Demo di Sekitar Monas, Transjakarta Alihkan Sejumlah Rute

Sejumlah rute Transjakarta disesuaikan seiring rekayasa lalu lintas akibat demonstrasi di sekitar Monumen Nasional pada Kamis (28/8/2025). Penumpang diminta waspada.

28 Agt 2025 11:47 WIB · Metropolitan

Oleh Mukhamad Kurniawan

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah rute layanan Transjakarta mengalami pengalihan dan penyesuaian pada Kamis (28/8/2025) akibat adanya demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Penyesuaian dilakukan sebagai respons terhadap penutupan jalan oleh aparat guna menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial X PT Transportasi Jakarta, yakni @PT_Transjakarta. Dalam pengumumannya, operator layanan bus rapid transit ini menjelaskan bahwa penyesuaian bersifat situasional dan mengikuti kondisi lapangan. Pengguna diminta terus memantau perkembangan melalui aplikasi resmi Transjakarta atau kanal informasi lainnya.

Beberapa koridor utama angkutan publik ini terdampak. Koridor 1 rute Blok M-Kota, misalnya, tidak melayani Halte Kebon Sirih dan Monumen Nasional untuk arah Kota. Hal serupa terjadi pada Koridor 2 rute Pulogadung-Monumen Nasional. Untuk arah Pulogadung, bus tidak berhenti di Halte Balai Kota dan Gambir 2.

Rute-rute nonkoridor juga terkena dampak. Rute 1A Balai Kota-Pantai Maju tidak melayani Bus Stop Balai Kota dan Halte Balai Kota untuk arah Pantai Maju. Sementara itu, rute 5C Cililitan-Juanda tidak berhenti di Halte Balai Kota untuk arah Juanda. Rute 5M Kampung Melayu-Tanah Abang juga mengalami pengalihan, dengan arah Tanah Abang tidak melayani dari Bus Stop Balai Kota hingga seberang Jembatan Serong.

Penumpukan penumpang kereta komuter terjadi di Stasiun Palmerah, Senin (25/8/2025) karena operasional kereta komuter menuju Stasiun Tanah Abang dihentikan terimbas demonstrasi yang terjadi di kawasan Slipi dan Pejompongan.

Penyesuaian paling signifikan terjadi pada dua rute dari Ragunan, yakni 6A via Kuningan dan 6B via Semanggi, yang kini hanya beroperasi hingga Tosari. Kedua rute tersebut untuk sementara tidak melayani Halte Bundaran HI Astra.

Selain dampak demonstrasi, PT Transjakarta juga mencatat keterlambatan layanan pada sejumlah rute lain akibat pekerjaan pemasangan pipa air di sekitar Selapa Polri hingga Pondok Pinang. Rute yang terdampak antara lain Koridor 8 serta rute 6H, 7A, D21, D41, S21, S22, dan layanan mikrotrans, seperti JAK 32, JAK 49, JAK 95, dan JAK 102.

Hingga Kamis (28/8/2025) pukul 10.00 WIB, belum ada informasi pasti terkait penyesuaian rute yang melintasi kawasan Gedung DPR/MPR. Namun, mengacu pada demonstrasi sebelumnya pada 25 Agustus 2025, sejumlah rute seperti Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit), 1W, 3F, 9A, 10H, T31, dan S61 berpotensi mengalami pengalihan atau pemangkasan trayek jika situasi di sekitar Senayan kembali menegangkan.

PT Transjakarta mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi ini dan menyesuaikan perjalanan dengan situasi terkini. ”Kami menyarankan pelanggan untuk terus memantau pembaruan rute melalui aplikasi TJ atau akun media sosial resmi kami di @PT_Transjakarta,” demikian pernyataan perusahaan.

Penumpukan penumpang di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, karena jalur KRL Commuterline menuju Stasiun Palmerah tidak beroperasi, Senin (25/8/2025) malam. KRL Commuterline tidak dapat melintasi jalur tersebut imbas kerusuhan demonstrasi yang terjadi di sekitar gedung DPR. KRL beroperasi kembali sekitar pukul 21.50 WIB.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
25-08-2025

Dengan volume penumpang harian yang tinggi dan mobilitas warga yang bergantung pada layanan ini, penyesuaian operasional menjadi upaya untuk tetap menjaga keselamatan pengguna tanpa mengorbankan layanan publik.

Operasi KRL

PT KAI Commuter menyiapkan rekayasa perjalanan untuk rute Commuter Line Rangkasbitung menyusul rencana demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8/2025). Jika kondisi lintasan rel antara Stasiun Tanah Abang dan Palmerah dinilai tidak aman dan membahayakan operasional kereta, perjalanan KRL di jalur tersebut akan dialihkan.

Langkah ini merupakan bentuk antisipasi potensi gangguan yang bisa ditimbulkan oleh aksi penyampaian aspirasi massa. ”KAI Commuter akan melakukan rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line Rangkasbitung jika kondisi tidak kondusif,” demikian disampaikan melalui unggahan akun resminya di Instagram, @commuterline.

Sebagai alternatif, penumpang yang biasanya naik dari Stasiun Palmerah disarankan menggunakan Stasiun Kebayoran untuk keberangkatan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan kelancaran operasional kereta api.

Massa unjuk rasa mulai memadati kawasan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas, serta memantau perkembangan situasi melalui kanal informasi resmi. Masyarakat juga diminta untuk memaklumi jika terjadi keterlambatan atau perubahan mendadak dalam jadwal perjalanan.

Langkah antisipatif ini menambah daftar penyesuaian layanan transportasi publik pada 28 Agustus 2025. Sebelumnya, PT Transjakarta juga telah mengumumkan sejumlah pengalihan rute di sekitar kawasan Monas dan Gedung DPR/MPR akibat aksi unjuk rasa yang diperkirakan berlangsung sepanjang hari


Kerabat Kerja

Penulis:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan