Rekor dunia panjat tebing sudah menyentuh 4,586 detik. Veddriq Leonardo dan kawan-kawan kian termotivasi untuk memecahkan rekor dunia lagi.
06 Mei 2026 11:25 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
BEKASI, KOMPAS — Para pemanjat tebing putra Indonesia disiplin speed semakin tercambuk dengan rekor dunia baru 4,586 detik. Terlebih sejak 2023, belum ada lagi pemanjat Indonesia yang bisa mencatatkan namanya sebagai pemecah rekor dunia kategori individu. Kendati demikian, para atlet diminta untuk memprioritaskan fokusnya saat mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026.
Sebanyak 13 pemanjat tebing Indonesia akan mengawali kompetisi di Piala Dunia 2026 pada seri pembuka di Wujiang, China, 8-10 Mei 2026. Sembilan atlet di antaranya adalah pemanjat speed yang akan beradu kecepatan dengan pemanjat dari beberapa negara lain. Empat atlet lainnya berkompetisi di disiplin lead.
Selain peraih medali emas speed di Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, Indonesia juga akan menurunkan Kiromal Katibin, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Raharjati Nursamsa untuk berlomba pada kategori putra. Sementara pada speed putri, Indonesia diwakili Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Rajiah Sallsabillah, dan Berthdigna Devi.
Pada disiplin ini, terutama sektor putra, persaingan dipastikan bakal semakin sengit setelah rekor dunia baru terpecahkan. Rekor baru itu diukir pemanjat China, Zhao Yicheng, saat tampil di rumah sendiri pada perhelatan Asian Beach Games 2026, Sanya, 28 April lalu.
Zhao mencatatkan waktu 4,586 detik pada babak kualifikasi nomor perlombaan individu. Dengan catatan waktu itu, pemanjat yang baru debut di level senior ini memecahkan rekor dunia yang sebelumnya dipegang Samuel Watson (Amerika Serikat) dengan 4,64 detik di seri Piala Dunia 2025 Bali, Indonesia.
Pelatih tim speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, tak memungkiri bahwa pemecahan rekor dunia itu membuat anak-anak asuhannya tercambuk. Mereka bersemangat untuk bisa memanjat lebih cepat lagi.
Akan tetapi, Galar juga mengingatkan agar Veddriq dan kawan-kawan tetap menjaga fokus sebagai bagian penting dalam perlombaan speed. Terlebih, seri Piala Dunia krusial untuk persiapan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan berperan dalam penentuan kuota pada perlombaan tahun 2027 yang akan jadi tahun kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
”Tentu saja, teman-teman atlet ’panas’ begitu ada rekor baru, tapi itu lebih menjadi target individual,” ujar Galar.
”Sebagai pelatih, kami lebih ingin atlet-atlet memanjat dengan maksimal tanpa melakukan kesalahan,” ucap mantan pemanjat nasional ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/cad733f2-4113-4b4b-add3-83c608623ee4_jpg.jpg)
Seri Piala Dunia kerap menjadi ajang pemecahan rekor dunia. Watson, misalnya, mulai memecahkan rekor dunia di seri Wujiang, China, pada 2024 dengan catatan waktu 4,798 detik. Sebelum kemunculan Zhao, Watson mendominasi di daftar pencetak rekor dunia dengan berkali-kali menajamkan catatan waktunya.
Namun, sebelum Watson muncul dalam daftar pemegang rekor dunia, nama pemanjat Indonesia lebih dulu menghiasi daftar itu sejak 2021. Kiromal merupakan pemanjat putra Indonesia yang mengawali sejarah pemecahan rekor dunia dengan melampaui catatan waktu pemanjat Iran, Reza Alipour (5,48 detik), yang dicetak pada seri Piala Dunia 2017 di Nanjing, China.
Kiromal memecahkan rekor dunia milik Alipour dengan catatan 5,25 detik pada seri Piala Dunia 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, 28 Mei 2021. Rekor itu kemudian dipecahkan di ajang yang sama oleh pemanjat Indonesia, Veddriq Leonardo, dengan 5,20 detik. Setelah itu, Veddriq dan Kiromal bergantian memecahkan rekor dunia.
Pada 2022, Kiromal kembali memecahkan rekor dunia dan menajamkannya hingga empat kali dalam beberapa seri Piala Dunia. Kiromal bahkan menjadi pemanjat pertama yang bisa memanjat dalam waktu 5 detik pada Piala Dunia Chamonix, Perancis, 2022.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/fb0a49e9-41d7-4e22-9248-f9e86b3c0273_jpg.jpg)
Rekor itu dipecahkan setahun kemudian oleh Veddriq. Di Piala Dunia Seoul, Veddriq menjadi manusia pertama yang bisa memanjat di bawah lima detik, tepatnya 4,98 detik. Veddriq kemudian tergantikan Watson sejak seri Piala Dunia 2024 Wujiang.
Sejak Watson memecahkan rekor dunia di Bali, Kiromal sudah mengatakan bahwa dirinya makin termotivasi untuk mengejar catatan waktu tersebut. Pemanjat tebing nomor satu dunia tahun 2025 ini memang baru kembali pulih dari sakit.
Saat tampil di Kejuaraan Asia, Kiromal tampil kurang maksimal karena baru sembuh dari tipes. Kiromal juga mengatakan, catatan waktunya pun belum kembali ke rekor terbaik 4,75 detik. Namun, saat latihan sebelum Asian Beach Games, catatan waktunya perlahan mulai pulih.
Kiromal pun optimistis bahwa pada akhirnya akan memecahkan rekor dunia kembali. Pemecahan rekor dunia selalu jadi salah satu bahan bakar bagi pemanjat speed seperti Kiromal untuk terus menembus batas diri.
Di sisi lain, dengan rekor dunia, hal itu menunjukkan bahwa pemanjat bisa mencatatkan waktu semakin cepat, persaingan pun otomatis kian sengit. Sering kali catatan waktu 5 detik sudah tidak cukup untuk mengantar pemanjat putra lolos putaran final.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/b3ce63a2-7f5b-4561-a9ad-d38028b46623_jpg.jpg)
Sementara pada speed putri, rekor dunia kategori individu masih menjadi milik pemanjat Polandia, Aleksandra Miroslaw, sejak 2021. Ola, panggilan Miroslaw, memegang rekor dunia dnegan catatan waktu 6,03 detik yang ditajamkannya pada Kejuaraan Dunia 2025 di Seoul, Korea Selatan.
Ola pertama kali memecahkan rekor dunia di Olimpiade Tokyo 2021, melampaui catatan waktu pemanjat Rusia, Iuliia Kaplina, dengan 6,96 detik. Adapun Kaplina memecahkan rekor dunia milik pemanjat putri Indonesia, Aries Susanti Rahayu. Di seri Piala Dunia 2019 Xiamen, China, Aries menjadi pemanjat putri pertama yang memanjat dinding dengan waktu di bawah 7 detik, yaitu 6,99 detik.
Pada disiplin lead, Indonesia menurunkan dua atlet putra dan putri yang sudah lolos ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Mereka adalah Putra Tri Ramadani dan Raviandi Ramadan pada sektor putra serta Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany pada sektor putri.
Pelatih tim lead, Amri, mengatakan, seri Piala Dunia adalah ajang yang akan dimanfaatkan anak-anak asuhannya untuk meningkatkan kualitas pemanjatan. Perlombaan level dunia biasanya menyajikan rute-rute yang menantang serta persaingan sengit dengan pemanjat-pemanjat dari sejumlah negara.
”Di seri Wujiang ini akan diuji juga hasil latihan sekaligus mental atlet kita,” ucap Amri.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji