Pada Rabu (26/11/2025), tiga hari setelah pemilu, tentara di Guinea-Bissau merebut kekuasaan. Berikut kisah sembilan kudeta militer yang terjadi di dunia.
01 Des 2025 08:11 WIB · Internasional
AFP/Patrick MEINHARDT
Para tentara di Guinea-Bissau muncul di televisi pemerintah pada hari Rabu (26/11/2025). Mereka mengatakan telah merebut kekuasaan di negara itu, menyusul laporan penembakan di dekat istana presiden, tiga hari setelah pemilihan umum nasional.
”Komando Militer Tinggi untuk pemulihan ketertiban umum dan nasional memutuskan untuk segera memberhentikan presiden, menangguhkan, hingga ada perintah baru, semua lembaga Republik Guinea-Bissau,” ujar juru bicara Dinis N'Tchama dalam pernyataannya.
Sementara pada saat yang sama, presiden petahana Umaro Sissoco mengatakan, ”Saya telah digulingkan,” katanya kepada jaringan televisi Perancis, France 24.
Ini adalah kudeta terbaru dari beberapa kudeta yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Afrika Barat. Guinea-Bissau, negara kecil berpenduduk 2,2 juta jiwa di pesisir Atlantik ini mengikuti pola kudeta militer yang terlihat di seluruh dunia. Pemilihan umum yang disengketakan, pergolakan konstitusional, ketidakpuasan pemuda, dan diakhiri dengan pengambilalihan militer.
Berikut adalah sembilan kudeta militer terakhir di dunia:
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/9d19cd06-574c-4be9-b2f2-7dab360ab387_jpg.jpg)
Sejak Agustus 2020, Mali telah mengalami dua kudeta berturut-turut. Sekelompok tentara memberontak dan menangkap perwira militer senior di luar ibu kota Bamako setelah berminggu-minggu protes warga sipil yang menuntut pengunduran diri presiden saat itu, Ibrahim Keita. Korupsi dan kegagalan menindak kelompok bersenjata menjadi dasar gerakan ini.
Pemimpin militer Kolonel Assimi Goita menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan dengan Bah Ndaw, seorang presiden sipil. Goita menjabat sebagai wakil presiden pada masa pemerintahan transisi. Pada Mei tahun 2021, Goita menggulingkan Ndaw setelah serangkaian perselisihan dan mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Ia menunda pemilihan umum yang dijadwalkan pada tahun 2022 menjadi tahun 2027.
Mali adalah salah satu dari kelompok tripartit negara-negara Afrika Barat yang terkurung daratan termasuk Burkina Faso dan Niger. Dua negara terakhir dipimpin oleh junta militer yang kini telah membentuk blok sendiri setelah memisahkan diri dari Komunitas Ekonomi negara-negara Afrika Barat. Mereka telah dengan tegas menyatakan keberatan terhadap kembalinya demokrasi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/844708d1-3565-44a0-b3e4-e31e52fd709f_jpg.jpg)
Setelah kematian ayahnya pada tahun 2021, Mahamat Idris Deby, seorang jenderal angkatan darat, dengan cepat merebut kekuasaan, memperpanjang kekuasaan keluarganya selama tiga dekade di negara Afrika tengah itu.
Tiga tahun kemudian, ia menyelenggarakan pemilu yang ia janjikan saat merebut kekuasaan. Deby dinyatakan sebagai pemenang pemilu yang diklaim oleh pihak oposisi telah dicurangi. Sejak itu, ia terus membungkam para kritikus. Mantan Perdana Menteri Succes Masra, seorang tokoh oposisi, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara awal tahun 2025 ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/f18106fb-ebde-4942-869e-eba9b9344514_jpg.jpg)
Setelah 11 tahun menjabat, Presiden Alpha Conde digulingkan oleh sekelompok tentara yang dipimpin oleh Mamady Doumbouya. Sebelumnya, pada tahun 2020, Conde mengubah konstitusi agar ia dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.
Doumbouya mencalonkan diri dalam pemilihan bulan Desember dan berupaya melepaskan diri dari tuntutan militernya. Ia berhasil memenangi referendum tahun ini, yang memungkinkan pemimpin junta ini untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum dan memperpanjang batas masa jabatan presiden dari lima menjadi tujuh tahun.
Militer Sudan, yang dipimpin oleh Jenderal Abdel-Fattah Burhan, melancarkan kudeta pada Oktober 2021, menggulingkan Presiden Omar al-Bashir, yang telah memerintah negara itu selama 26 tahun.
Burhan kemudian berbagi kekuasaan dengan Muhammad Dangalo, yang dikenal sebagai Hedmeti, pemimpin Pasukan Dukungan Cepat paramiliter. Pada bulan April 2023, perseteruan yang membara di antara mereka menyebabkan salah satu konflik paling dahsyat di dunia, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/44e9fe90-3793-4e03-9a40-02195e6f779a.jpg)
Seperti negara tetangganya, Mali, Burkina Faso juga mengalami dua kudeta berturut-turut. Pada Januari 2022, Roch Kabore digulingkan oleh Letnan Kolonel Paul-Henri Damiba. Pada bulan September, Kapten Ibrahim Traore, kepala unit artileri tentara Burkina Faso, menggulingkan Damiba dengan dalih yang sama seperti kudeta sebelumnya, seiring memburuknya keamanan.
Traore kemudian memerintah negara itu. Pada bulan Juli, ia membubarkan komisi pemilihan independen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/5f274119-1520-4345-82f3-3fa00576caf2.jpg)
Jenderal Abdourahamane Tchiani menggulingkan Mohamed Bazoum, mengakhiri transisi demokrasi yang langka di Niger. Kudeta dramatis tersebut memicu krisis di blok regional ECOWAS, yang mengancam akan menginvasi Niger jika Bazoum tidak diangkat dan negara tersebut kembali ke demokrasi. Krisis tersebut memecah belah kawasan. Niger bekerja sama dengan Burkina Faso dan Mali untuk membentuk Aliansi Negara-Negara Sahel yang memisahkan diri dari ECOWAS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/04b94ea3-5994-426f-8016-e55d3e0cccde.jpg)
Kejadiannya tak lama setelah Presiden Ali Bongo, yang telah berkuasa selama 14 tahun, mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan dinyatakan sebagai pemenang pemilu berikutnya pada tahun 2023. Sekelompok tentara muncul di televisi dan mengatakan mereka merebut kekuasaan. Mereka membatalkan pemilu dan membubarkan semua lembaga negara.
Brice Oligui Nguema, sepupu Bongo, mengambil alih kekuasaan. Sejak itu, dia memerintah Gabon dan diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden pada bulan April.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/01/f4583ab5-2545-4234-8732-f90aeb2ac9b2.jpg)
Mengungkapkan rasa frustrasi atas kekurangan air dan pemadaman listrik yang kronis, kaum muda di Madagaskar turun ke jalan menuntut pengunduran diri mantan Presiden Andry Rajoelina. Rajoelina justru membubarkan pemerintahannya dan menolak mengundurkan diri. Ini kemudian memicu pengambilalihan militer atas negara di Afrika bagian selatan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/28/6588eabb-7c0f-43e3-b75b-006a89eb274c_jpg.jpg)
Negara Afrika Barat ini memiliki sejarah kudeta. Embalo sedang berusaha menjadi presiden pertama yang memenangi masa jabatan kedua ketika militer merebut kekuasaan. Embalo akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke negara tetangganya, Senegal. Saat yang bersamaan, militer mengumumkan pemimpin junta baru pada Kamis (27/11/2025) dengan melantik Jenderal Horta Inta-a sebagai kepala pemerintahan militer. (AP/REUTERS/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti