Devosi Maria Guadalupe

Ziarah umat Katolik di Meksiko, merayakan penampakan Maria Gudalupe.

15 Des 2025 07:15 WIB · Internasional

AP/Claudia Rosel

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Rombongan peziarah berbondong-bondong memenuhi Mexico City, ibu kota Meksiko. Selain berjalan kaki, sebagian dari mereka menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi umum. 

Menjelang malam, mereka yang kelelahan, beristirahat di pinggir jalan, taman, ataupun halaman gedung-gedung di sepanjang jalan. Paginya mereka akan kembali melanjutkan perjalanan.

Para wanita dengan syal gambar Perawan Guadalupe berkumpul di luar gereja di kotamadya San Isidro Buen Suceso, Tlaxcala, Meksiko, Jumat (12/12/2025).
Para penari tampil di Basilika Guadalupe di Mexico City, Meksiko, Jumat (12/12/2025).
Para peziarah beristirahat di samping gambar Perawan Guadalupe di Basilika di Mexico City, Meksiko, Jumat (12/12/2025).
Lilin yang ditinggalkan oleh para peziarah di luar Basilika Guadalupe di Mexico City, Meksiko, Jumat (12/12/2025).

”Kami datang untuk memohon kesembuhan,” kata Gladys Lopez saat beristirahat di pinggir jalan umum. Ia berjalan bersama putri remajanya dan tujuh anggota keluarga lainnya dari San Felipe Teotlalcingo, yang berjarak sekitar 100 kilometer sebelah timur ibu kota di Negara Bagian Puebla. 

Rasa lelah dan tidur di tanah malam itu sepadan, kata Lopez, saat dia bersiap untuk menempuh beberapa kilometer terakhir perjalanan mereka. Ia berharap mendapatkan berkah bagi kesehatan dan kehidupannya.

Para peziarah tiba di Basilika Guadalupe di Meksiko City, Kamis, (11/12/2025).

Setiap tanggal 12 Desember, semua jalan di Meksiko akan mengarah ke Gereja Katolik Roma berbentuk lingkaran yang sangat besar. Umat Katolik mendatangi tempat untuk menujukkan devosi mereka pada penampakan Bunda Maria pada tahun 1531.

Menurut tradisi gereja, pada tahun 1531, Perawan Maria menampakkan diri kepada petani pribumi  bernama Juan Diego. Sebuah mantel yang bergambar Bunda Maria milik Juan Diego dipajang di dalam gereja. Kini, tempat ini menjadi salah satu ziarah Katolik terbesar di Amerika Latin.

Seorang peziarah membawa gambar Perawan Guadalupe melewati Popocatepetl di Paso de Cortes dalam perjalanannya ke Mexico City, Meksiko, Rabu (10/12/2025).
Para peziarah tiba di Basiloka Guadalupe, Meksiko, Kamis (11/12/2025).
Para peziarah beristirahat di samping gambar berbingkai Perawan Guadalupe di luar Basilika Guadalupe, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/12/2025).
Orang-orang membawa gambar Perawan Guadalupe ke Basilika Guadalupe di Mexico City, Meksiko, Jumat (12/12/2025).
Para peziarah berkumpul di luar Basilika Guadalupe di Mexico City, Meksiko, Kamis (12/12/2025).

Bagi sebagian besar warga Meksiko, Bunda Maria Guadalupe adalah simbol identitas dan perdamaian. Ini tecermin dari banyaknya patung, kain, ataupun figura bergambar Bunda Maria yang dibawa saat melakukan ziarah. 

Jose Luis Gonzalez Paredes (82) membawa gambar Bunda Maria yang dihiasi bunga. Ia telah melakukan ziarah tahunan selama lebih dari tiga dekade. Nantinya, patung, gambar, lilin, dan semua perlambang yang dibawa umat saat berziarah akan diberkati dalam suatu misa khusus di Gereja Basilika Guadalupe.

Para peziarah tiba di Basilika Guadalupe di Kota Meksiko, Kamis (11/12/2025).


AP/Claudia Rosel

Ribuan lilin menyala dengan gambar Bunda Maria Guadalupe diletakkan di dalam Basilika Guadalupe di Mexico City. Nyala apinya seakan melambangkan semangat bagi umat untuk terus meneladani dan menularkan kebaikan kepada sesama. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan