SERI PIALA DUNIA 2026 WUJIANG

Desak Made, Penyelamat Wajah Indonesia di Piala Dunia Panjat Tebing

Saat pemanjat Indonesia berguguran, Desak Made Rita Kusuma Dewi melaju hingga meraih perunggu di seri Piala Dunia 2026 Wujiang. Ia memberi satu-satunya gelar.

10 Mei 2026 21:52 WIB · Olahraga

WORLD CLIMBING

Oleh Rebiyyah Salasah

WUJIANG, MINGGU — Kendati tak berhasil melaju ke final, Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi penyelamat wajah Indonesia dengan mempersembahkan satu-satunya medali dari seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China. Dari sembilan pemanjat speed Indonesia, hanya Desak yang melaju paling jauh dan meraih medali perunggu di turnamen persiapan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ini.

Desak membawa pulang medali tersebut setelah memenangi perlombaan small final atau perebutan peringkat ketiga melawan Natalia Kalucka (Polandia), Minggu (10/5/2026) malam. Ia finis dalam waktu 6,17 detik, yang jadi catatan waktu terbaiknya di ajang tersebut, sekaligus mengungguli Natalia yang menyelesaikan perlombaan dalam 6,39 detik.

Kelegaan pun terlihat dari wajah Desak selepas menyentuh tombol finis. Pemanjat asal Buleleng, Bali, ini menangkupkan kedua tangannya ke kepala untuk mensyukuri hasil tersebut.

”Ini bukan hasil terbaik. Tapi, apa pun harus saya syukuri dan jadi bahan evaluasi,” ucap Desak.

Meski bukan pencapaian terbaik, hasil itu menghindarkan tim panjat tebing Indonesia pulang dengan nirgelar dari Wujiang. Perunggu dari Desak menyelamatkan Indonesia di seri pembuka Piala Dunia 2026 untuk disiplin speed dan lead tersebut. Apalagi, seri di Wujiang ini sebenarnya ajang krusial karena dijadikan persiapan menuju multiajang bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, memenangi perlombaan small final atau perebutan medali perunggu melawan Natalia Kalucka (Polandia) di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China, Minggu (10/5/2026).

Sejak Raharjati Nursamsa dan Veddriq Leonardo dinyatakan fall setelah terjatuh mendekati tombol finis pada perempat final, Desak otomatis menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk meraih medali. Enam pemanjat Indonesia lainnya sudah berguguran dari babak kualifikasi dan 16 besar.

Desak menjaga peluang itu ketika berhasil menembus semifinal dengan mengalahkan Isis Rothfork (Amerika Serikat). Kans untuk melaju hingga babak akhir pun terbuka ketika pemanjat tuan rumah yang kerap jadi ancaman, seperti Deng Lijuan (peraih perak Olimpiade Paris 2024), terhenti sejak babak 16 besar.

Pesaing lain dari Asia, Jimin Jeong (Korea Selatan), juga tersingkir pada babak perempat final. Namun, Desak pernah mengatakan, persaingan di putri semakin merata. Artinya, semua pemanjat bisa saling mengalahkan.

Hal itu terbukti pada semifinal ketika Desak kalah cepat dari Aleksandra Kalucka (Polandia) yang akhirnya menjuarai turnamen. Pemegang rekor Asia dengan 6,07 detik ini finis dalam waktu 6,33 detik, sedangkan Aleksandra unggul dengan 6,09 detik.

Kendati demikian, Aleksandra memang bukan lawan sembarangan. Peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 ini juga punya pengalaman berkali-kali naik podium di seri Piala Dunia. Pemanjat berusia 24 tahun ini bahkan pernah meraih emas di seri Piala Dunia 2022 Edinburgh, Inggris Raya.

Quote

Seri Wujiang ini memberi gambar jelas kepada tim pelatih dan atlet bahwa peta persaingan sudah berubah menjadi sangat ketat. Tidak ada cari lain selain kerja keras.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, berangkulan dengan Aleksandra Kalucka (Polandia) setelah bersaing di babak semifinal seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China, Minggu (10/5/2026).

Indonesia mengirim total sembilan atlet speed yang terdiri dari lima pemanjat putra dan empat pemanjat putri. Kecuali Antasyafi Robby Al Hilmi yang terhenti di babak kualifikasi, pemanjat putra lainnya mampu melaju ke putaran final.

Namun, Raharjati dan Kiromal Katibin harus langsung berhadapan pada babak 16 besar. Raharjati keluar sebagai pemenang, menembus perempat final bersama Veddriq Leonardo yang mengalahkan Hryhorii Ilchyshyn (Ukraina).

Pada sektor putri, Indonesia hanya meloloskan Desak dan Rajiah Sallsabillah ke putaran final. Akan tetapi, seperti Rahajarti dan Katibin, hasil kualifikasi membuat bagan 16 besar mempertemukan Desak dan Rajiah. Desak sebagai pemenang ”perang saudara” itu akhirnya menjadi pemanjat putri Indonesia yang tersisa.

Sebelumnya, Kadek Adi Asih dan Berthdigna Devi Kusuma sudah terhenti pada babak kualifikasi. Asih berada pada posisi ke-17, sedangkan Devi menempati peringkat ke-30 babak tersebut. Adapun putaran final mensyaratkan posisi 16 besar.

Rekor dunia baru

Selepas babak kualifikasi, asisten pelatih tim speed, Fitriyani, mengungkapkan, tidak ada cara lain untuk mencapai kesuksesan di Wujiang selain kerja keras dan menjaga fokus. Kekuatan mental para atlet akan diuji di persaingan yang semakin ketat.

”Seri Wujiang ini memberi gambar jelas kepada tim pelatih dan atlet bahwa peta persaingan sudah berubah menjadi sangat ketat. Tidak ada cari lain selain kerja keras,” ujar Fitriyani.

Pemanjat tebing disiplin speed Indonesia, Veddriq Leonardo, kalah cepat dalam perlombaan perempat final seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China, melawan Samuel Watson (Amerika Serikat) Minggu (10/5/2026).

Babak kualifikasi memang menunjukkan bahwa seri Piala Dunia semakin menuntut atlet untuk terus menembus batas diri dan memanjat lebih cepat. Di sektor putra, untuk pertama kalinya batas terakhir lolos ke putaran final seri Piala Dunia berada pada catatan waktu di bawah lima detik. Namun, bisa memanjat di bawah lima detik pun, seperti Robby dengan 4,97 detik, tidak cukup karena pemanjat lain bisa lebih cepat lagi.

Erik Noya Cordona (Spanyol), yang mencatatkan waktu 4,94 detik di babak kualifikasi saja, jadi pemanjat yang menempati batas terakhir untuk lolos ke putaran final. Adapun pemanjat China, Long Jianguo, memimpin daftar kualifikasi dengan catatan waktu 4,71 detik.

Persaingan sengit juga terjadi di sektor putri. Untuk pertama kali dalam perhelatan seri Piala Dunia, batas bawah putaran final ialah catatan waktu di bawah tujuh detik. Pemanjat yang memanjat dalam waktu tujuh detik tercecer di luar 16 besar kualifikasi. Asih, yang finis dalam waktu 6,68 detik, saja gagal lolos ke putaran final karena terpaut 0,01 detik dari pemanjat posisi ke-16, Wang Shengyan (China).

Pemanjat tebing disiplin speed China, Zhao Yicheng, menajamkan rekor dunia atas namanya sendiri pada babak semifinal seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China, Minggu (10/5/2026).

”Kami akan terus berbenah karena seri Wujiang ini benar-benar memberi gambaran tentang pekerjaan rumah kami di pelatnas,” kata Fitriyani.

Di sisi lain, atlet juga semakin menipiskan waktu untuk memanjat dan memecahkan rekor dunia. Seri Wujiang digelar dengan rekor dunia dipegang oleh Zhao Yicheng (China) lewat catatan waktu 4,58 detik.

Zhao memecahkan rekor dunia di Asian Beach Games 2026 Sanya, China, pada 28 April lalu. Ia melampaui catatan waktu pemegang rekor sebelumnya, Samuel Watson (Amerika Serikat), dengan 4,64 detik di seri Piala Dunia 2025 Bali, Indonesia.

Tak cukup dengan catatan waktu itu, Zhao menajamkan rekor dunia atas namanya di Wujiang. Pemanjat berusia 16 tahun, yang akhirnya keluar sebagai juara, ini memperbarui catatan waktunya menjadi 4,54 detik dalam laga semifinal melawan Samuel Watson.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti