Dana Pelatnas Rp 407,7 Miliar, Pemerintah Prioritaskan 13 Cabang Olahraga

Dana pelatnas ditujukan untuk jangka panjang, yaitu Olimpiade dan Piala Dunia. Dari Rp 407 miliar, sebanyak Rp 199 miliar di antaranya untuk sepak bola.

14 Apr 2025 17:25 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelontorkan dana Rp 407,7 miliar untuk dukungan pemusatan latihan jangka panjang 13 cabang olahraga menuju Olimpiade dan Piala Dunia. Dukungan dana ini diharapkan juga diiringi dengan pengawasan agar benar-benar digunakan untuk persiapan dua ajang dunia tersebut.

Dari 13 cabang olahraga (cabor) yang mendapatkan dana pelatnas, 12 di antaranya merupakan cabang yang mengirimkan wakilnya di Olimpiade Paris 2024. Mereka adalah panjat tebing, angkat besi, bulu tangkis, judo, dayung (rowing), menembak, gimnastik, panahan, selancar ombak, atletik, akuatik, dan balap sepeda. Adapun satu cabang lainnya adalah sepak bola.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengatakan, keberhasilan lolos ke Olimpiade Paris 2024 menjadi landasan pemilihan 12 cabang tersebut. Adapun sepak bola turut menjadi prioritas karena merupakan cabang strategis dan berpotensi tinggi meraih prestasi.

”Untuk 12 cabor yang lolos di Olimpiade lalu, fasilitas ini ditujukan untuk mendukung pelatnas jangka panjang yang tidak terputus dan sebagai bagian dari persiapan SEA Games 2025 dan 2027 sebagai sasaran antara. (Sasaran) Utamanya tetap sesuai Astacita, yaitu Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028,” tutur Dito selepas acara penandatanganan kerja sama antara Kemenpora dan Induk Organisasi Cabang Olahraga di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (14/4/2025).

”Khusus PSSI, pemerintah memberikan dukungan untuk program pembinaan dari kelompok umur 17 tahun hingga senior dengan target utama ke Piala Dunia pada masing-masing level. Tim U-17 sudah lolos, artinya sudah ceklis satu dari Astacita, yakni Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia,” ujarnya lagi.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia Ita Yuliati, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Ketua Umum Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia Joni Supriyanto, menandatangi perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka pemusatan latihan nasional 2025 di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Dito menambahkan, pemberian dana untuk 13 cabang tersebut merupakan tahapan pertama dukungan dari pemerintah untuk pelatnas. Akan ada pemberian dana tahap kedua untuk cabang yang mempersiapkan diri serta memiliki potensi medali di SEA Games 2025. Dana untuk tahap kedua juga akan diberikan untuk cabang yang telah meraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023.

Dari Rp 407,7 miliar dana yang digelontorkan pemerintah pada tahap pertama, sebanyak Rp 199,7 miliar di antaranya untuk sepak bola. Bulu tangkis mendapatkan dana terbesar kedua dengan Rp 37,6 miliar, disusul panjat tebing (Rp 24,9 miliar) dan panahan (Rp 20,3 miliar).

Menurut Dito, komposisi pendanaan yang tidak sama itu karena kebutuhan setiap cabang berbeda-beda. Di sisi lain, pemilihan sepak bola dan pemberian dana yang besar juga sebagai bagian dari upaya melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional.

”Jadi, tidak semua cabor nominalnya disamaratakan. Semua kami berikan sesuai kebutuhan. Insya Allah harusnya tidak ada yang kurang. Kalau kurang, pemerintah akan membantu melalui BUMN,” ujar Dito.

Daftar penyaluran bantuan dana dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk 13 cabang olahraga menjalani pemusatan latihan tahun ini.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan, pihaknya menargetkan pengumpulan dana tahun ini Rp 650 miliar. ”Kami sendiri mengumpulkan dana secara utuh, secara partisipasif dari sektor privat dan para suporter hampir Rp 450 miliar. Jadi, angka ini signifikan jika dibandingkan porsi yang diberikan pemerintah dan porsi dari masyarakat,” ujar Erick.

Pengawasan

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia Irawadi Hanafi menyatakan bersyukur dengan dukungan dana dari pemerintah. Terlebih, ada peningkatan bantuan dari dana yang diberikan untuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024 pada Februari 2024 sebesar Rp 11,9 miliar menjadi Rp 20,3 miliar untuk pelatnas 2025.

Menurut Irawadi, dana bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan cabang olahraga, terutama panahan, guna bekal mengikuti beragam kejuaraan. Atlet-atlet panahan diupayakan rutin mengikuti berbagai kejuaraan panahan internasional untuk menambah jam terbang dan mengasah kemampuan.

Keberhasilan panahan menjaga tradisi lolos ke Olimpiade pun tak lepas dari keikutsertaan dalam berbagai ajang internasional. Selain menambah jam terbang dan mengasah kemampuan, keikutsertaan di ajang internasional juga memberi poin yang berguna untuk penentuan peringkat kualifikasi Olimpiade.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan ketua umum serta sekretaris jenderal 13 cabang olahraga berfoto setelah acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga dan induk organisasi cabang olahraga dalam rangka pelatnas 2025 di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Adapun pengamat olahraga Fritz E Simanjuntak melihat keputusan pemerintah memprioritaskan cabang tertentu menunjukkan upaya untuk lebih selektif di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kemenpora mendapatkan pemangkasan anggaran sebesar Rp 1,29 triliun atau 55,59 persen dari pagu definitif tahun anggaran 2025 sebanyak Rp 2,3 triliun.

Salah satu satuan kerja yang pemangkasannya cukup besar adalah Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Satuan kerja ini membawahkan pembinaan prestasi olahraga, pengiriman kontingen, penyelenggaraan kejuaraan internasional, pembinaan olahragawan muda di sentra olahraga dan peningkatan mutu tenaga keolahragaan dengan sertifikasi nasional ini mendapatkan pemangkasan yang cukup besar.

Pada pagu definitif tahun anggaran 2025, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga mendapatkan anggaran Rp 1,63 triliun. Pascarekonstruksi, satuan kerja ini mendapatkan Rp 473,5 miliar. Artinya, terdapat pemangkasan hingga 71,03 persen untuk satuan kerja yang berkaitan langsung dengan atlet, pelatih, dan cabang olahraga tersebut.

Fritz mengapresiasi upaya Kemenpora yang memprioriaskan cabang olahraga yang sebelumnya lolos ke Olimpiade untuk menjalani pemusatan latihan jangka panjang. Kemenpora memang harus mengutamakan program yang betul-betul mendesak dan penting.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia Parama Nugroho, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pesatuan Selancar Ombak Indonesia Tipi Jabrik Noventin, dan Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro menunjukkan perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rangka pemusatan latihan nasional 2025 di kantor Kemenpora, Jakarta, Senin (14/4/2025).

Meski demikian, Fritz berpendapat harus tetap harus ada upaya lanjutan. Kemenpora bisa meminta Komite Olimpiade Indonesia membentuk semacam satuan tugas Olimpiade untuk mengawasi penggunaan dana pelatnas tersebut.

”Satuan tugas ini juga bisa berfokus untuk memastikan bagaimana peta jalan cabang ini menuju Olimpiade, ini yang harus jelas, sehingga dengan dana yang diberikan dapat tersalurkan untuk mendanai upaya-upaya sesuai peta jalan tersebut,” ujar Fritz.

Selain menyalurkan dana untuk pelatnas, Kemenpora juga memberikan dukungan dana untuk penyelenggaraan dua ajang dunia, yakni Piala Dunia Panjat Tebing dan Tur Kejuaraan Liga Selancar Dunia (World Surfing League/WSL). Untuk Piala Dunia Panjat Tebing, Kemenpora memberikan bantuan Rp 4,9 miliar. Sementara untuk Tur Kejuaraan WSL, Kemenpora menyalurkan bantuan Rp 7,49 miliar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan