”Kutukan” Da Luz ingin diakhiri Real Madrid. Di sisi lain, Jose Mourinho masih menyimpan magis untuk menghadirkan malam penuh kenangan untuk Benfica.
16 Feb 2026 15:35 WIB · Olahraga
AP
LISABON, SENIN — Real Madrid boleh saja berstatus klub tersukses di Liga Champions berkat koleksi 15 trofi ”Si Kuping Besar”. Tetapi, tekanan darah dan degup jantung pemain-pemain ”Los Blancos” akan menyentuh level abnormal setiap berhadapan dengan Benfica. Stadion Da Luz, Lisabon, kandang Benfica, adalah satu-satunya arena di mana Real belum pernah menaklukkan pemilik rumah di kompetisi favorit mereka.
Los Blancos akan menjalani kunjungan kedua di Da Luz pada musim ini pada duel pertama playoff babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2/2026) pukul 03.00 WIB. Kurang dari sebulan lalu, tepatnya 28 Januari, Real pulang dengan kekalahan 2-4 yang memastikan Benfica bisa keluar dari lubang jarum demi menyabet tiket playoff.
Hasil negatif itu memastikan catatan buruk Real setiap bertandang ke markas Benfica. Lebih dari enam dekade lalu, Real tidak berdaya pada laga pertama perempat final musim 1964-1965.
Diinspirasi Eusébio, pemain terbaik Portugal sebelum era Cristiano Ronaldo, ”Si Elang” menerkam Real dengan skor mutlak 5-1. Meskipun kalah 1-2 pada laga kedua, Benfica mulus ke semifinal berkat keunggulan agregat 6-3.
Dominasi Benfica atas Real pada dekade 1960-an juga tercatat pada partai final Liga Champions 1961-1962. Benfica melibas Real 5-3 di Amsterdam, Belanda. Itu adalah kekalahan pertama Los Blancos pada laga final Liga Champions.
Berselang 61 tahun, Real baru kembali bertarung dengan Benfica di Da Luz. Pada percobaan pertama musim ini, mereka tumbang secara tragis melalui gol sundulan kiper Benfica, Anatoliy Trubin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/fd76cad323f30f5358a94ecb1ee8e52a-wires_photo_84_.jpg)
Tidak hanya kalah, Real juga pulang dengan dua pemain menerima kartu merah. Mereka adalah Raul Asencio dan Rodrygo. Dua pemain itu absen pada laga pertama playoff.
Padahal, jika dibandingkan dengan dekade 1960-an, Benfica bukan tim superior lagi. Tidak ada skipper fenomenal setara Eusébio. Nama besar yang tercantum di dalam skuad Benfica justru datang dari pinggir lapangan. Ia adalah Jose Mourinho, pelatih Benfica.
Pendekatan taktik dan pengalaman Mourinho adalah faktor kunci Benfica bisa meredam bintang-bintang Real, seperti Kylian Mbappé, Jude Bellingham, hingga Vinícius Jr. Mourinho tidak kesulitan memenangi adu strategi dengan pelatih Real, Alvaro Arbeloa, mantan anak asuhannya.
Merujuk sejarah, kenangan terbaik Real di Da Luz tercipta pada musim panas 2014. Kala itu, mereka merengkuh la decima alias gelar Liga Champions ke-10 seusai memenangi derbi Madrid kontra Atletico Madrid dengan skor 4-1 di laga final. Arbeloa berstatus pemain cadangan yang tidak bermain saat itu.
Arbeloa menyadari tantangan sulit yang akan dialami oleh anak asuhannya di Lisabon. Di tengah rekor pertemuan buruk itu, Arbeloa bertekad untuk membantu Real membawa pulang kemenangan pertama dari kandang Benfica.
”Kami telah diperingatkan betapa sulitnya pertandingan akan berlangsung pada Selasa (Rabu WIB) ini. Kami harus memainkan gim yang fantastis untuk melanjutkan tren kemenangan dalam beberapa waktu terakhir,” ucap Arbeloa dilansir Marca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/16/4503398e1c12b5e0d3cd57690517dff8-APTOPIX_Portugal_Champions_League_Soccer_135642222.jpg)
Ia melanjutkan, ”Saya berharap sejarah tidak terulang lagi. Kami akan berusaha mengejar kemenangan dan tidak memikirkan laga kedua.”
Penyerang sayap Real, Vinícius, bertekad membantu timnya melakukan revans atas Benfica. Meskipun menganggap Real diuntungkan undian karena menjalani gim kedua di kandang, Vinícius menegaskan pentingnya membawa pulang hasil bagi dari kandang lawan pada laga pertama.
”Jika tim tidak dalam kondisi prima secara fisik, maka kami bisa kalah menghadapi tim mana pun. Itu yang kami alami ketika kalah di pertemuan sebelumnya menghadapi Benfica. Sekarang, kami memiliki kesempatan kedua dan ingin memenangi laga,” kata Vinícius dalam siniar yang dipandu Youtuber asal Spanyol, Ibai Llanos.
Bagi Benfica, kemenangan atas Real bulan lalu telah melejitkan situasi moral dan semangat juang tim. Benfica sempat mengalami periode buruk selama Januari lalu akibat tersisih dari Piala Liga dan Piala Portugal.
Kondisi itu sempat membuat para pendukung melakukan demonstrasi di kompleks latihan tim, pertengahan Januari lalu. Mourinho menemui langsung suporter untuk memberikan keyakinan agar mereka terus mendukung tim dalam situasi sulit.
Hasilnya, Benfica meraih tujuh poin pada tiga laga Liga Portugal selama Februari. Si Elang memangkas selisih poin dengan FC Porto, pemuncak klasemen, dari 10 poin menjadi tujuh poin.
Terlepas masih duduk di peringkat ketiga, Benfica adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan hingga pekan ke-22 Liga Portugal edisi 2025-2026. Di tengah tren positif itu, Mourinho mengingatkan anak asuhannya bahwa hanya performa tanpa cela yang bisa membawa timnya kembali mengalahkan Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/29/2a4c486967810bc1f6add638c6efa084-wires_photo_86_.jpg)
”Mereka (Real) adalah raja. Sebanyak 15 (titel) adalah penegasan, bukan sekadar sejarah. Kami akan menghadapi, pastinya, penantang terbesar untuk menjuarai kompetisi ini,” ucap Mourinho seperti dikutip A Bola.
Sementara itu, Paris Saint-Germain, juara bertahan Liga Champions, akan menjalani derbi sesama tim Perancis, AS Monaco, di Stadion Louis II, Monaco. Sempat berstatus tim terbaik selama 2025 dengan menyapu bersih trofi di Perancis dan Eropa, performa PSG masih angin-anginan pada 2026.
Mereka terlempar ke playoff babak gugur akibat nirmenang pada tiga laga terakhir Liga Champions. Dua poin dikumpulkan ”Les Parisiens” dari sembilan koleksi poin maksimal sehingga mereka keluar dari zona delapan besar. Di Liga Perancis, puncak klasemen juga direbut Lens, akhir pekan lalu.
Pada pertemuan di Stadion Louis II pada Liga Perancis, 29 November lalu, PSG kalah 0-1. Gol tunggal penyerang Jepang, Takumi Minamino, mengunci kemenangan Monaco. Tetapi, Minamino tidak akan bermain akibat menderita cedera parah yang mengakhiri musim ini lebih dini.
”Sebuah laga tandang ke Monaco tidak akan mudah. Kami sudah mengalami kekalahan di sana, jadi kami harus mengerahkan segalanya untuk bisa menang,” ucap Ousmane Dembele, penyerang PSG, dilansir laman klub.
Pada laga lain, dua wakil Italia, Juventus dan Atalanta, bakal menjalani gim di kandang lawan. Juve melawat ke markas Galatasaray, sedangkan Atalanta menantang Borussia Dortmund di Jerman.
(AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto