Serangan terhadap kapal-kapal yang dinilai berafiliasi kepada Israel yang melewati Laut Merah dilakukan oleh pemberontak Houthi.
10 Jul 2025 11:59 WIB · Internasional
Rangkaian foto yang dirilis Pusat Media Ansarullah Yaman pada 8 Juli 2025 tentang pembajakan dan penenggelaman kapal pengangkut barang Magic Seas dan Eternity C di Laut Merah bisa dibilang cukup lengkap dan detail.
Beberapa pria bersenjata laras panjang dengan seragam hitam, lengkap dengan penutup kepala dan rompi berwarna coklat, memasuki ruang kendali kapal. Mereka juga dilengkapi sarung tangan, pelindung siku dan lutut, serta sepatu lapangan yang seragam, berwarna coklat. Beberapa di antara mereka menyandang ransel di bahunya.
Ada pula foto seorang anggota Houthi yang berjaga di buritan kapal dan dua anggota yang berlari di koridor kapal berukuran raksasa tersebut. Foto ledakan besar yang menimbulkan asap hitam di buritan kapal terlihat dalam salah satu foto yang dirilis. Ada juga foto lain yang memperlihatkan setidaknya enam ledakan berbarengan di sekeliling kapal.
Di seri foto lain yang dibagikan memperlihatkan proses tenggelamnya kapal kargo. Dimulai dengan air yang mulai menggenangi geladak, kapal yang mulai oleng, lalu kapal yang mulai tenggelam dari bagian haluan terlebih dulu, dan ditutup dengan foto buih putih besar saat kapal terggelam sepenuhnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/10/25a38a87-f782-446b-9ff3-335cc47f021b_jpg.jpg)
Dari 25 awak kapal Eternity C, tiga awak dilaporkan tewas saat serangan, enam awak diselamatkan kapal lain, dan beberapa awak yang lain masih hilang. Serangan ini juga dinilai sebagai seangan paling serius dan mematikan yang pernah dilakukan Houthi dalam tahun ini.
Dari November 2023 hingga Desember 2024, Houthi menargetkan lebih dari 100 kapal dengan rudal dan drone sebagai dukungan bagi warga Palestina di Jalur Gaza selama perang Hamas-Israel. Houthi yang didukung Iran juga menjadi sasaran serangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump selama berminggu-minggu.
Para pemberontak bersenjata telah menyerang kapal Eternity C dengan granat berpeluncur roket dan senjata laras panjang. Mereka kemudian menggunakan dua pesawat nirawak dan dua kapal nirawak pengangkut bom untuk menyerang kapal tersebut. Kapal Eternity C tenggelam pada pukul 07.50 hari Rabu.
Kapal tersebut, yang berbendera Liberia, tetapi dimiliki sebuah perusahaan Yunani, kemungkinan besar telah menjadi sasaran Houthi, seperti kapal Magic Seas karena perusahaannya berbisnis dengan Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/10/4c9cd4f8-2f66-4e56-b01b-a2a4bbdc8dd7_jpg.jpg)
Brigjen Yahya Saree, juru bicara militer Houthi, mengklaim serangan tersebut dalam pesan rekaman pada Rabu malam. Houthi kemudian merilis rekaman saat mereka meluncurkan rudal ke Eternity C. Houthi juga merilis video serupa saat menyerang kapal tanker Sounion pada Agustus 2024.
Serangan dan penenggelaman kapal Eternity C dan kapal Magic Seas ini membuat ratusan kapal lain menghindari jalur Laut Merah.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Nur Adji