PALESTINA

Abaikan Gencatan Senjata, Israel Terus Lancarkan Serangan

Sebanyak 1.280 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata dengan Israel berlaku Oktober lalu, atau mencapai 73.420 orang sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.

24 Agt 2026 15:15 WIB · Internasional

AFP/EYAD BABA

Oleh Totok Wijayanto

Seorang petugas pemadam kebakaran Palestina berupaya memadamkan kobaran api pada sebuah truk yang terbakar di antara wilayah Maghazi dan al-Zawayda menyusul serangan Israel�yang dilancarkan setelah militer memperingatkan warga Palestina untuk mengungsi dari wilayah al-Zawayda di Jalur Gaza tengah�pada 23 Agustus 2026. Serangan Israel di Jalur Gaza tengah menewaskan tiga orang pada 23 Agustus, termasuk seorang anak, menurut keterangan tim penyelamat, sementara militer Israel menyatakan pihaknya menargetkan seorang "teroris" dalam salah satu serangan tersebut. Sebuah serangan udara menewaskan dua orang di kota Al-Zawayda, termasuk seorang anak berusia empat tahun bernama Muhammad Abdel Salam Taha, menurut layanan penyelamatan pertahanan sipil yang beroperasi di bawah otoritas Hamas. Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan pada 23 Agustus bahwa total jumlah korban jiwa sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 kini mencapai 73.420 orang, seraya menambahkan bahwa 1.286 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober. (Foto oleh Eyad Baba / AFP) *** Local Caption *** A Palestinian firefighter tries to extinguish the flames of a burning lorry between the areas of Maghazi and al-Zawayda following an Israeli strike, carried out after the military warned Palestinian residents to evacuate the area of al-Zawayda, in the central Gaza Strip, on August 23, 2026. Israeli strikes in the central Gaza Strip killed three people on August 23, including a child, rescuers said, while the Israeli military said it had targeted a "terrorist" in one strike. An airstrike killed two people in the town of Al-Zawayda, including a four-year-old child named Muhammad Abdel Salam Taha, according to the civil defence rescue service, which operates under Hamas authority.The health ministry in Gaza said on August 23, that the overall death toll since the war broke out on October 7, 2023 now stands at: 73,420, adding that 1,286 Palestinians have been killed since the ceasefire came into effect on October 10. (Photo by Eyad Baba / AFP)

Di tengah kondisi gencatan senjata sejak Oktober 2025 yang didukung Amerika Serikat untuk menghentikan pertempuran besar di Gaza, Israel terus menyerang dengan alasan untuk mencegah terjadinya serangan Hamas dan kelompok militan lainnya. Terakhir Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza dan melakukan penembakan di Tepi Barat pada Minggu (23/8/2026).

Serangan udara menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang bocah laki-laki berusia empat tahun, dan melukai tujuh lainnya, menurut pejabat kesehatan Palestina.

<p>Bola api membubung setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)</p><p>Warga mencari korban di antara puing setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)</p><p>Sebuah truk terbakar akibat terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)</p>

Bola api membubung setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)

Warga mencari korban di antara puing setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)

Sebuah truk terbakar akibat terkena serangan udara Israel di Jalur Gaza tengah. (AFP/EYAD BABA)

Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di Kota Zawayda, Gaza Tengah. Serangan itu menewaskan Mohammad Abdel-Salam Taha dan melukai sedikitnya enam orang. Serangan kedua terjadi di kamp pengungsi Nuseirat. Militer Israel mengatakan sedang menyelidiki kedua serangan tersebut.

Hamas menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan menghambat upaya menjalankan rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri konflik Gaza. Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas.

Warga Palestina berjalan melewati sebuah truk yang terbakar di antara wilayah Maghazi dan al-Zawayda menyusul serangan Israel�yang dilancarkan setelah militer memperingatkan penduduk Palestina untuk mengungsi dari wilayah al-Zawayda di Jalur Gaza tengah�pada 23 Agustus 2026. Serangan Israel di Jalur Gaza tengah menewaskan tiga orang pada 23 Agustus, termasuk seorang anak, menurut keterangan tim penyelamat, sementara militer Israel menyatakan pihaknya menargetkan seorang "teroris" dalam salah satu serangan tersebut. Sebuah serangan udara menewaskan dua orang di kota Al-Zawayda, termasuk seorang anak berusia empat tahun bernama Muhammad Abdel Salam Taha, menurut layanan penyelamatan pertahanan sipil yang beroperasi di bawah otoritas Hamas. Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan pada 23 Agustus bahwa total jumlah korban tewas sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 kini mencapai 73.420 jiwa, seraya menambahkan bahwa 1.286 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober. (Foto oleh Eyad Baba / AFP) *** Local Caption *** Palestinians walk past a burning lorry between the areas of Maghazi and al-Zawayda following an Israeli strike, carried out after the military warned Palestinian residents to evacuate the area of al-Zawayda, in the central Gaza Strip, on August 23, 2026. Israeli strikes in the central Gaza Strip killed three people on August 23, including a child, rescuers said, while the Israeli military said it had targeted a "terrorist" in one strike. An airstrike killed two people in the town of Al-Zawayda, including a four-year-old child named Muhammad Abdel Salam Taha, according to the civil defence rescue service, which operates under Hamas authority.The health ministry in Gaza said on August 23, that the overall death toll since the war broke out on October 7, 2023 now stands at: 73,420, adding that 1,286 Palestinians have been killed since the ceasefire came into effect on October 10. (Photo by Eyad Baba / AFP)

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan, lebih dari 1.280 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku Oktober lalu. Sementara itu, militer Israel menyatakan empat tentaranya tewas.

Pembunuhan di Tepi Barat

Di Tepi Barat, militer Israel menembak mati seorang remaja Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, tembakan Israel menewaskan Islam Ahmad Maher Ajouri, 14 tahun, di kamp pengungsi Askar, tempat ia tinggal, di luar kota Nablus, Tepi Barat bagian utara.

Mohammed Ajouri meratapi jenazah saudaranya, Islam Ajouri (14 tahun)�yang menurut Kementerian Kesehatan Palestina tewas akibat tindakan pasukan Israel�saat jenazah tersebut dibawa ke rumah sakit di kota Nablus, Tepi Barat, pada hari Minggu, 23 Agustus 2026. (Foto AP/Majdi Mohammed) *** Local Caption *** Mohammed Ajouri mourn over the body of his brother Islam Ajouri, 14, who, according to the Palestinian Ministry of Health, was killed by Israeli forces, as his body is brought to the hospital in the West Bank city of Nablus, Sunday, Aug. 23, 2026. (AP Photo/Majdi Mohammed)

Mohammed Abu Kashk, Kepala Komite Pelayanan Kamp Askar, mengatakan kepada AFP bahwa remaja tersebut tewas ditembak pasukan Israel saat melakukan penggerebekan di kamp. ”Tidak ada bentrokan atau konfrontasi yang dapat membenarkan penembakan dan pembunuhan terhadap seorang anak,” katanya.

Menurut sumber dari Bulan Sabit Merah Palestina, Ajouri terkena peluru tajam di bagian dada. Ia dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Nasional Nablus.

Dalam pemakaman Ajouri, pamannya, Ahmed Mohamed Zamzoum, mengatakan kepada AFP bahwa bocah tersebut keluar rumah ketika pasukan Israel melakukan penggerebekan. ”Setiap kali pasukan Israel masuk, satu atau lebih orang menjadi martir,” katanya.

<p>Kerabat menangis saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)</p><p>Para pelayat mengusung jenazah Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)</p><p>Kerabat berduka saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)</p>

Kerabat menangis saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)

Para pelayat mengusung jenazah Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)

Kerabat berduka saat pemakaman Islam Ajouri. (AP PHOTO/MAJDI MOHAMMED)

Tepi Barat, yang dihuni sekitar tiga juta warga Palestina dan sekitar 500.000 pemukim Israel, mengalami peningkatan kekerasan oleh pemukim serta pengambilalihan lahan dan sumber daya.

Badan-badan PBB dan sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman Israel di wilayah pendudukan tersebut ilegal berdasarkan hukum internasional. Namun, Israel menolak pandangan itu dengan alasan adanya hubungan alkitabiah dan historis dengan wilayah tersebut. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Totok Wijayanto
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji