Detik-detik Tiktok Menuju Kegelapan di Amerika

Tiktok dalam 24 jam akan dimatikan di AS. Akankah Donald Trump menyelamatkan?

19 Jan 2025 10:13 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

WASHINGTON, MINGGU — Aplikasi Tiktok menuju saat-saat terakhir di Amerika Serikat sebelum mereka dihapus dari berbagai pelantar pengunduhan. Pada Sabtu (18/1/2025) malam waktu setempat atau Minggu (19/1/2025) pagi WIB, Tiktok telah memberi tahu para penggunanya bahwa Tiktok tidak lagi akan bisa digunakan untuk sementara waktu mulai, Minggu waktu setempat.

Laman media The Information melaporkan, para pengambil kebijakan pada Oracle, pengelola komputasi awan untuk operasional data Tiktok di AS, telah memerintahkan para staf mereka untuk segera mempersiapkan penutupan peladen (server) data Tiktok di AS mulai Sabtu pukul 21.00 waktu setempat atau Minggu pukul 09.00 WIB.

”Undang-undang memaksa kami menghentikan sementara layanan kami. Kami terus bekerja untuk memulihkan kembali layanan kami di AS secepatnya,” demikian pemberitahuan Tiktok kepada para penggunanya di AS.

Harapan terakhir Tiktok dan penggunanya bertumpu kepada presiden terpilih Donald Trump. Harapan ini muncul ketika Sabtu (18/1/2025) waktu setempat atau Minggu (19/1/2025) waktu Indonesia Trump diwawancara oleh NBC.

”Saya mungkin akan memberi Tiktok perpanjangan waktu 90 hari. Kita lihat saja nanti. Mungkin saya mengumumkannya pascapelantikan,” kata Trump.

Trump, menurut rencana, dilantik sebagai presiden AS periode 2025-2029 pada Senin (20/1/2025). Kalaupun dia memutuskan memberi penambahan waktu kepada Tiktok, tidak mengubah fakta bahwa per Minggu (19/1/2025) waktu AS Tiktok akan mati dan hilang dari semua pelantar pengunduhan di AS.

Nasib Tiktok di ujung tanduk karena Mahkamah Agung AS menolak campur tangan menyelamatkan aplikasi buatan perusahaan ByteDance ini. Kantor Presiden AS Joe Biden kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa eksekusi penghapusan Tiktok akan dilakukan oleh pemerintahan Trump.

(FILES) In this file combination of pictures created on August 01, 2020 shows the logo of the social media video sharing app Tiktok displayed on a tablet screen in Paris, and US President Donald Trump at the White House in Washington, DC, on July 30, 2020. – US President Donald Trump on August 6 ordered that a ban on interacting with popular social media platform TikTok or its Chinese parent company take effect in 45 days. “The United States must take aggressive action against the owners of TikTok to protect our national security,” Trump said in an executive order. (Photos by Lionel BONAVENTURE and JIM WATSON / AFP)

Jika Tiktok harus mati suri di AS, selama satu bulan saja, mereka akan menderita kerugian besar. Berdasarkan berkas yang diajukan Tiktok ke pengadilan saat menggugat balik Pemerintah AS, sebanyak 29 persen pendapatan melalui iklan akan lenyap. Di AS, perusahaan ini memiliki 7.000 karyawan.

Pasar penting

Berbagai firma kajian ekonomi dan digital menjelaskan, pengguna Tiktok di seluruh dunia mencapai 1 miliar orang. Indonesia dan Brasil adalah pengguna terbesar. Di India, Tiktok dilarang karena alasan politik terkait konflik India dan China berebut daerah perbatasan.

Namun, dari semua pengguna, di AS adalah yang terpenting bagi Tiktok. Di Tiktok AS, iklan beredar dan berbagai konten para pemengaruh (influencer) yang disponsori banyak pihak begitu besar. Dari total pendapatan global Tiktok sebesar 26 miliar dollar AS pada 2024, sebanyak 10 miliar dollar AS dari cabang AS.

”AS adalah pasar yang sangat berharga bagi Tiktok. Jika mereka ngotot tidak bekerja sama, mereka akan kehilangan pasar ini,” tutur analis dari Benchmark, Mark Zgutowicz, kepada The New York Times.

infografik Pengguna tiktok berdasarjan negara

Para pengguna Tiktok mulai beralih ke media sosial lain yang juga buatan China. Rednote (Xiaohongshu) adalah yang terpopuler. Akan tetapi, dari berbagai laporan para pengguna, ada sejumlah hal yang disensor di Rednote, misalnya topik mengenai politik dan sejarah China.

Nama Xiaohongshu sendiri sebenarnya berarti ”buku merah kecil”. Istilah ini populer untuk menyebut buku saku merah yang berisi kutipan-kutipan pendiri Partai Komunis China, Mao Zedong.

Selain Rednote, pelantar lain yang dijadikan peralihan oleh para pengungsi Tiktok adalah Lemon8. Sama seperti Tiktok, Lemon8 juga dibuat oleh ByteDance.

Quote

Sejumlah tawaran terus masuk untuk membeli saham Tiktok. Baru-baru ini, perusahaan rintisan untuk teknologi kecerdasan buatan, Perplexity AI, menawarkan diri membeli saham mayoritas Tiktok dari ByteDance.

Sejumlah tawaran terus masuk untuk membeli saham Tiktok. Baru-baru ini, perusahaan rintisan untuk teknologi kecerdasan buatan, Perplexity AI, menawarkan diri membeli saham mayoritas Tiktok dari ByteDance. Akan tetapi, skema yang mereka tawarkan masih memberi ByteDance posisi di Tiktok walaupun minoritas.

Hal ini karena Perplexity AI menghitung, jika mereka harus membeli 100 persen saham Tiktok yang lengkap dengan algoritma bermasalah, nilainya mencapai 50 miliar dollar AS. Jumlah ini dianggap terlalu besar.

Pada saat yang sama, tawaran pembelian Tiktok oleh kemitraan miliarder Kevin O’Leary dan Frank McCourt serta oleh James Donaldson (Mr Beast) masih berjalan. Belum ada tanggapan Tiktok terhadap tawaran-tawaran itu.

CEO Tiktok Shou Zi Chew telah dipastikan akan menghadiri pelantikan Trump di Washington DC. Ia diberi posisi duduk di lokasi strategis sehingga semakin menguatkan dugaan bahwa Trump akan menyelamatkan aplikasi itu dari kebinasaan di AS.

CEO Tiktok Shou Zi Chew menyampaikan pidato pembuka pada ajang TikTok Southeast Asia Impact Forum 2023 di Jakarta, 15 Juni 2023.

Algoritma mata-mata

Tiktok adalah aplikasi video pendek yang diluncurkan oleh perusahaan China, ByteDance, pada 2016. Tiktok memiliki kembaran di China, juga buatan ByteDance, yakni Douyin. Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, kini adalah orang terkaya di China.

Begitu diluncurkan secara global, Tiktok melejit menuju kepopuleran. Di AS saja, jumlah penggunanya ada 170 juta orang. Selain sebagai wadah mengkespresikan diri, aplikasi ini juga sangat membantu berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah sehingga dinilai masyarakat memberi sumbangsih terhadap kesejahteraan mereka.

Pada 2020, muncul persoalan dengan berlakukan undang-undang data perusahaan di China. Beijing memerintahkan, semua perusahaan yang beroperasi di China, baik perusahaan nasional, daerah, maupun internasional, harus meneruskan semua data mereka ke Pemerintah China dengan alasan keamanan.

Berbagai perusahaan internasional menolak karena Beijing tidak mengeluarkan keterangan untuk apa data itu akan mereka gunakan. Juga tidak ada jaminan dari Beijing bahwa data itu akan disimpan secara aman. Walhasil, per 2021, sejumlah perusahaan asing, termasuk LinkedIn dan Yahoo, memilih angkat kaki dari China.

Pada 2022, situs Buzzfeed News menerbitkan berita yang mengatakan bahwa Tiktok memang memata-matai penggunanya melalui algoritma khusus. Padahal, pada 2021, Tiktok mengeluarkan pernyataan resmi kepada Pemerintah AS mengenai komitmen perlindungan data pribadi.

Laporan Buzzfeed News diperoleh melalui orang dalam Tiktok yang membocorkan rekaman sejumlah rapat para petinggi dan staf. Dikatakan bahwa kantor pusat Tiktok di China bersama ByteDance memang mengakses data para pengguna di AS. Kecurigaannya, data itu berakhir di tangan intelijen China.

Tidak lama kemudian, beberapa wartawan dari tim Buzzfees News yang menulis soal Tiktok pindah kerja. Ada yang ke majalah Forbes dan ada yang ke Financial Times. Mereka kemudian memperoleh bocoran bahwa Tiktok dan ByteDance melacak melalui aplikasi yang ada di gawai.

POMPANO BEACH, FLORIDA - APRIL 26: Mari Juliette, the owner of Mari Juliette Real Estate, produces a real estate TikTok broadcast in her office on April 26, 2024, in Pompano Beach, Florida. Mari said she probably would not have been as successful in the real estate business without utilizing TikTok to feature properties. She said that when using Zillow to advertise properties, she would get about 2500 views, but with TikTok, she gets over a million views of a property. She said that if TikTok is banned after a new law was signed that requires its owner to divest ownership of the app within 12 months, her business would change drastically, and she would have to migrate to another app that would probably not get the same exposure for her clients. Joe Raedle/Getty Images/AFP (Photo by JOE RAEDLE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Forbes kemudian melakukan penyelidikan internal yang menemukan bahwa dua wartawan mereka memang dimata-matai oleh ByteDance dan Tiktok. Salah satu bentuk mata-mata itu ialah Tiktok melacak keberadaan fisik para wartawan. Alasannya untuk melihat, apakah mereka berada di tempat yang sama dengan karyawan Tiktok ataupun ByteDance.

Jika wartawan dan karyawan Tiktok ada di tempat yang sama, Tiktok mencurigai bahwa karyawan itu membocorkan rahasia perusahaan. Hasil penyelidikan diterbitkan di edisi Desember 2022.

Terbongkar

Baik ByteDance maupun Tiktok tidak menanggapi artikel Forbes, tetapi beberapa petinggi perusahaan mereka mengundurkan diri, termasuk Direktur Utama ByteDance Liang Rubo. Forbes kemudian menemukan bukti surat edaran internal Liang kepada empat karyawan Tiktok yang isinya mengonformasi bahwa ia memerintahkan mereka memata-matai para wartawan.

Pascakeluarnya Liang, ByteDance dan Tiktok mengeluarkan pernyataan resmi. Mereka mengatakan, tindakan Liang menyuruh bebetapa karyawan memata-matai para pengguna Tiktok di AS adalah murni inisiatif Liang. Perusahaan melarang penyalahgunaan wewenang semacam itu.

Setelah hal itu terungkap, Pemerintah AS memanggil para pemilik dan petinggi pelantar media sosial yang beroperasi di AS. Pada saat yang sama, 23 negara bagian dari 50 negara bagian, melarang para pegawai negerinya mengunduh dan memakai Tiktok dengan alasan keamanan.

Keputusan per awal 2024 adalah Tiktok harus melepaskan diri dari ByteDance jika ingin terus beroperasi di AS. Hal ini ditolak oleh Pemerintah China. Tiktok juga mengeluarkan pernyataan bahwa mereka lebih memilih mati daripada keluar dari ByteDance.

”Tiktok tidak akan dijual,” demikian keterangan ByteDance pada 26 April 2024 di Toutiao.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .