LIGA CHAMPIONS

Benfica Vs Real Madrid, Pertaruhan Harga Diri Jose Mourinho

Jumpa Real Madrid, Jose Mourinho enggan dipermalukan ”muridnya”, Alvaro Arbeloa. Mourinho bermodal pengalaman, sedangkan Arbeloa bermodal skuad bergelimang bintang.

27 Jan 2026 15:31 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LISBOA, SELASA — Jose Mourinho tidak pernah gagal membawa tim asuhannya lolos dari babak penyisihan Liga Champions sejak membawa FC Porto juara pada 2003-2004. Setelah 22 tahun berlalu, rekor positif itu berpeluang tercoreng. Hanya satu harapan bagi Mourinho untuk menjaga harga dirinya, yaitu mengalahkan Real Madrid, sang raja Eropa.

Benfica menyambut Real pada laga pamungkas fase grup Liga Champions 2025-2026, Kamis (29/1/2026), pukul 03.00 WIB, di Stadion Da Luz, Lisboa, Portugal. ”Si Elang”, julukan Benfica, wajib mengemas tiga poin demi membuka kans mereka lolos ke playoff babak 16 besar Liga Champions.

Meski begitu, tiga poin belum menjamin Benfica masuk ke zona 24 besar. Mereka baru mengemas enam poin dari tujuh laga yang sudah berjalan. Benfica berjarak dua poin dari PSV Eindhoven, Athletic Bilbao, dan Olympiakos yang duduk di peringkat ke-23 hingga ke-24.

Demi lolos ke fase playoff, Benfica juga perlu berharap lima tim yang telah memiliki delapan poin, termasuk Napoli (#25) dan Copenhagen (#26), menelan kekalahan.

Di sisi lain, nirmenang juga diharapkan Benfica untuk dua tim di atas mereka, Club Brugge (7 poin) dan Bodo/Glimt (6 poin). Itu hitung-hitungan nyaman untuk Benfica.

Benfica's head coach Jose Mourinho reacts during the Champions League opening phase soccer match between Ajax and SL Benfica in Amsterdam, Netherlands, Tuesday, Nov. 25, 2025. (AP Photo/Peter Dejong)

Mourinho, juru taktik Benfica, juga tidak ingin harga dirinya terkoyak jika gagal membawa Si Elang lolos ke fase gugur. Dalam karier kepelatihannya yang dimulai pada tahun 2000, Mourinho hanya sekali gagal membawa tim ke babak gugur.

Momen itu tercipta pada musim debutnya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut, yakni 2001-2002. Kala itu, Mourinho mengasuh Porto yang hanya meraup satu poin dari empat laga babak penyisihan.

Partisipasi terakhir Mourinho di Liga Champions tertulis dengan mengantarkan Tottenham Hotspur melaju ke babak 16 besar edisi 2019-2020. Spurs tersingkir akibat tak berdaya menghadapi Bayern Muenchen, juara musim itu.

Di tengah ambisi menjaga catatan positif di Liga Champions, Mourinho berupaya realistis menghadapi Real. Secara kualitas, Real memiliki segala keunggulan, baik dari sisi performa terkini maupun kualitas individu, dibandingkan Benfica.

”Meskipun secara praktik mustahil kami mengalahkan Real, kultur yang kami miliki adalah ketika Benfica bermain, setiap pemain harus melakukan apa yang harus mereka tampilkan dan bermain dengan tanggung jawab mewakili Benfica,” ujar Mourinho, dilansir A Bola, Selasa (27/1/2026).

Benfica's Leandro Barreiro scores his side's second goal during the Champions League opening phase soccer match between Ajax and SL Benfica in Amsterdam, Netherlands, Tuesday, Nov. 25, 2025. (AP Photo/Peter Dejong)

Tidak berpihak

Opta, melalui perhitungan supercomputer, hanya menilai kans Benfica menang sebesar 33 persen. Adapun peluang Real pulang dengan tiga poin adalah 41 persen. Rekor tidak berpihak lainnya juga tercatat dengan catatan Mourinho tidak pernah menang ketika menghadapi Real.

Terlepas dari historis kariernya yang pernah menangani Real pada Mei 2010 hingga Mei 2013, Mourinho belum sekali pun menaklukkan Real sebagai lawan. Dalam lima kali duel, Mourinho hanya sekali menahan Real dan empat kali tumbang dari ”Los Blancos”.

Mengakhiri rekor buruk itu tentu menjadi motivasi bagi Mourinho. Di sisi lain, ia juga tidak ingin mencoreng catatan baiknya ketika menghadapi ”murid”.

Mourinho akan menyambut Real yang dilatih Alvaro Arbeloa, mantan anak asuhannya saat memimpin di Stadion Bernabeu. Arbeloa memainkan 122 pertandingan di bawah asuhan Mourinho.

Dalam sejarah kepelatihannya, Mourinho sudah pernah bersinggungan takdir dengan mantan pemainnya yang menjadi pelatih. Hal itu tercipta ketika Mourinho menghadapi Frank Lampard. Tiga pertemuan kontra tim asuhan Lampard berakhir kemenangan bagi Mourinho.

Pemain Real Madrid Vinicius Junior (kanan) merayakan golnya ke gawang AS Monaco bersama pelatih Alvaro Arbeloa pada laga Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, 20 Januari 2026.

Mourinho berambisi membuktikan kepada Arbeloa bahwa perlu banyak asam-garam lebih dahulu sebelum mengasuh Real. ”Saya terkejut ketika pelatih-pelatih tanpa pengalaman dan rekam jejak (juara) mendapat kesempatan melatih klub-klub terbesar di dunia,” ucap Mourinho.

Terkait pernyataan itu, Arbeloa pun sudah memberikan respons seusai Real mengalahkan Villarreal, Minggu (25/1/2026). Arbeloa menjadikan ucapan ”sang guru” sebagai motivasi.

”Anda semua tahu apa yang Mou maksud kepada saya. Ketika seorang pelatih seperti dia berbicara, saya selalu mendengarkan dan mencoba menganalisis,” tutur Arbeloa, seperti dikutip Marca.

Di sisi lain, Real juga memburu kemenangan untuk mengunci zona delapan besar dan lolos langsung ke babak 16 besar. Empat pertandingan yang telah dijalani bersama Arbeloa menunjukkan adanya stabilitas baru di dalam skuad Real.

Sejak disingkirkan Albacete dari babak 16 besar Piala Raja Spanyol, Arbeloa sudah memberikan tiga kemenangan beruntun untuk Los Blancos. Selain menang, Arbeloa juga menjaga produktivitas gol Kylian Mbappe yang mencetak lima gol dalam tiga gim terakhir. Vinicius Junior perlahan kembali tersenyum di atas lapangan.

Real Madrid's Jude Bellingham takes on the Villarreal defence during a Spanish La Liga soccer match between Villarreal and Real Madrid in Villarreal, Spain, Saturday, Jan. 24, 2026. (AP Photo/Alberto Saiz)

Arbeloa telah memiliki susunan 11 pemain terbaiknya dengan formasi 4-3-3. Dua gelandang disulap menjadi bek sayap, yaitu Federico Valverde dan Eduardo Camavinga. Trio lini tengah diisi oleh Arda Guler, Aurelien Tchouameni, dan Jude Bellingham.

Untuk urusan membongkar pertahanan lawan, Arbeloa percaya kepada trisula Mbappe, Vinicius, dan Franco Mastantuono. Adapun di jantung pertahanan, duet Dean Huijsen dan Raul Asencio telah tampil padu dan kokoh.

”Saya melihat komitmen, usaha, dan etos kerja yang besar dari semua pemain sejak hari pertama tiba. Hasil-hasil bagus yang sudah kami raih adalah buah kerja keras mereka. Kami berambisi untuk terus meningkatkan level tinggi ini,” ucap Arbeloa.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul