INVESTASI

Awal 2026, Saham Lebih Atraktif Dibandingkan Obligasi

IHSG tetap mencatatkan kinerja positif dan menjadi pilihan utama investor di tengah penyesuaian pasar keuangan global.

19 Jan 2026 09:29 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Pasar keuangan Indonesia menunjukkan dinamika beragam pada awal 2026. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat risiko geopolitik dan arah kebijakan moneter negara maju, pasar saham domestik mencatatkan kinerja kuat dan menarik arus dana asing dibandingkan dengan pasar obligasi dan nilai tukar rupiah.

Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan pekan lalu, Kamis (15/1/2026), kembali mencatatkan rekor tertinggi di level 9.075,4. Secara mingguan, IHSG menguat sekitar 1,6 persen dan didukung oleh akumulasi beli bersih (net buy) investor asing sekitar Rp 4,2 triliun.

Quote

IHSG menguat sekitar 1,6 persen dan didukung oleh akumulasi beli bersih investor asing sekitar Rp 4,2 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama penguatan indeks. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG sepanjang pekan.

Sementara itu, sejak awal 2026, kontributor terbesar terhadap penguatan indeks adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Emiten ini menyumbang 48,6 poin terhadap IHSG, seiring kenaikan harga sahamnya sebesar 24,9 persen sejak awal tahun hingga penutupan bursa.

Pergerakansaham pada perdangangan perdana tahun 2026 termonitor dari Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (2/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 101,19 poin atau 1,17 persen ke 8.748,13 pada akhir perdagangan perdana tahun 2026. Kompas/Hendra A Setyawan

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi, dalam keterangannya, Senin (19/1/2026), menilai, penguatan pasar saham domestik mencerminkan respons positif investor terhadap stabilitas fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

”Pasar global bergerak relatif positif di tengah data ekonomi Amerika Serikat yang stabil meski dibayangi peningkatan risiko geopolitik dan perdagangan,” ujar Imam.

Inflasi di Amerika Serikat tercatat tetap terkendali. Inflasi pada Desember adalah 2,7 persen secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar. Inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen harga bergejolak, seperti pangan dan energi, bertahan di 2,6 persen secara tahunan, terendah sejak 2021.

Sementara itu, indikator kegiatan ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan. Penjualan ritel tumbuh 3,3 persen secara tahunan pada November 2025. Producer Price Index (PPI), indikator harga di tingkat produsen, meningkat 3 persen dibandingkan pada 2024.

Kondisi pasar tenaga kerja juga tetap solid. Itu tecermin dari klaim awal tunjangan pengangguran mingguan yang turun menjadi 198.000 pada pekan yang berakhir 10 Januari.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan di pesawat Air Force One, Minggu (11/1/2026). Trump mengatakan, Gedung Putih bekerja sama dengan baik bersama Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez.

Namun, sentimen global kembali terganggu oleh eskalasi risiko perdagangan. Hal ini menyusul Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan rencana pengenaan tarif impor terhadap barang dari sejumlah negara Eropa.

Kebijakan Trump menyasar negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Uni Eropa pun merepons keras kebijakan itu, termasuk kemungkinan mereka membatalkan kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa.

Hingga kini, dasar hukum dan mekanisme penerapan tarif tersebut masih belum jelas. Hal itu menyebabkan ketidakpastian di pasar keuangan global.

(FILES) This aerial view shows icebergs floating in the waters beaten down by the sun with buildings in the background off Nuuk, Greenland, on March 11, 2025. US President Donald Trump is discussing options including military action to take control of Greenland, the White House said on January 6, 2025, upping tensions that Denmark warns could destroy the NATO alliance. Trump has stepped up his designs on the mineral-rich, self-governing Danish territory in the arctic since the US military seized Venezuelan leader Nicolas Maduro on January 3, 2026. (Photo by Odd ANDERSEN / AFP)

Faktor ekonomi China juga dibaca pelaku pasar. Kondisi ekonomi di Negeri Tirai Bambu itu menunjukkan kontras antara sektor eksternal dan domestik. Sepanjang 2025, China mencatat surplus perdagangan senilai 1.189 triliun dolar AS. Ekspor tumbuh 5,5 persen secara tahunan, sementara impor relatif datar.

Di dalam negeri, kredit tumbuh lemah. Pertumbuhan total pinjaman yang masih beredar bertahan di 6,4 persen secara tahunan, terendah sepanjang sejarah, meskipun ukuran jumlah uang beredar meningkat 8,5 persen secara tahunan.

Kondisi ini mendorong People’s Bank of China (PBOC) atau bank sentral China membuka ruang pelonggaran lanjutan, baik melalui suku bunga maupun giro wajib minimum (GWM).

Produk berbasis mangga dipamerkan pada Selasa (21/10/2025) di Desa Hunsala, Kecamatan Renhe, Kota Panzhihua, Provinsi Sichuan, China. Panzhihua adalah salah satu produsen mangga dari China yang menghasilkan 540.000 ton mangga per tahun. Mangga menjadi komoditas unggulan yang membantu para petani dan masyarakat keluar dari kemiskinan. Masyarakat Desa Hunsala, misalnya, dulu memiliki pendapatan per kapita tahunan sebesar 200 yuan (Rp 483.000 dengan nilai tukar rupiah saat ini). Kini, pendapatan per kapita tahunan mencapai 36.337 yuan (sekitar Rp 87 juta).

Di Indonesia, perbedaan kinerja antarsegmen pasar keuangan semakin terlihat. Pada saat IHSG mencetak rekor, nilai tukar rupiah justru kembali terdepresiasi. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, kurs rupiah di Rp 16.855 per dolar AS. Sejalan dengan itu, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bergerak naik ke 6,2-6,3 persen.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijaya, menilai pelemahan rupiah berkorelasi erat dengan kinerja pasar obligasi pemerintah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor global.

”Pelemahan rupiah berkorelasi dengan tekanan di pasar SBN, terutama karena meningkatnya persepsi risiko fiskal. Hal ini membuat porsi kepemilikan asing di SBN masih tertahan di kisaran 13-14 persen dan belum menunjukkan kenaikan yang berarti,” tutur Jessica.

Menurut Jessica, dalam kondisi tersebut, daya tarik pasar saham relatif lebih kuat dibandingkan pasar obligasi. Hal ini tecermin dari konsistennya aksi beli asing di pasar saham sejak awal tahun, yang juga didukung oleh meningkatnya aktivitas investor ritel domestik.

”Minat investor terhadap saham terlihat lebih kuat, seiring arus masuk asing yang berlanjut dan partisipasi investor ritel yang turut menopang penguatan IHSG,” katanya.

Infografik Kepemilikan Surat Utang Pemerintah

Sementara itu, di pasar obligasi, kenaikan imbal hasil mencerminkan proses penyesuaian harga di tengah sentimen global risk-off, yakni kecenderungan investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan memilih aset yang lebih aman.

Di luar dinamika pasar keuangan, fundamental ekonomi domestik dinilai tetap solid. Penjualan ritel Indonesia pada November 2025 tumbuh 6,3 persen secara tahunan, menjadi yang tercepat sejak Maret 2024. Dari sisi investasi, realisasi investasi sepanjang 2025 meningkat 12,7 persen secara tahunan menjadi Rp 1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah, dengan lonjakan investasi domestik sebagai penopang utama.

Quote

Setiap 1 persen pertumbuhan produk domestik bruto membutuhkan sekitar Rp 800 triliun investasi.

Jessica menekankan bahwa investasi domestik menjadi jangkar ketahanan pertumbuhan jangka pendek. Namun, untuk menjaga momentum hingga 2026, pemulihan investasi langsung asing tetap menjadi faktor kunci.

”Setiap 1 persen pertumbuhan produk domestik bruto membutuhkan sekitar Rp 800 triliun investasi. Karena itu, pemulihan investasi asing, khususnya dari mitra utama, seperti AS dan China, akan sangat penting untuk meningkatkan produktivitas, ekspor, dan pembiayaan valuta asing jangka panjang,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra