David Singleton Direkrut, Timnas Basket Berbenah

Dari pahlawan basket Kota Bandung, David Singleton naik level ke skala nasional. Singleton menjadi pelatih baru timnas, menggantikan posisi Johanis Winar.

22 Apr 2025 07:54 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

JAKARTA, KOMPAS — Penunjukan David Singleton sebagai pelatih kepala baru membawa angin segar untuk tim nasional bola basket Indonesia. Pria asal Amerika Serikat itu sudah terbukti sebagai pelatih terbaik yang berkarier di Indonesia dan selalu berhasil mengembangkan kualitas pemain.

Timnas menyambut era baru. Sempat bereksperimen menggunakan jasa pelatih lokal Johanis Winar, Badan Tim Nasional (BTN) akhirnya kembali merekrut pelatih asing. Singleton diumumkan sebagai pelatih baru lewat media sosial Instagram resmi BTN pada Senin (21/4/2025) malam WIB.

”Kami tahu hasil akhirnya (pelatih terdahulu) belum maksimal. Kami rasa, (tim kepelatihan) ini adalah susunan terbaik untuk timnas basket Indonesia sekarang. Harapannya, kami bisa memanfaatkan pengalaman di lima tahun ke belakangan,” tulis pihak BTN dalam keterangan resmi.

Singleton, berstatus Pelatih Kepala Prawira Bandung sampai saat ini, akan membawa asistennya di klub Liga Bola Basket Indonesia (IBL) tersebut, yaitu Andri Malay. Dia juga didukung Johanis yang akan kembali menjabat asisten pelatih timnas, seperti di era Milos Pejic (2022-2024).

Johanis praktis hanya memimpin timnas selama kurang dari setengah tahun sejak kontrak Pejic habis pada Oktober 2024. Prestasi Indonesia kurang baik di era Johanis. Timnas kalah empat kali beruntun dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2025 sehingga gagal lolos dan menjadi juru kunci grup.

Pelatih Prawira Harum Bandung David Singleton sudah merayakan gelar juara IBL 2023 sebelum gim 2 final berakhir di C-Tra Arena, Bandung, pada Sabtu (22/7/2023). Singleton memimpin tim asuhannya mengakhiri kemarau prestasi selama 25 tahun.

Penunjukan Singleton memberikan harapan besar. Walaupun berstatus pelatih asing, dia sangat mengenal kultur basket Tanah Air. Dia melatih di IBL sejak 2020. Tiga klub sudah disinggahi, yaitu Pacific Caesar Surabaya (2020), Bima Perkasa Jogja (2021), dan Prawira (2022-sekarang).

Prestasinya tidak perlu diragukan. Singleton terpilih sebagai Coach of The Year IBL selama empat musim beruntun, dari 2021-2024. Dia juga berhasil mengantar Prawira juara liga pada musim 2023. Itu merupakan gelar pertama dari wakil Bandung setelah paceklik selama 25 tahun.

Pelatih kelahiran San Francisco, California, itu selalu mampu menjadikan tim yang tidak diunggulkan jadi ”kuda hitam” pesaing gelar. Seluruh klub yang dilatih selalu masuk playoff. Adapun ketika juara bersama Prawira, unggulan pada musim itu adalah dua tim Ibu Kota, yaitu Pelita Jaya dan Satria Muda.

Singleton sangat cocok melatih tim yang sedang berkembang, seperti timnas. Dia memegang prinsip Kaizen yang berasal dari budaya Jepang. Dalam prinsip itu, proses adalah hal terpenting. Semua hal bisa menjadi lebih baik dengan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Prinsip itu diterapkan kepada para pemain. Salah satu pemain timnas yang pernah dilatih Singleton adalah Reza Guntara ketika di Prawira. Reza mengatakan, sang pelatih selalu meminta untuk menikmati proses dan tidak fokus ke tujuan besar. Dia dilatih untuk mendalami detail-detail kecil permainan, sampai ahli.

Pendekatan pelatih yang dikenal perfeksionis dan sangat disiplin itu terbukti menghasilkan banyak bintang baru di Indonesia. Reza adalah contoh terbaik, dari pemain biasa-biasa saja menjadi langganan timnas saat ini. Singleton piawai dalam melihat dan mengembangkan bakat terpendam.

Pemain Prawira Harum Bandung Reza Fahdani Guntara (kanan) dan Muhammad Fhirdan Guntara tidak dapat menahan kegembiraannya setelah menjadi juara Indonesian Basketball League (IBL) 2023 di GOR C-tra Arena, Bandung, Sabtu (22/7/2023). Prawira Harum Bandung menjadi juara IBL 2023 setelah mengalahkan Pelita Jaya Bakrie Jakarta dengan skor meyakinkan 63-58. Gelar ini merupakan gelar pertama Prawira Harum Bandung di IBL. Mereka belum pernah juara lagi sejak nama klub masih Panasia Indosyntec dalam gelaran Kobatama 1998, liga tertinggi sebelum IBL. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 22-07-2023

Bagi Singleton, penunjukan tersebut seperti mimpi yang jadi kenyataan. Dia berulang kali menyampaikan ingin bisa masuk timnas suatu hari nanti karena Indonesia punya banyak talenta hebat dan bisa lebih berprestasi. ”Melatih timnas adalah tujuan saya sebenarnya,” katanya.

Pengalaman Singleton juga bisa membantu timnas untuk bersaing di level Asia. Sebelum berkarier di Indonesia, dia sempat malang-melintang ke berbagai negara, seperti Selandia Baru dan Vietnam. Dia juga berhasil membawa Saigon Heat juara Liga Vietnam pada 2019.

Tantangan berat sudah menanti Singleton. Timnas memang kurang bisa berbicara banyak dalam dua tahun terakhir. Namun, standar tinggi telah ditancapkan di era Pejic. Pelatih asal Serbia itu berhasil mempersembahkan emas SEA Games pertama untuk timnas pada 2022.

Selain berprestasi di SEA Games, Indonesia juga harus naik level dengan tampil reguler di ajang yang lebih tinggi. Piala Asia, salah satunya. Terakhir kali timnas bermain di Piala Asia adalah pada 2022 ketika lolos langsung sebagai tuan rumah.

Tentu, waktu akan menjadi sangat krusial bagi Singleton. Dia membutuhkan waktu lebih untuk membangun kerangka timnas dalam jangka panjang. Adapun Indonesia sudah berganti empat pelatih sejak 2019. Jumlah itu tidak ideal untuk tim yang sedang berproses.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .