Demonstrasi di Pati Ricuh, Mobil Polisi Dibakar dan Bupati Sudewo Dilempari Botol

Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi besar di Kabupaten Pati, Jateng. Satu mobil polisi dibakar, sedangkan Bupati Pati Sudewo dilempari botol saat menemui massa.

13 Agt 2025 13:57 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kristi Dwi Utami, Haris Firdaus

PATI, KOMPAS — Aksi demonstrasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025), diwarnai kericuhan. Bahkan, satu unit mobil polisi dilaporkan dibakar. Bupati Pati Sudewo sempat menemui massa aksi, tetapi kemudian dilempari botol air mineral.

Berdasarkan pantauan Kompas, kericuhan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Awalnya, sejumlah peserta aksi mendorong-dorong pagar Kantor Bupati Pati. Hal itu dilakukan karena Sudewo tak kunjung menemui massa yang melakukan demonstrasi.

Setelah itu, sebagian orang mulai melemparkan gelas dan botol air mineral. Lemparan itu datang dari arah depan gerbang Kantor Bupati Pati serta samping kantor bupati. Melihat kondisi itu, anggota kepolisian mencoba mengimbau massa untuk tenang.

Akan tetapi, para peserta aksi tetap meminta Sudewo keluar menemui massa. Situasi pun terus memanas. Sejumlah orang terus mendorong-dorong gerbang Kantor Bupati Pati dan melemparkan gelas dan botol air mineral.

Warga berlarian menghindari tembakan gas air mata saat polisi membubarkan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Aksi yang sebelumnya menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berkembang dengan tuntutan lengsernya Bupati Pati Sudewo dengan pernyataannya yang dianggap arogan. Demonstrasi massa tersebut berakhir ricuh dengan diwarnai aksi saling lempar benda, tembakan gas air mata, dan pembakaran kendaraan polisi. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 12-08-2025

Sesudahnya, polisi akhirnya menembakkan air dari water canon. Meski begitu, lemparan botol mineral terus terjadi. Polisi pun akhirnya menembakkan gas air mata beberapa kali.

Hal itu membuat massa aksi berhamburan. Sejumlah ibu dan anak-anak terlihat ikut menyelamatkan diri. Sebagian warga pun pingsan sehingga dievakuasi ke rumah sakit.     

Setelah itu, massa berlari ke arah Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati. Sejumlah orang lalu membakar mobil polisi. Tembakan gas air mata kemudian dilepaskan lagi.

Sekitar pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya keluar menemui massa aksi dengan naik kendaraan khusus polisi. Dari atas kendaraan tersebut, Sudewo menyampaikan permintaan maaf. ”Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih baik,” ujarnya.

Massa dengan latar depan mobil milik polisi yang terbakar setelah terjadinya bentrok saat aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (12/8/2025). Aksi yang sebelumnya menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berkembang dengan tuntutan lengsernya Bupati Pati Sudewo dengan pernyataannya yang dianggap arogan. Demonstrasi massa tersebut berakhir ricuh dengan diwarnai aksi saling lempar benda, tembakan gas air mata, dan pembakaran kendaraan polisi. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 12-08-2025

Berdasarkan video yang diterima Kompas, saat Sudewo menyampaikan pernyataan, terlihat botol air mineral dilemparkan ke arahnya berkali-kali. Sejumlah orang pun terlihat menggunakan tameng untuk melindungi Sudewo dari lemparan tersebut.

Salah seorang peserta aksi, Sunarno (53), mengatakan, saat gas air mata ditembakkan, warga termasuk anak-anak dan ibu langsung berlarian. ”Tadi ada yang pingsan juga,” ujarnya.

Quote

Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih baik. (Bupati Pati Sudewo)

Warga lainnya, Kartini (56), mengaku ikut merasakan dampak dari tembakan gas air mata. Dia menyebut, tembakan gas air mata itu menimbulkan efek pedas pada matanya. ”Mohon Bapak Polisi jangan pakai gas air mata. Kasihan anak-anak, banyak yang nangis. Ada yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.    

Kepala Kepolisian Resor Kota Pati Komisaris Besar Jaka Wahyudi mengatakan, diduga ada kelompok penyusup yang menyebabkan terjadinya kericuhan itu. ”Bahwa situasi semakin berkembang, mungkin tidak kondusif karena disinyalir ada kelompok-kelompok penyusup aksi ini,” ujarnya.  

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami, Haris Firdaus
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji