Pebasket putri Dewa Ayu dan karateka Daniel Hutapea akan membawa semangat keberagaman kontingen Indonesia lewat busana dengan sentuhan budaya Bali dan Batak Toba.
19 Sep 2026 09:07 WIB · Olahraga
KOI/Naif Muhammad Al as
NAGOYA, SABTU — Pebasket putri Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan karateka Daniel Hutapea ditunjuk sebagai pembawa bendera Merah Putih di upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ayu dan Daniel membawa semangat keberagaman yang menyatukan kontingen Indonesia.
Pembukaan Asian Games 2026 akan digelar di Paloma Mizuho Stadium, Nagoya, Sabtu (19/9/2026) mulai pukul 16.00 WIB. Dalam pembukaan itu, Ayu akan mengenakan busana dengan sentuhan budaya Bali, sedangkan Daniel dengan sentuhan budaya Batak Toba.
Bagi kapten timnas basket putri Indonesia itu, busana dari daerah kelahirannya itu menjadi cara untuk membawa identitas Bali sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di panggung internasional. ”Rasanya seperti membawa bagian dari rumah saya untuk diperkenalkan kepada dunia,” kata Ayu.
Adapun Ayu menganggap penunjukkan dirinya sebagai suatu kehormatan dan kebanggaan. Menurut pemain yang turut mengantarkan timnas basket putri meraih kemenangan perdana di Asian Games 2026 pada Kamis (17/9/2026) itu, membawa bendera Merah Putih juga berarti membawa nama dan semangat seluruh kontingen Indonesia.
Sebagai ”flag bearer”, saya juga punya tanggung jawab untuk memberikan performa terbaik saat bertanding.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/08/f472de4d-c377-447c-b90d-7fe5d90a21c9.jpg)
Ayu menyadari, kesempatan tersebut merupakan kehormatan yang tidak diberikan kepada setiap atlet. Karena itu, ia ingin menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjadikannya sebagai sumber energi positif bagi seluruh kontingen.
”Sebagai flag bearer, saya juga punya tanggung jawab untuk memberikan performa terbaik saat bertanding. Saya ingin menjadikan momen ini sebagai energi tambahan, bukan hanya untuk diri saya sendiri, melainkan juga untuk teman-teman satu tim dan seluruh kontingen Indonesia,” kata Ayu.
Sementara itu, bagi Daniel, penunjukan dirinya sebagai pembawa bendera terasa semakin spesial karena Asian Games 2026 merupakan debutnya di pesta olahraga Asia tersebut. Atlet karate nomor kumite +84kg itu mengaku senang, bangga, dan bersyukur akan memimpin parade kontingen Indonesia.
Sebagai suku Batak, Daniel juga senang busana yang dikenakan mengandung unsur etnis tersebut. Sentuhan budaya Batak juga ada juga terdapat di kostum resmi kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/19/053723ab3f32ef87b196d6bf8434553f-WhatsApp_Image_2026_09_18_at_19.23.16.jpeg)
”Ini sangat menambah motivasi saya, apalagi ini Asian Games pertama saya dan sekarang diberi kepercayaan sebagai pembawa bendera. Semoga saya juga bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Asian Games melalui cabang olahraga karate,” kata Daniel.
Busana yang dikenakan Ayu dan Daniel juga merupakan bagian dari kolaborasi Ghea Fashion Studio bersama Sarinah untuk kostum kontingen Indonesia. Dengan tema ”Harmony in Diversity”, keberagaman budaya Nusantara yang menyatukan diterjemahkan ke dalam identitas visual kontingen.
Motif gorga khas Batak terpilih menjadi elemen utama pada jersei resmi yang dikenakan sekitar 50 atlet saat defile. Motif ini melambangkan kekuatan, perlindungan, kebanggaan, persatuan, dan ketangguhan.
Selain jersei atlet, motif gorga juga hadir pada kostum yang digunakan rombongan dari Komite Olimpiade dan Tim Ketua Kontingen atau Chef de Mission (CdM). Kebaya gorga yang bertumpu kain ulos asli dan hiasan kepala akan menciptakan tampilan formal yang menyatukan seluruh elemen kontingen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/09/19/6792584388f9677ec74b9a269f54dfd3-WhatsApp_Image_2026_09_03_at_12.02.37.jpeg)
Sentuhan budaya Bali juga akan menghiasi dua perwakilan perempuan di barisan penutup defile. Balutan sulaman emas yang terinspirasi dari ukiran serta ornamen tradisional Bali memberikan kesan megah dan penuh penghormatan terhadap akar budaya bangsa.
Perpaduan harmonis antara gorga, ulos, dan elemen budaya Bali ini menjadi simbol pertunjukan visual dari warisan budaya menuju kemenangan. Ini sekaligus meneguhkan pesan bahwa meski beragam budaya, seluruh kontingen berdiri teguh sebagai Satu Indonesia di panggung Asia.
Indonesia mengirimkan total 430 atlet untuk bertanding di 35 cabang olahraga. Atlet dari sekitar 26 cabang olahraga telah bertolak ke Nagoya sebelum upacara pembukaan. Sementara sisanya akan berangkat setelah pembukaan dan mendekati hari pertandingan.
Sejumlah atlet pun telah mengawali perjalanan di Asian Games 2026, termasuk Ayu bersama timnas basket putri. Ada juga timnas bola vola putri, soft tenis, moden pentathlon, dan teqball.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase