Kisah perjalanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam rangkaian foto.
05 Jan 2026 12:05 WIB · Internasional
AP/Ariana Cubillos
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengendarai bus dari bandara menuju di Istana Miraflores di Caracas seusai perjalanan penggalangan dana di Venezuela, 17 Januari 2015. Dengan jaket merah, ia melambaikan tangan kepada pendukungnya yang berkumpul di sepanjang jalan. Senyum tak lepas dari wajah Maduro.
Foto itu seakan mengingatkan rakyatnya akan asal usul presidennya. Nicolas Maduro, yang lahir pada 23 November 1962, sebelumnya dikenal sebagai sopir bus yang aktif dalam kegiatan serikat pekerja. Ia dikenal sebagai sosok yang berani dan vokal sampai akhirnya dipercaya memimpin serikat buruh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/01/05/dd9c57ba-9d4a-4ab5-8ba8-7ac310be18af_jpg.jpg)
Pada tahun 2000 Maduro terpilih menjadi anggota Majelis Nasional yang sering disebut perpanjangan tangan pemerintah. Posisi ini juga merupakan pintu masuknya ke lingkaran elite kekuasaan yang dipimpin Presiden Hugo Chavez saat itu.
Kedekatan ideologinya dengan presiden membuat ia dipercaya menduduki posisi penting, dari Menteri Luar Negeri sampai ditunjuk menjadi Wakil Presiden pada 13 Oktober 2012, mendampingi Chavez. Saat Presiden Chaves meninggal pada 5 Maret 2013, Maduro dianggap sosok yang paling siap menggantikannya.
Menggandeng Partai Sosialis Bersatu, Maduro berhasil memenangi pemilihan presiden khusus yang digelar pada 14 April 2013. Dengan perolehan 50,6 persen, ia akhirnya dilantik sebagai Presiden Venezuela lima hari kemudian. Setelah itu Maduro selalu bisa memenangi pemilihan presiden tahun 2018 dan pada 2024 walaupun kemenangannya selalu dipermasalahkan oleh lawan politiknya dan dunia internasional.
Selama masa pemerintahannya, Venezuela mengalami banyak krisis, termasuk krisis ekonomi, yang menyebabkan penduduknya meninggalkan negaranya dan bermigrasi ke Amerika Serikat. Trump dalam beberapa kesempatan menuduh Maduro terlibat dalam peredaran narkoba ke wilayah Amerika.
Serangan darat dan udara yang dilancarkan militer Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump pada 4 Januari 2026 dini hari mengakhiri kekuasaan Maduro. Ia dan istrinya ditangkap di kediamannya di Venezuela, dibawa dengan helikopter dan diterbangkan dengan pesawat ke Amerika Serikat.
Sebuah foto yang diunggah Trump lewat media sosial Thruth menunjukkan Maduro dengan tangan di borgol dan ditutup matanya menjadi bukti serta menjawab teka-teki keberadaannya. Sebelumnya publik bertanya-tanya akan keselamatannya setelah serangkaian serangan di basis militer Venezuela.
Kabar terakhir menyebutkan, Presiden Nicolas Maduro ditahan di penjara Brooklyn. Sebuah tempat yang pernah digunakan untuk menahan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez yang diadili karena menyelundupkan ratusan ton kokain ke AS. (AP/AFP/REUTRES)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto