TAJUK RENCANA

Demokrasi Cegah Korupsi

Laporan Transparency International menegaskan, demokrasi yang sehat bukan penyebab korupsi. Saat negara kian demokratis, korupsi justru cenderung berkurang.

16 Feb 2026 05:30 WIB · Tajuk Rencana

KOMPAS

Oleh Redaksi

Skor Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi atau IPK terbaru, yakni IPK untuk tahun 2025, turun dibandingkan periode sebelumnya. Pada 2024, skor Indonesia adalah 37, tetapi pada tahun 2025 angkanya turun menjadi 34. Skor Indonesia lebih buruk ketimbang Etiopia (38), Suriname (38), dan Sri Lanka (35).

IPK atau Corruption Perception Index/CPI yang dikeluarkan Transparency International ini menggunakan skala 0-100. Artinya, negara dengan skor besar dinilai oleh publik semakin tidak korup. Sebaliknya, kian rendah skor sebuah negara, kian buruk pula negara itu dinilai oleh publik.

Meja-meja kosong tak ditempati karena banyak anggota dewan yang tidak hadir saat digelar Sidang Paripurna  ke-13 Masa Persidangan ke III Tahun Sidang 2025-2026 di Ruang Sidang Paripurna DPR, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Sidang Paripurna ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Dalam sidang ini digelar dengan agenda pengangangkatan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Tenaga Kerja, dan pengangkatan anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO10-2-2026

Denmark memiliki skor tertinggi, yakni 89, sehingga menempati rangking teratas, diikuti Finlandia (88). Tetangga kita, Singapura, menempati rangking ketiga dengan skor 84. Sudan Selatan, dengan skor 9, berada di urutan paling bawah dari 182 negara dan teritori yang dinilai. Indonesia kini berada di posisi ke-109 dari rangking ke-99 pada tahun 2024.

Nilai IPK merupakan hasil perhitungan gabungan data dari belasan lembaga independen kredibel. Salah satu sumber data yang digunakan oleh Transparency International untuk membuat indeks ialah Economist Intelligence Unit Country Risk Service 2025 (EIU). Sumber lainnya, Political and Economic Risk Consultancy 2025 (PERC). Total ada 13 sumber data.

Massa dengan latar depan mobil milik polisi yang terbakar setelah terjadinya bentrok saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (12/8/2025). Aksi yang sebelumnya menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berkembang dengan tuntutan lengsernya Bupati Pati Sudewo dengan pernyataannya yang dianggap arogan. Demonstrasi massa tersebut berakhir ricuh dengan diwarnai aksi saling lempar benda, tembakan gas air mata, dan pembakaran kendaraan polisi.  

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA (WEN)
13-08-2025 *** Local Caption ***

Dalam analisisnya, Transparency International menemukan, skor IPK rendah berkorelasi dengan kondisi buruk demokrasi di sebuah negara. Skor rendah yang terjadi terus-menerus biasanya selaras dengan terkikisnya demokrasi dan buruknya mekanisme pengawasan (akuntabilitas). Skor yang rendah berkorelasi pula dengan politisasi sistem peradilan, selain mengecilnya ruang kebebasan sipil.

Demokrasi yang sehat selalu berarti mengedepankan checks and balances. Setiap kebijakan pemerintah diawasi ketat oleh legislatif dan institusi lainnya, termasuk pers. Bayangkan apabila pemerintah dan anggota parlemen bermain mata, pengawasan macam apa yang bisa diharapkan? Bayangkan pula jika media dan suara kritis dibungkam lewat kriminalisasi, bagaimana mungkin masyarakat bisa ikut mengawasi pemerintah?

Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktoral Jenderal Bea dan Cukai Rizal (kiri) bersama para tersangka lainnya yang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan dugaan korupsi importasi barang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai digiring menuju mobil tahanan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/2/2026) dinihari. KPK melakukan OTT dugaan korupsi importasi barang ini di Lampung pada Rabu (4/2/2026). Dalam OTT tersebut KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupai importasi barang di lingkungan DJBC ini, termasuk Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal.  Dari enam orang tersangka tersebut KPK menahan 5 orang dan memburu 1 orang tersangka, yaitu pihak swasta bernama John Field, yang melarikan diri saat digelar OTT tersebut. Selain menahan 5 tersangka dan memburu seorang tersangka, KPK juga menyita barang bukti uang, emas, dan barang mewah dari kasus ini dengan nilai total Rp 40,5 miliar. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO5-2-2026

Di negara yang kurang demokratis tetapi mempunyai skor IPK tinggi, akuntabilitas negara itu berarti sangat baik. Penegakan hukum dan persaingan bisnis berlangsung tanpa intervensi politik. Sebaliknya, di negara dengan penegakan hukum yang gampang dipermainkan dan persaingan bisnisnya tidak sehat karena dipenuhi suap, orang tentu menilai negara tersebut sangat buruk dalam urusan korupsi. Wajarlah jika diberi skor IPK yang buruk.

Jadi, tidak perlu berteriak-teriak tentang hukuman mati bagi koruptor apabila akuntabilitas, penegakan hukum, dan persaingan bisnis masih buruk, serta suara kritis masih gampang dikriminalisasi. Skor IPK Indonesia yang merosot harus menjadi bahan introspeksi bagi kita semua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase