP26235499903721.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/24/dd9f8d23d766c6dbc7b95e2e9e4394d2-cropped_image.jpg)
Kerabat menangis saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)
Para pelayat mengusung jenazah Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)
Kerabat berduka saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)
Tepi Barat, yang dihuni sekitar tiga juta warga Palestina dan sekitar 500.000 pemukim Israel, mengalami peningkatan kekerasan oleh pemukim serta pengambilalihan lahan dan sumber daya.
Badan-badan PBB dan sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman Israel di wilayah pendudukan tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional. Namun, Israel menolak pandangan itu dengan alasan adanya hubungan alkitabiah dan historis dengan wilayah tersebut. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Totok WijayantoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Nur Adji