Dejan/Gloria Belum Konsisten

Dejan/Gloria kalah pada babak perempat final China Masters 2024. Mereka pun akan langsung mengalihkan fokus ke Final BWF World Tour.

22 Nov 2024 11:52 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

SHENZEN, JUMAT — Konsistensi masih menjadi catatan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emmanuelle Widjaja saat kalah pada babak perempat final China Masters 2024. Selepas kekalahan itu, Dejan/Gloria akan langsung mengalihkan fokus ke persiapan Final BWF World Tour pertama mereka.

Tak seperti pertemuan sebelumnya di Singapura Terbuka 2024 pada Mei lalu ketika menang meyakinkan, kali ini Dejan/Gloria tak bisa berkutik saat bertemu wakil Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Bermain di Shenzhen, China, Jumat (22/11/2024), Dejan/Gloria kalah 13-21, 17-21.

Pengalaman tiga kali menang dalam empat pertemuan sebelumnya pun tak banyak berarti. Dengan kekalahan tersebut, harapan melangkah lebih jauh di turnamen berlevel Super 750 itu pun sirna.

Memang, tampil di perempat final China Masters merupakan pencapaian terbaik dari total lima turnamen berlevel Super 750 yang mereka ikuti tahun ini. Namun, kekalahan itu juga menunjukkan mereka belum bisa konsisten, terutama saat melakoni turnamen beruntun dan bersaing di level lebih tinggi.

Quote

Kalau sudah saya atau Dejan panik, semuanya jadi terpengaruh. Kami harus bisa lebih tenang.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, bertanding pada babak perempat final China Masters 2024 melawan wakil Hong Kong yang juga unggulan ketiga turnamen, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, di Shenzhen, China, Jumat (22/11/2024). Dejan/Gloria kalah 13-21, 17-21.

Pada awal November, Dejan/Gloria sukses melaju hingga babak final Korea Masters Super 300. Namun, saat bertanding di turnamen dengan level lebih tinggi di Kumamoto Masters Super 750, hanya berselang tiga hari, mereka langsung tersingkir sejak babak pertama.

Inkonsistensi itu juga diamini oleh Gloria. Menurut Gloria, mereka belum bisa tampil stabil dan masih merasakan panik saat di lapangan. ”Kalau sudah saya atau Dejan panik, semuanya jadi terpengaruh. Kami harus bisa lebih tenang,” tutur Gloria.

Saat menghadapi Tang Chun Man/Tse Ying Suet, Dejan/Gloria tampak tertekan. Mereka sulit menembus pertahanan kokoh lawan, sedangkan pertahanan sendiri kerap buyar saat diserang.

Dejan/Gloria pun beberapa kali melakukan unforced error, seperti gagal mengembalikan kok dengan sempurna karena keluar lapangan atau membentur net. Tak hanya itu, lawan juga beberapa kali mendapatkan poin ”gratis” dari servis yang gagal oleh Dejan/Gloria.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, bertanding pada babak perempat final China Masters 2024 melawan wakil Hong Kong yang juga unggulan ketiga turnamen, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, di di Shenzhen, China, Jumat (22/11/2024). Dejan/Gloria kalah 13-21, 17-21.

Pada gim kedua, Dejan/Gloria sebenarnya sempat menumbuhkan harapan untuk memaksakan rubber game. Pasangan binaan klub PB Djarum sempat bersaing ketat pada poin-poin awal. Namun, setelah interval, kesalahan berulang dan serangan lawan yang sulit diantisipasi membuat Dejan/Gloria kembali tertinggal.

”Hari ini, feeling touch-nya tidak pas, lagi tidak enak. Jadi, semuanya berantakan mainnya. Di gim kedua, perlahan sudah ketemu (sentuhannya), tapi belum bisa membalikkan keadaan,” tutur Gloria.

Dejan mengatakan, mereka kini akan mengalihkan fokus untuk persiapan tampil di Final BWF World Tour. Turnamen penutup tahun yang akan digelar di Hangzhou, China, pada 11-15 Desember 2024 itu akan menjadi penampilan perdana mereka sebagai pasangan.

”Setelah ini, ada dua minggu menuju ke Final BWF, bakal jadi penampilan pertama juga di sana. Pastinya excited, secara persiapan mungkin hanya intensif satu minggu, lalu satu minggunya dipakai persiapan yang diiringi kejuaraan nasional. Jadi, untuk saya, paling disiapkan mental dan fokusnya saja,” tutur Dejan.

<p>Ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja membuka peluang lolos ke semifinal Final Tur Dunia  BWF setelah mengalahkan apsangan Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich, 12-21, 22-20, 21-15 pada laga di Impact Arena, Bangkok, Thailand,  Kamis (28/1/2021).</p>

Sementara Dejan belum pernah sama sekali bersaing di Final BWF, Gloria pernah mencicipi turnamen itu dalam tiga edisi beruntun sejak 2018. Saat itu, Gloria berpasangan dengan Hafiz Faizal. Mereka ditemani Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Pada edisi 2021 dan 2022, Indonesia hanya mengirimkan satu wakil ganda campuran lewat Praven/Melati dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Adapun pada edisi tahun lalu, tidak ada wakil Indonesia pada nomor ini.

Final BWF merupakan panggung persaingan yang hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor berdasarkan prestasi dari turnamen BWF sepanjang tahun. Di antara peserta tersebut, terdapat peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 yang otomatis lolos ke Final BWF berkat hasil tersebut.

Setiap negara maksimal hanya bisa mengirimkan dua wakil di masing-masing nomor. Tahun ini, Dejan/Gloria kemungkinan besar hanya menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada sektor ganda campuran. Pada daftar peringkat BWF World Tour, posisi Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Rinov/Pitha tertahan di luar delapan besar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

teguh candra