Dana BOSP Rp 59,2 Triliun Segera Disalurkan ke Sekolah

Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) diharapkan bisa membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran yang bermutu bagi para peserta didik.

23 Des 2024 14:53 WIB · Nasional

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS - Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP akan dikirimkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lebih awal yakni pada awal Januari 2025 mendatang. Dana ini diharapkan membantu sekolah menjalankan proses pembelajaran bermutu bagi para peserta didik.

Sekretaris Direktorat Jenderal, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Praptono mengutarakan hal itu, di Jakarta, pada Senin (23/12/2024).

Sepanjang tahun 2024, pemerintah sudah mengirimkan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan atau BOSP kepada 96 persen dari jumlah total satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Tahun 2025, pemerintah menargetkan capaiannya menjadi 98 persen.

Saat ini Kemendikdasmen mempersiapkan seluruh data administratif sebelum menyalurkan dana BOSP. Proses ini ditargetkan selesai pada awal Januari 2025. "Akan ada peningkatan 2 persen. Proses saat ini dalam penetapan, mudah-mudahan minggu depan terbit dan itu akan jadi dasar penyaluran," ujarnya.

Dia mengungkapkan, alokasi anggaran BOSP pada tahun 2025 sebesar Rp 59,2 triliun akan dibagikan kepada 423.080 satuan pendidikan. Ada peningkatan satuan biaya pada 15.046 satuan pendidikan yang ada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Quote

Kecepatan penyaluran dana BOSP sangat bergantung pada kedisiplinan satuan pendidikan dalam menyampaikan laporan.

Selain itu, semua satuan pendidikan diminta membuat perencanaan kegiatan tahun 2025 agar mempermudah penyelenggaraan pendidikan. Kemendikdasmen mencatat 314.376 satuan pendidikan atau 74 persen sudah menyusun perencanaan dan 240.683 satuan pendidikan yang perencanaannya disetujui dinas pendidikan di daerah masing-masing.

"Mudah-mudahan sisa waktu yang ada di tahun 2024 ini bisa digunakan untuk mengakselerasi agar perencanaan bisa segera ditetapkan," tuturnya.

Perencanaan dana BOSP adalah proses perencanaan anggaran yang dilakukan oleh sekolah untuk satu tahun ke depan. Perencanaan ini dicanangkan dengan mengacu pada hasil evaluasi diri sekolah.

Perencanaan sesuai kebutuhan akan sangat berkontribusi dalam peningkatan hasil pembelajaran. Praptono meminta dinas pendidikan memberdayakan para pengawas sekolah untuk memastikan perencanaan yang baik ke satuan pendidikan di wilayahnya.

Siswa mendiskusikan hasil belajar mereka di SDN Kalibata 11, Jakarta, Senin (22/4/2024). Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melaporkan dana bantuan operasional pendidikan (BOP) dan bantuan operasional sekolah (BOS) dengan total Rp3,21 triliun telah tersalurkan. Hal tersebut disampaikan Heru saat membacakan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2023 di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada Kamis (18/4/2024). Dalam rinciannya, sebesar Rp1,34 triliun dana BOP serta Rp 1,87 triliun dana BOS untuk seluruh jenjang pendidikan meliputi SD, SMP, SMA, SMK dan pendidikan khusus tersalurkan. Selain itu, sebanyak 693.641 penerima manfaat program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) terealisasikan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 22-04-2024

Bijak menggunakan

Dia menegaskan, dana BOSP bersifat bantuan, sehingga perencanaan dan penggunaannya harus ketat dan bijak. Satuan pendidikan diharapkan mampu mengikuti perkembangan dan isu pendidikan ke depan. Hal ini berkaitan dengan cara mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

"Tak sedikit satuan pendidikan yang menjadikan dana BOSP ini sebagai dana utama dalam menjalankan proses pendidikan di satuan pendidikan. Gunakanlah dana ini sebaik mungkin, sesuai kebutuhan prioritas masing-masing di satuan pendidikan," ucap Praptono.

Sementara itu Ketua Tim Reguler Dana Alokasi Khusus Nonfisik Kementerian Keuangan Dony Suryatmo menjelaskan, BOSP reguler tahap I akan disalurkan paling banyak 50 persen dari pagu alokasi pemerintah daerah, paling cepat bulan Januari dan paling lambat 30 Juni 2025. Tahap kedua akan disalurkan pada Juli hingga 31 Oktober.

Sementara BOS Kinerja akan disalurkan sekaligus paling cepat bulan April 2025, serta penyaluran Dana Cadangan paling lambat pada 7 September 2025.

Penyaluran dana BOSP akan dilakukan dengan transfer dari rekening kas umum negara langsung ke rekening satuan pendidikan penerima BOSP. Dia meminta satuan pendidikan untuk memastikan rekeningnya sudah benar.

"Ini tantangan juga, dulu banyak sekali sekolah ketika kepala sekolahnya berganti, rekeningnya juga ganti tanpa ada koordinasi dengan dinas pendidikan, ini bisa bermasalah nanti dalam penyalurannya," kata Dony.

ILUSTRASI: Siswa SMA mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Dalam enam tahun terakhir, dana BOSP selalu meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 0,78 persen. Adapun rata-rata realisasi dana BOSP selama enam tahun terakhir sebesar 97,57 persen dengan rata-rata realisasi BOS 97,61 persen, BOS PAUD 97,07 persen, dan BOP Kesetaraan 97,89 persen.

Dony menegaskan, kecepatan penyaluran dana BOSP bergantung pada kedisiplinan satuan pendidikan menyampaikan laporan. Jika satuan pendidikan cepat menyampaikan laporan, Kemendikdasmen juga cepat menyampaikan rekomendasi ke Kemenkeu untuk segera disalurkan.

"Begitu nanti dana sudah masuk mohon segera dieksekusi kegiatan-kegiatan tersebut, jangan tunggu dekat batas waktu penyampaian laporan baru dilaksanakan," ucap Dony.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Evy Rachmawati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .