Detik-detik Serangan Bom yang Menewaskan Jenderal Pengendali Pertahanan Nuklir Rusia

Dua orang meninggalkan gedung apartemen kediaman Jenderal Kirillov, lalu masuk ke sebuah mobil sesaat sebelum ledakan dahsyat terjadi.

18 Des 2024 15:51 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Keheningan Distrik Ryazansky di pinggiran Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024) pagi sekitar pukul 06.20 waktu setempat, dikoyak oleh dentuman ledakan. Blaaarrr!

Warga setempat mengira, ledakan itu berasal dari sebuah konstruksi di distrik tersebut. ”Mungkin ada yang jatuh di lokasi konstruksi itu,” pikir Mikhail Mashkov, mahasiswa yang tinggal di gedung sebelah.

Sedemikian kuat ledakan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti, kaca jendela hingga lantai tiga apartemen gedung seberang jalan lokasi ledakan pecah dan hancur berantakan.

Sesaat kemudian, tampak dua tubuh tergeletak. Tak jauh dari keduanya, rangka sebuah skuter listrik terlihat hangus.

Belakangan diketahui salah satu dari dua tubuh yang tergeletak itu adalah Letnan Jenderal Igor Kirillov, Komandan Pasukan Pertahanan Radioaktif, Kimia, dan Biologi (Nubika). Ia dikenal berjasa menciptakan salah satu senjata maut roket termobarik bagi militer Rusia.

Kantor berita Rusia, TASS, mewartakan, Kirillov (54) dan seorang ajudan tewas akibat ledakan bom yang dipasang di sebuah skuter listrik yang diparkir di dekat pintu masuk apartemen kediamannya. Apartemen ini berlokasi di Jalan Ryazansky, sekitar tujuh kilometer tenggara Kremlin, kantor kepresidenan dan kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin.

Segera setelah kejadian, seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan, pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Ini pembunuhan paling brutal yang dilakukan terhadap pejabat tinggi militer Rusia dengan lokasi di Mokswa, jantung Rusia, sejak Putin memerintahkan serangan ke Ukraina, Februari 2022.

Sejak itu, beberapa jenderal Rusia tewas di wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Moskwa atau di dekat medan pertempuran. Namun, Kirillov menjadi pejabat militer dengan pangkat tertinggi yang tewas dalam serangan di dalam—bahkan di jantung—wilayah Rusia.

Lubang besar menganga di dinding apartemen kediaman Letnan Jenderal Igor Kirillov, yang tewas dalam serangan bom di Distrik Ryazansky, Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024).

Komite Investigasi Rusia, salah satu lembaga penegak hukum Federasi Rusia, mengumumkan bahwa Selasa pagi itu, bahan peledak diledakkan dengan pengendali dari jarak jauh (remote detonation).

Seorang pejabat intelijen dalam negeri Ukraina (SBU), yang tak mau diungkap identitasnya, mengonfirmasi dan menjelaskan rincian operasi pembunuhan terhadap Kirillov. SBU mengirim video ledakan bom yang membunuh Jenderal Kirillov kepada The New York Times dan sejumlah media lain.

Rekaman video tersebut diambil dari kamera pengintai yang dipasang di sebuah mobil yang diparkir di dekat lokasi ledakan bom. Dalam rekaman itu, terlihat dua orang meninggalkan gedung apartemen kediaman Kirillov, lalu masuk ke sebuah mobil sesaat sebelum ledakan dahsyat terjadi.

Quote

Dalam rekaman itu, terlihat dua orang meninggalkan gedung apartemen kediaman Kirillov, lalu masuk ke sebuah mobil sesaat sebelum ledakan dahsyat terjadi.

The New York Times memverifikasi bahwa betul video tersebut direkam dari dalam sebuah mobil sewaan serta sesuai dengan lokasi dan waktu Kirillov terbunuh. Mengutip keterangan sumber aparat hukum Rusia, kantor berita TASS mengonfirmasi hal senada.

”Untuk sementara bisa ditetapkan bahwa ada kamera video di sebuah mobil untuk tumpangan bersama (sewaan), yang diparkir di dekat kediaman Jenderal Kirillov, yang digunakan untuk mengintai dia,” ujar sumber tersebut kepada TASS.

Dalam potongan video tersebut, juga tampak skuter listrik kecil disandarkan di dekat pintu apartemen. Lalu diperlihatkan, setelah terjadi ledakan, skuter tersebut terlempar dan hangus. Beberapa jendela apartemen hingga lantai tiga hancur akibat gelombang kejut ledakan.

Penyelidik memeriksa lokasi serangan bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov di pinggiran Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024).
Sebuah skuter yang hangus tergeletak di dekat lokasi serangan bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov di pinggiran Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024).
 Lokasi serangan bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov di pinggiran Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024).
 Kaca gedung di dekat lokasi serangan bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov di pinggiran Moskwa, Rusia, terlihat pecah, Selasa (17/12/2024).

Mengutip Komite Investigasi Rusia, TASS melaporkan, bom tersebut memiliki daya ledak lebih dari 1 kilogram TNT. Belum ada keterangan resmi dari Kremlin terhadap pembunuhan pejabat tinggi itu.

Berbagai media Rusia pada Selasa (17/12/2024) menyebut kejadian tersebut sebagai tragedi. ”Beberapa waktu lalu, dia (Kirillov) memberi tahu saya bahwa dia sudah diberi peringatan, perburuan terhadap dirinya sudah dimulai,” tutur Sergei Sitnikov, Gubernur Kostroma, sahabat Kirillov.

”Dia disasar Ukraina karena terlibat dalam pembuatan senjata mematikan dan juga penggunaan pelontar api dalam perang,” lanjut Sitnikov.

Dalam database tidak resmi musuh-musuh Ukraina milik Mytovorets (Pencipta Kedamaian) di Kviy, foto Kirilov dalam situs mereka ditampilkan dengan tulisan ”Sudah dihabisi” dalam huruf merah sejak Selasa pagi.

Sehari sebelum serangan

Media Ukraina, Kyiv Independent, mengutip sumber pejabat intelijen Ukraina (SBU), menyebutkan, pembunuhan terhadap Kirillov dilakukan sehari setelah jaksa di Ukraina mendakwa Kirillov secara in absentia atas dugaan penggunaan senjata kimia. SBU menganggap Kirillov sebagai sasaran sah karena sudah dikategorikan penjahat perang.

Sehari sebelum insiden, Pemerintah Ukraina juga menuduh Kirillov bertanggungj awab atas aktivitas kriminal dalam perang yang sedang berlangsung. Ia dianggap bertanggung jawab dalam penggunaan senjata kimia yang dilarang dalam Hukum Humaniter pada perang di Ukraina.

Pemandangan di lokasi serangan bom yang menewaskan Letnan Jenderal Igor Kirillov di pinggiran Moskwa, Rusia, Selasa (17/12/2024).

Pejabat Ukraina menerangkan, pasukan Rusia menjatuhkan amunisi dan bahan peledak dengan bahan beracun ke posisi pasukan Ukraina untuk memaksa pasukan Ukraina meninggalkan parit-parit pertahanan di garis depan pertempuran.

Sementara menurut militer Rusia, satuan militer di bawah Jenderal Kirillov memiliki tugas utama melindungi pasukan Rusia dari bahaya senjata nuklir dan kimia. Ini termasuk dalam operasi militer yang menggunakan bom pembakar.

Siapkan balasan

Namun, di Rusia nama Kirillov harum. Di Parlemen Rusia (Duma), Ketua Parlemen Vyacheslav Volodin mengajak hadirin mengheningkan cipta untuk mengenang Kirillov. Dia tidak saja pemimpin militer, tetapi juga seorang ilmuwan kelas atas,” kata Volodin.

Setelah insiden tersebut, diperkirakan bakal ada perubahan protokol keamanan bagi para petinggi militer Rusia.

Mantan Presiden dan PM Rusia Dmitry Medvedev, yang sekarang menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, dalam wawancara dengan TV Rusia mengatakan, Rusia akan membalas tindak terorisme tersebut.

”Penegak hukum akan memburu pelakunya di Rusia. Segala langkah harus diambil untuk menghancurkan otak di balik pembunuhan ini di Kyiv. Mereka adalah pemimpin politik dan militer di Ukraina,” kata Medvedev.

Letjnan Jenderal Igor Kirillov, Komandan Pasukan Pertahanan Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) Rusia. Kirillov juga dikenal karena menciptakan berbagai senjata kimia berbahaya seperti bom termobarik.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan, pihaknya tidak dihubungi Ukraina terkait rencana pembunuhan tersebut. Pejabat AS tersebut mengatakan, tindakan itu adalah kontraproduktif karena dapat memicu tindakan balasan lebih dahsyat dari Presiden Vladimir Putin.

Para pejabat AS menentang upaya sabotase dan membunuh sasaran di dalam wilayah Rusia karena pertimbangan itu. Pejabat AS lainnya memperkirakan Rusia akan membalas dengan mengincar pejabat Ukraina dengan kedudukan setara Kirillov.

Ahli senjata kimia

Kirillov adalah Komandan Satuan Pertahanan Radio Aktif, Kimia, dan Biologi. Menurut RIA Novosti, dia berjasa dalam pengembangan peluncur roket termobarik TOS-2, sebuah senjata kimia berbahaya. Senjata kimia jenis itu menyebarkan awan aeorosol gas atau bubuk peledak.

Senjata tersebut membakar daerah sasaran dan berdampak dahsyat. Disebutkan, pasukan Rusia berulang kali menggunakan senjata termobarik dalam pertempuran di Ukraina.

Laporan BBC pada Maret 2022 menyebutkan, senjata termobarik atau bom vakum menyedot oksigen dari udara di sekeliling untuk menyebabkan ledakan bersuhu tinggi. Senjata jenis itu telah dikecam berbagai lembaga HAM.

Koresponden BBC bidang keamanan, Frank Gardner, menyebut senjata termobarik sebagai senjata non-nuklir paling kuat dalam persenjataan Rusia. Serangan senjata termobarik berlangsung tiga tahap, yakni bom menghantam sasaran, terjadi ledakan kecil pertama melepaskan gas berisi bahan peledak, dan terjadi ledakan kedua memantik gas.

Ledakan kedua itu menyebabkan ledakan mahadahsyat dengan gelombang kejut yang mampu membuat tubuh manusia menguap dan lenyap. Bom termobarik ini dapat diluncurkan melalui peluncur roket atau dijatuhkan dari pesawat.

In this image taken Tuesday, June 16, 2020, and released by the North American Aerospace Defense Command, one of two Russian Tu-95 bombers is escorted off the coast of Alaska by a U.S. F-22 Raptor fighter. NORAD planes escorted the two Russian Tu-142s during their four-hour flight. Military officials say the Russian jets never left international airspace but did come within 50 miles of Alaska’s northern coast at one point. (North American Aerospace Defense Command via AP)

Bom normal menggunakan 30 persen bahan peledak dan 70 persen pemicu oksidasi. Sementara bom termobarik semuanya berisi bahan peledak dan menggunakan oksigen dari daerah sasaran yang dihisap untuk memicu ledakan besar.

Ahli propaganda

Pembunuhan terhadap Kirillov adalah kejadian pertama yang menimpa jenderal Rusia di garis belakang pertahanan. Selama ini beberapa jenderal Rusia tewas di garis depan perang Ukraina.

Kirillov pernah menjadi Gubernur Akademi Militer Rusia yang mencetak para perwira muda. Dia sering berbicara untuk propaganda perang melawan Ukraina dan Barat di berbagai media dan stasiun televisi.

Pada 2023, Kirillov dalam suatu wawancara mengatakan, Amerika Serikat berencana untuk menggunakan drone untuk menyebar nyamuk yang telah terinfeksi untuk menyerang Rusia.

Dalam salah satu tayangan media Rusia, Russia Today (RT), tahun 2024 dan Sputnik tanggal 25 Mei 2022 dibahas tentang berbagai jenis laboratorium biologi AS di Ukraina, Georgia, dan Jakarta, Indonesia. Sebagian laboratorium itu disebut terkait dengan program membuat senjata biologi.

Tuduhan itu dibantah Dubes AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Ia balik menyebut Rusia menyebarkan informasi palsu tentang 30 laboratorium biologi AS di Ukraina. Disebutkan, laboratorium biologi AS digunakan untuk mendeteksi dan menangani penyakit serta tidak ada kaitan dengan senjata biologi.

Quote

Ukraina menuduh Letnan Jenderal Kirillov memerintahkan pasukan Rusia menggunakan senjata kimia medan pertempuran hingga 4.800 kali sejak Februari 2022.

Kirillov juga mengklaim pasukan Rusia menemukan laboratorium senjata kimia Ukraina di dekat kota Avdiivka, Ukraina timur, yang direbut pada Februari 2024. Menurut The New York Times, klaim itu adalah bagian dari upaya Rusia menjatuhkan citra Kyiv dengan menyebut Ukraina sebagai pusat produksi senjata pemusnah massal dengan dukungan Barat. Ukraina menolak tuduhan Rusia tersebut.

Sebaliknya, Ukraina juga menuduh Kirillov memerintahkan pasukan Rusia menggunakan senjata kimia medan pertempuran hingga 4.800 kali sejak Februari 2022. Rusia menyanggah tuduhan tersebut dalam pertemuan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, Juli 2024.

Ukraina mengklaim Rusia menggunakan granat berisi bahan kimia CS dan CN yang berbahaya. Walau berwujud granat gas air mata, senjata tersebut dilarang dalam Konvensi Senjata Kimia yang diratifikasi 150 negara, termasuk Rusia.

Tim Intelijen Konflik, kelompok riset oposisi Rusia yang berada di pengasingan, mengatakan, penggunaan gas air mata di medan perang oleh pasukan Rusia adalah pelanggaran konvensi internasional. Mereka menyatakan, aneka foto dan rekaman video membuktikan tentara Rusia menggunakan gas air mata dalam menyerang posisi pasukan Ukraina.

Asap hitam membubung di kota Severodonetsk saat berlangsung pertempuran antara pasukan Ukraina dan Rusia di wilayah Donbas Ukraina timur, Kamis (2/6/2022). AFP/ARIS MESSINIS 02-06-2022 *** Local Caption *** Smoke and dirt rise in the city of Severodonetsk during fighting between Ukrainian and Russian troops at the eastern Ukrainian region of Donbas on June 2, 2022. (Photo by ARIS MESSINIS / AFP)

Sementara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan, pada musim semi tahun ini, Rusia menggunakan senjata kimia chloropicrin, yang membuat manusia mati karena tercekik. Chloropicrin pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I (1914-1918).

Inggris dan Kanada menjatuhkan sanksi terhadap Kirillov atas dugaan kejahatan perang.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Mei 2024 menyebut situasi perang di Ukraina sangat berbahaya dan dimungkinkan penggunaan senjata kimia dalam perang. Organisasi tersebut menambahkan, tuduhan penggunaan senjata kimia dalam perang Ukraina belum didukung cukup bukti.

Operasi intelijen Ukraina

Sejak Rusia menyerang Ukraina, sejumlah tokoh Rusia telah terbunuh dalam sejumlah serangan bom yang diyakini dilakukan oleh agen-agen Ukraina.

Darya Dugina, pengamat Rusia dan putri dari tokoh ideologis Rusia, Alexander Dugin, tewas dalam serangan bom mobil tahun 2022. Serangan bom mobil tersebut diduga salah sasaran karena ditujukan untuk menghabisi Alexander Dugin.

Lalu, kasus tewasnya Vladlen Tatarsky, bloger militer Rusia, tewas pada April 2023 di Rusia ketika sebuah patung hadiah yang diberikan kepadanya dalam sebuah pesta, meledak. Perempuan Rusia yang memberikan hadiah patung itu mengaku diperintahkan oleh seseorang dari Ukraina. Perempuan itu dijatuhi hukuman penjara 27 tahun atas perbuatan tersebut.

Pada Desember 2023, Illia Kiva, mantan anggota parlemen Ukraina yang pro-Rusia, ditembak mati di dekat Moskwa. Lembaga Intelijen Militer Ukraina (HUR) memuji pembunuhan tersebut. Mereka juga mengancam para pengkhianat Ukraina yang lain akan mengalami nasib serupa.

Pada November 2024, SBU mengklaim menggunakan bom mobil untuk membunuh seorang pejabat Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia di Crimea. SBU juga melancarkan serangan terhadap jembatan yang menghubungkan Crimea-Rusia tahun 2022 untuk menghambat pengiriman logistik militer Rusia.

This handout picture released by Security Service of Ukraine shows a fire sparked by a car bomb that has broken out on a key bridge linking Crimea to Russia, near Kerch, on October 8, 2022. - The road-and-rail bridge, built on the orders of Russian President Vladimir Putin and inaugurated in 2018, was a key transport link for carrying military equipment to Russian soldiers fighting in Ukraine, especially in the south, as well as ferrying troops across. (Photo by SECURITY SERVICE OF UKRAINE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO /Security Service of Ukraine" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Serangan terbaru pada 9 Desember 2024 dengan sebuah bom yang dipasang di bawah sebuah mobil meledak di kota Donetsk yang diduduki Rusia. Serangan itu membunuh Tevsyukov, mantan Kepala Penjara Olenivka tempat belasan tawanan perang Ukraina tewas akibat serangan rudal pada Juli 2022.

John Foreman, mantan Atase Pertahanan Inggris di Moskwa dan Kyiv, mengatakan, rangkaian pembunuhan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni membalas dendam atas penggunaan senjata kimia di medan perang dan memberikan pesan kepada pejabat politik dan militer Rusia bahwa mereka dapat menjadi sasaran serangan Ukraina. (AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .