PIALA DUNIA 

Dari ”Waka Waka” ke ”Dai Dai”, Ikatan Shakira Bersama Piala Dunia

Tahun ini, Shakira kembali terlibat dalam ajang Piala Dunia setelah 20 tahun lalu di Afrika Selatan. Dia kembali mengangkat pesan keberagaman dan kebersamaan.

11 Jun 2026 14:26 WIB · Olahraga

AP/Bruna Prado

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Dai Dai Iko

Dale Allez Let’s Go

Petikan syair itu adalah bagian dari lagu berjudul ”Dai Dai” yang dinyanyikan penyanyi Kolombia, Shakira, bersama musisi Nigeria Burna Boy. Ditulis Shakira, Burna Boy, Ed Sheeran, Jon Bellion, Ahmed Saghir, dan Alexander Vasquez, lagu ini menjadi salah satu lagu resmi Piala Dunia 2026.

Khusus ”Dai Dai”, lagu ini sudah diperkenalkan pada publik sejak 14 Mei 2026. Namun, secara resmi, Shakira baru akan menampilkannya saat membuka laga Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 02.00 WIB.

Format ini melanjutkan perubahan yang mulai terlihat dalam beberapa edisi terakhir Piala Dunia. Jika sebelumnya turnamen identik dengan satu lagu utama, kini FIFA menghadirkan album resmi berisi sejumlah lagu dari berbagai musisi dunia.

Bersama Dai Dai, FIFA merilis 18 lagu lainnya dalam album resmi Piala Dunia 2026. Musisinya juga datang berbagai negara dan latar belakang.

Lama media sosial X Shakira yang memajang perihal peluncuan lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 berjudul Dai Dai.

Seperti ajang sebelumnya, Dai Dai tetap meneruskan tradisi lagu tema Piala Dunia, yang multibahasa, kolaboratif, dan penuh pesan.

Frasa Dai Dai Iko, Dale, Allez, Let's Go, misalnya, memadukan ungkapan penyemangat dari berbagai bahasa.

”Iko” dalam bahasa Jepang berarti ”ayo pergi”, ”Dai” dalam bahasa Italia bermakna ”ayo”, ”Dale” dalam bahasa Spanyol dan ”Allez” dalam bahasa Perancis juga sama-sama berarti ajakan untuk maju atau bergerak bersama.

Tradisi beragam dan penuh pesan ini bukan pertama kali terjadi dalam lagu-lagu Piala Dunia. Setidaknya, sejak 2010, semangat keberanian dan keberagaman selalu ditonjolkan.

Pemandangan udara ini menunjukkan Stadion Kota Meksiko yang sebelumnya bernama Stadion Azteca di Kota Meksiko pada Kamis (28/5/2026).

Di 2010, misalnya, ”Waka Waka” yang juga dibawakan Shakira memasukan bahasa Inggris dan unsur Afrika lewat frasa ”Tsamina mina, Zangalewa”.

Di 2014, saat Piala Dunia Brasil, ada ”We Are One (Ole Ola)” yang dibawakan Pitbull, Jennifer Lopez, Claudia Leitte. Di sana, digunakan bahasa Inggris, Spanyol, dan Portugis serta perkusi khas Brasil.

Berlanjut di Piala Dunia 2018 Rusia, giliran ”Live It Up” yang dibawakan Nicky Jam, Will Smith, Era Istrefi, dengan mencampurkan bahasa Inggris  dan Spanyol.

Sementara pada Piala Dunia 2022 Qatar, lagu utamanya berjudul ”Hayya Haya (Better Together)” yang dibawakan Trinidad Cardona, Davido, dan Aisha. Ada nuansa Timur Tengah kuat dalam lagu ini. Penyanyi asal Korea Selatan, Jungkook BTS, menyanyikan ”Dreamers” dalam album resmi.

Kembali ke Piala Dunia

Bagi Shakira, kehadiran ”Dai Dai” juga menandai kembalinya dia ke panggung yang selama dua dekade terakhir menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.

Dalam wawancara dengan People, Shakira menyebut dirinya memiliki hubungan dengan sepak bola yang tampaknya tak terputus, sebuah ikatan yang terus berulang dari satu edisi ke edisi lain.

Keterkaitannya dengan Piala Dunia mulai dikenal luas pada 2006 ketika ”Hips Don’t Lie” yang kerap mewarnai suasana turnamen di Jerman, sebelum mencapai puncak popularitas global melalui ”Waka Waka”.

Penyanyi Shakira tampil di jeda babak pertama pertandingan Copa America 2024 antara Argentina dan Kolombia di Stadion Hard Rock, di Miami, Florida, Amerika Serikat, Senin (15/7/2024) WIB. *** Local Caption *** Shakira performs at the halftime show during the CONMEBOL Copa America 2024 Final match between Argentina and Colombia at Hard Rock Stadium on July 14, 2024 in Miami Gardens, Florida. Buda Mendes/Getty Images/AFP (Photo by Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Shakira mengatakan, tidak pernah menyangka akan begitu terkoneksi dengan Piala Dunia yang ia gambarkan sebagai sesuatu yang ajaib. Alasannya, Piala Dunia lebih dari sekadar peristiwa olahraga.

Piala Dunia menjadi ruang yang mampu menyatukan orang-orang di tengah situasi sosial dan politik yang kompleks. ”Ini akan tentang menyatukan orang-orang di momen yang sangat sensitif saat ini,” ujarnya seperti dikutip dari El Pais.

Ia juga memaknai keterlibatannya sebagai refleksi perjalanan hidup pribadi. Dibandingkan dengan 20 tahun lalu, ia kini lebih menikmati hidup, lebih percaya diri, dan lebih menerima dirinya apa adanya.

”Hidup itu sulit, tetapi layak dijalani karena teman-temanmu selalu ada untukmu. Semangat kebersamaan itulah yang selalu membuat Piala Dunia terasa istimewa,” katanya.

Penyanyi asal Kolombia Shakira berbicara dalam sebuah panel mengenai pertunjukan paruh waktu turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA 2026 selama KTT Global Citizen NOW, Kamis, 14 Mei 2026, di New York, Amerika Serikat.

Apalagi, kata Shakira, pesan ”tidak sendirian” bakal semakin nyata di Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, pertunjukan musik akan terintegrasi dengan agenda sosial melalui kemitraan FIFA dan Global Citizen dalam Global Citizen Education Fund.

Program ini menargetkan pengumpulan dana hingga 100 juta dolar AS untuk mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di berbagai negara. Shakira menjadi salah satu figur publik yang terlibat dalam inisiatif tersebut. Salah satu dana yang akan disumbangkan berasal dari royalti lagu ”Dai Dai”.

”Ini akan menjadi yang paling istimewa karena edisi ini berupaya meninggalkan warisan penting bagi anak-anak yang hidup dalam kondisi rentan dan tidak memiliki akses ke pendidikan berkualitas,” ujar Shakira yang kerap menggelar beragam konser amal.

Bintang pop Kolombia, Shakira, tampil dalam konser gratisnya di Pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas program pendidikan dan sepak bola anak melalui kemitraan dengan UNESCO. Setengah dari dana itu akan dialokasikan untuk pendidikan dasar di lebih dari 200 negara.

Hal ini sejalan dengan kiprah Shakira sebagai pendiri Fundación Pies Descalzos atau Barefoot Foundation. Lembaga sosial ini lahir tahun 1997 untuk mendukung pendidikan anak-anak rentan di Kolombia.

Yayasan ini sekarang mengelola sekolah di berbagai wilayah terdampak pengungsian internal, dengan lebih dari 5.000 anak menerima pendidikan, makanan bergizi, seragam, serta dukungan psikososial.

”Kami sudah melakukannya bersama Fundación Pies Descalzos dan harapannya bisa terus berlanjut dengan berbagai pihak lainnya,” katanya.

Presiden FIFA Gianni Infantino.

Apresiasi FIFA

Presiden FIFA Gianni Infantino mengapresiasi keterlibatan Shakira dan pihak lain dalam Global Citizen Education Fund. Hal itu semakin menegaskan pesan sepak bola yang menyatukan dunia, baik di dalam ataupun luar lapangan.

”Kami hendak mengubah permainan dunia menjadi kekuatan untuk kesempatan, harapan, dan mewujudkan mimpi jutaan anak di dunia,” kata dia.

Pesan yang sama terselip dalam lirik ”Dai Dai”. Dale, no olvides lo que vales atau Dale, jangan lupakan nilaimu.

Dari sana, sepak bola kembali ingin menyampaikan pesan, mengajak para pemain berlaga sepenuh hati. Bagi jutaan anak yang menyaksikannya, sepak bola mengingatkan agar mereka jangan pernah berhenti bermimpi untuk masa depan lebih baik. (Reuters/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase