Dari Ujung Jari, Kawula Muda Emaskan Masa Depan Tanpa Cemas

Kemudahan akses dan beragam fitur yang ditawarkan membuat generasi muda kian menggandrungi investasi emas secara digital.

30 Sep 2025 07:00 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Agustinus Yoga Primantoro

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Demikian salah satu filosofi menabung yang telah tertancap dalam benak kita sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tak ada yang keliru sebenarnya dengan konsep ini. Hanya, sekadar menabung sebagai ikhtiar masih belum cukup untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa depan.

Kini, kawula muda mulai mengenal investasi. Mereka yang notabene melek digital telah terpapar oleh berbagai tawaran investasi, mulai dari saham, reksadana, kripto, hingga emas. Dari berbagai pilihan itu, emas menjadi salah satu investasi yang cukup digandrungi oleh kalangan muda.

Asthony Purwanda Febriawan (26), karyawan swasta di Klaten, Jawa Tengah, misalnya, baru memulai investasi emas dalam beberapa tahun terakhir. Semula, ia hanya coba-coba membeli emas perhiasan, seperti gelang, kalung, dan cincin, sebagai investasi jangka panjang.

Lantas, ia mulai tertarik untuk investasi emas batangan secara fisik, lantaran dirasa lebih menguntungkan. Setelah membeli beberapa gram, Asthony malah merasa khawatir emas batangannya terselip ketika disimpan sendiri.

Harga emas mencapai kisaran Rp 2 juta per gram pada Senin (21/4/2025). Lonjakan harga diprediksi terus terjadi hingga beberapa waktu ke depan.

Apalagi emas tersebut ditujukan sebagai tabungan untuk persiapannya menikah. Berangkat dari perasaan waswas itu, ia mendapatkan informasi bahwa ada penyimpanan emas batangan secara digital, salah satunya di PT Pegadaian (Persero).

”Terus nyoba beli dah itu. Di pegadaian, kan ada fitur grafiknya, jadi bisa pantau tiap hari naik berapa (harga) emasnya. Alhamdulillah, lumayan untungnya walaupun baru terhitung nabung beberapa bulan. Dari situ, muncul tekad nabung lebih rutin, nyicil-nyicil tiap bulan 1 gram, 2 gram, atau 3 gram,” tuturnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (28/9/2025). Terlebih, ia sudah kecipratan kenaikan harga emas yang berulang kali mencetak rekor tertinggi.

Mengutip laman resmi Antam, harga emas batangan pada perdagangan Senin (29/9/2025) siang telah menembus Rp 2,19 juta per gram atau melonjak 50,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, senilai Rp 1,46 juta per gram.

Quote

Keunggulannya lebih ngerasa, aman karena emasnya terekam secara digital. Kemudian, bisa dipantau juga naik turun harganya. Cara pembayaran juga bisa transfer jadi enggak ribet-ribet harus ke pegadaian buat beli emas.

Menurut Asthony, menabung emas secara digital lebih menguntungkan dibanding sekadar menabung uang di bank. Selain caranya mudah, imbal hasil yang didapatkan dari menabung emas lebih menjanjikan untuk jangka panjang ketimbang sekadar tabungan mengendap di rekening bank.

”Keunggulannya lebih ngerasa, aman karena emasnya terekam secara digital. Kemudian, bisa dipantau juga naik turun harganya. Cara pembayaran juga bisa transfer jadi enggak ribet-ribet harus ke pegadaian buat beli emas,” ujarnya.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, kini Asthony tak lagi khawatir untuk investasi emas secara digital demi masa depannya. Bukan hanya untuk persiapan menikah, ia juga mulai mempersiapkan tabungan jangka panjangnya, seperti kebutuhan persiapan hari tua, dana kesehatan, serta untuk membeli properti.

Iklan produk emas di Galeri 24, anak perusahaan milik BUMN PT Pegadaian di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (20/5/2025).

Ingat pesan orangtua

Lain cerita dengan Agustinus Tri Budi Sunarko (25) atau akrab disapa Koko, warga Purworejo, Jawa Tengah. Ia masih ingat betul pesan dari orangtuanya untuk mempersiapkan tabungan jangka panjang, salah satunya dengan menabung emas.

Kata orangtua, Koko menirukan, anak-anak sepelantarannya yang baru saja mendapatkan penghasilan, kebanyakan masih labil dan banyak keinginannya untuk membeli ini-itu. Apalagi, jika tabungan itu hanya ditabung dalam bentuk uang.

Sebaliknya, tabungan dalam bentuk emas jauh lebih stabil dan memberikan keuntungan yang lebih banyak dalam jangka panjang. Berangkat dari petuah tersebut, Koko pun mulai mencoba untuk menambung emas secara digital melalaui aplikasi Pegadaian.

”Untuk investasi, aku (coba) emas digital, mungkin karena sudah era digital juga ya. Jadi, aku mikir lebih simple aja si kalau digital enggak perlu brankas dan lain-lain. Terus juga, kalau digital aksesnya lebih mudah, fleksibel, dan nabung-nya seadanya uang aja bisa,” katanya.

Jajak Emas Digital - Riset Litbang Kompas

Alhasil, ikhtiarnya menabung emas dalam setahun terakhir ini mulai membuahkan hasil. Dengan minimal menaruh dana sebesar Rp 100.000-Rp 500.000 per bulan, wajahnya semringah tatkala melihat harga emas meroket hingga 50 persen sejak setahun terakhir.

Koko mengaku, bukan perkara mudah baginya rutin menyisikan uang setiap bulan untuk membeli emas. Maka dari itu, ia pun bertekad tidak mengonsumsi kopi yang rata-rata menghabiskan Rp 100.000 per pekan. Pengeluaran untuk minum kopi, ia alokasikan untuk membeli emas.

”Sejauh aku nabung emas, menurutku, saat ini masih aman-aman saja. Nilainya masih sangat stabil, bahkan dari satu tahun terakhir ini ada kenaikannya lumayan. Apalagi, in this economy (situasi ekonomi seperti saat ini),” ujarnya.

Quote

Selain kuat melawan inflasi, logam mulia bisa berfungsi sebagai ”world wide currency” atau mata uang yang berlaku di seluruh dunia sehingga bisa menjadi alat tukar transaksi keuangan pada saat darurat.

Berkaca dari cerita tersebut, penasihat keuangan sekaligus pendiri Oneshildt Financial Planning, Risza Bambang, berpendapat, fenomena generasi muda yang mulai menggandrungi logam mulia merupakan hal yang baik. Ini mengingat logam mulia sebagai instrumen investasi yang relatif aman (safe haven) yang kuat menghadapi inflasi.

Ia pun menyarankan agar investasi diarahkan pada logam mulia berbentuk batangan atau koin. Bila secara digital, perlu dipastikan logam mulia tersebut benar-benar tercatat dalam bentuk kode unik, guna memastikan keamanan dan bisa ditarik sewaktu-waktu.

”Selain kuat melawan inflasi, logam mulia bisa berfungsi sebagai world wide currency atau mata uang yang berlaku di seluruh dunia sehingga bisa menjadi alat tukar transaksi keuangan pada saat darurat,” kata Risza.

Pedagang menunjukkan koleksi emas batangannya di salah satu toko emas di Cikini Gold Center, Jakarta Pusat, Selasa(22/4/2025). Harga emas Antam pada Selasa mencetak rekor tertinggi dan tembus di atas Rp 2 juta per gram, yaitu tepatnya Rp 2.016.000 atau naik Rp 36.000 dari hari sebelumnya.

Sementara itu, Andy Nugroho, seorang perencana keuangan, menjelaskan, konsep safe haven dalam emas merujuk pada pemikiran bahwa semua uang di dunia ini dicetak berdasarkan jumlah emas yang dimiliki oleh pemerintahan suatu negara.

Maka, sebenarnya emas lebih berharga daripada uang. Emas juga memiliki kekebalan terhadap inflasi dibandingkan dengan mata uang yang digunakan. Oleh sebab itu, agar uang kita tetap terjaga daya belinya, sebaiknya diwujudkan dalam bentuk emas.

”Bila dana kita terbatas, kita bisa melakukannya dengan membeli emas sedikit demi sedikit dan diakumulasi dalam jangka waktu panjang,” kata Andy.

Idealnya, ia menyarankan, dana investasi memang dialokasikan 10 persen dari penghasilan. Namun, yang lebih penting lagi ialah bagaimana menerapkannya secara konsisten berapa pun besarannya 10 persen dari penghasilan itu, agar dapat menjadi habitus alias kebiasaan.

Daftar sejumlah tarif yang dikenakan saat membuka dan memiliki rekening tabungan emas PT Pegadaian.

Andy turut menyarankan investasi tersebut sebaiknya menggunakan uang dingin alias kelebihan dana dari penghasilan di luar kebutuhan sehari-hari. Selain itu, mereka juga sebaiknya menghitung kembali besaran modal yang dimiliki, alokasi dana untuk investasi, dan pajak yang akan dikenakan.

”Jangan bersifat FOMO (fear of missing out). Gunakan manajemen keuangan dalam berinvestasi, dan disiplin dalam menjalankannya. Lalu, jangan berinvestasi di sesuatu hal yang kita sendiri tidak paham,” ujarnya.

Tawarkan aneka produk

Survei dari Jakpat bertajuk Indonesia Investment Trends menunjukkan, lebih dari separuh responden yang sebelumnya tidak berminat berinvestasi, berencana akan melakukan investasi pada 2025. Pilihan tertinggi jatuh pada emas perhiasan (67 persen), disusul logam mulia dan emas (66 persen), serta properti (63 persen).

Adapun survei itu dilakukan pada Oktober 2024 dengan melibatkan 2.000 ribu responden. Dari jumlah tersebut, mayoritas respondennya merupakan masyarakat ekonomi menengah berusia di bawah 28 tahun (Generasi Z) dan kelompok usia 29-44 tahun (Generasi Milenial).

Masih merujuk survei Jakpat, sebagian besar dari responden (54 persen) itu mengaku rutin mengelola investasi mereka setiap bulan secara digital. Mayoritas dari mereka menyisihkan berkisar 10-30 persen pendapatannya untuk berinvestasi.

Preferensi produk investasi berdasarkan kelompok usia.

Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian (Persero) Kadek Eva Suputra mengatakan, animo generasi muda dalam berinvestasi emas merupakan sinyal positif terhadap perkembangan literasi  dan inklusi keuangan Indonesia. PT Pegadaian pun menyambut baik animo tersebut dengan menghadirkan berbagai layanan.

”Mereka (nasabah) pun dapat memperoleh imbal hasil atas tabungan emas mereka melalui produk Depostio Emas. Bukan hanya itu, Pegadaian juga memiliki Cicil Emas bagi generasi muda yang prefer ke emas fisik berbentuk batangan dengan berbagai pilihan brand dan kepingan,” ujar Kadek.

Berdasarkan data selama Januari-Juni 2025, PT Pegadaian melalui kanal aplikasinya membukukan lebih dari 10 juta transaksi secara digital, dengan nilai transaksi mencapai Rp 32 triliun atau tumbuh 215 persen secara tahun kalender berjalan.

Quote

Tujuannya, agar generasi muda mudah memahami, mengakses, dan bertransaksi hanya melalui gadget, kapan pun dan di mana pun.

Per 5 Agustus 2025, total nasabah di PT Pegadaian telah menembus angka lebih dari 28 juta orang. Adapun nasabah generasi muda, terutama Generasi Milenial dan Z, menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pertumbuhan layanan emas digital.

Pada produk Tabungan Emas, misalnya, pangsa dari kedua generasi itu mencapai 60 persen dari total nasabah. Oleh sebab itu, Pegadaian pun turut menempuh strategi pemasaran yang relevan bagi generasi muda, mulai dari desain antarmuka aplikasi yang sederhana, intuitif, ramah pengguna (user friendly), hingga memanfaatkan media sosial dalam memberikan kampanye edukasi yang interaktif.

”Tujuannya, agar generasi muda mudah memahami, mengakses, dan bertransaksi hanya melalui gadget, kapan pun dan di mana pun,” kata Kadek.

Warga antre menunggu panggilan untuk mendapatkan pelayanan dari petugas Pegadaian Prailiu, di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (6/2/2021). Selama pandemi Covid-19 ini, Pegadaian menjadi salah satu lembaga keuangan andalan masyarakat setempat untuk mendapatkan talangan dana segar karena dinilai paling mudah, aman, dan cepat. Selain menerima gadai emas dan perhiasan, Pegadaian Prailiu juga menerima barang berharga seperti benda pusaka dan kain tenun adat Sumba.Kompas/Wawan H Prabowo

Beberapa produk investasi emas yang ditawarkan oleh PT Pegadaian, yakni Tabungan Emas dengan nilai transaksi pembelian emas fisik secara digital mulai dari Rp 10.000. Produk ini juga dapat didepositokan untuk memperoleh imbal hasil melalui layanan Deposito Emas.

Kemudian, bagi nasabah yang ingin memiliki emas batangan, hadir pula produk Cicil Emas dengan cicilan tetap per bulan, meki harga emas naik. Produk-produk tersebut dapat diakses di seluruh outlet Pegadaian, agen Pegadaian, aplikasi Pegadaian Digital, serta kanal digital lainnya.

Cerita Asthony dan Koko kiranya menjadi potret kecil kawula muda yang kini mulai melek investasi emas secara digital. Selain menawarkan produk secara instan dan transparan, investasi emas secara digital dapat dimulai kapan pun, di mana pun, dan dengan modal yang relatif terjangkau.

Di sisi lain, aneka layanan produk PT Pegadaian pun turut menjadi salah satu pemantik bagi kalangan muda dalam mempersiapkan masa depan melalui investasi emas. Sedikit demi sedikit, kawula muda diharapkan dapat menyongsong masa depan tanpa cemas, hingga pada akhirnya dapat #mengEMASkan Indonesia, sebagaimana misi dari PT Pegadaian.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agustinus Yoga Primantoro
 | 

Editor:

Budi Suwarna
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase