Timnas basket putri dan bola voli putri Indonesia kompak mengawali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kemenangan. Mereka dinanti tim raksasa Jepang dan China.
18 Sep 2026 12:59 WIB · Olahraga
©AINAGOC
Timnas bola basket putri dan bola voli putri Indonesia sukses mengawali penampilan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan kemenangan. Hasil positif itu jadi modal kepercayaan diri sebelum menghadapi tim raksasa Jepang dan China.
Timnas basket putri lebih dulu mempersembahkan kemenangan 61-52 dalam laga Grup A melawan Thailand di Aichi International Arena, Nagoya, Kamis (17/9/2026) siang. Pada sore harinya, giliran timnas voli putri yang juga meraih hasil serupa dengan menaklukkan Nepal, 3-0 (25-12, 25-21, 25-20), pada laga Pul A di Park Arena Komaki, Komaki.
Setelah melawan Thailand, timnas basket putri akan menghadapi lawan terkuat di Grup A, China, Senin (21/9/2026). Timnas voli putri juga akan bertemu pesaing terberat di Pul A, yakni Jepang, pada Jumat (18/9/2026) sore.
Timnas basket putri dan timnas voli putri sama-sama tergabung dalam grup yang terdiri atas tiga tim. Dua tim terbaik di setiap grup berhak melaju ke perempat final.
Kami ingin tahu bagaimana ketika menghadapi Jepang. Apalagi buat saya ini pertama kali. Kami juga ingin mengukur kualitas kami itu sejauh mana ketika menghadapi tim yang levelnya sudah dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/18/0f163520-a658-411d-9cfd-c53564a40b1c.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/18/3650a8f9-6b65-4b77-ae7b-390f0dd593ff.jpeg)
Kemenangan atas Nepal sesuai dengan target yang disampaikan outside hitter timnas voli yang juga pencetak poin terbanyak (14), Mediol Yoku. Meski belum pernah bertemu Nepal dan harus meraba-raba permainan lawan, target menang ditetapkan demi membuka peluang ke perempat final.
Tak hanya itu, keberhasilan mengunci kemenangan pada laga perdana juga jadi tambahan kepercayaan diri untuk tim. Apalagi, tim asuhan Pelatih Marcos Sugiyama ini akan menghadapi Jepang pada laga selanjutnya.
Mediol mengatakan, tim sangat antusias menghadapi Jepang. Terlebih, tim tuan rumah saat ini menempati peringkat satu Asia dan enam dunia. Sebagian besar pemain pun belum pernah bertanding melawan Jepang.
”Kami ingin tahu bagaimana ketika menghadapi Jepang. Apalagi, buat saya, ini pertama kali. Kami juga ingin mengukur kualitas kami itu sejauh mana ketika menghadapi tim yang levelnya sudah dunia,” tutur Mediol.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/18/e712cbec-5a02-44a2-97a1-493bdc162a25.jpg)
Modal kepercayaan diri juga diraih timnas basket putri ketika mengalahkan Thailand. Apalagi, kemenangan atas Thailand di Asian Games berarti membalas kekalahan akhir tahun lalu di SEA Games Thailand 2025.
”Saya merasa sangat senang dan bersyukur. Ini seperti sebuah pembalasan bagi kami karena sebelumnya kami kalah dari mereka di SEA Games (Thailand 2025). Jadi, kami datang ke pertandingan ini dengan memberikan yang terbaik,” ujar kapten timnas basket putri, Dewa Ayu Sriartha Kusuma.
Di SEA Games, Indonesia ditaklukkan Thailand, 55-60, pada laga fase grup. Kendati perjalanan masih berlanjut, kekalahan dari Thailand membuat Indonesia finis pada posisi kedua sehingga tidak bisa lolos langsung ke semifinal. Indonesia harus lebih dulu mengatasi Singapura di perempat final, lalu dijegal Filipina di semifinal.
Pelatih kepala timnas basket putri, Gitautas Kievinas, mengatakan, pertandingan menghadapi Thailand sebenarnya tidak semudah yang terlihat dari hasil akhir. Thailand memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/09/18/cd6b2ff0-1f53-4283-a5dd-b7a8fbf38165.jpeg)
Hal itu terlihat pada kuarter kedua ketika Indonesia dan Thailand berebut keunggulan. Saat kuarter kedua menyisakan 6 menit 29 detik, koleksi angka kedua tim sama-sama 19.
Namun, Indonesia berhasil mengatasi perlawanan Thailand sehingga berhasil menutup kuarter kedua dengan keunggulan 36-26. Meski di kuarter akhir Thailand mencoba memperkecil ketertinggalan, Indonesia mampu terus menjaga keunggulan hingga akhir pertandingan.
Kimberley Louis sukses menjadi penyumbang poin terbanyak untuk Indonesia dengan mencatatkan double-double 14 poin dan 16 rebound serta 6 asis. Disusul kemudian Faizatus Shoimah dengan tabungan 12 poin, 3 rebound, dan 2 asis.
”Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami mungkin mampu mengendalikan pertandingan, tetapi sebenarnya tidak semudah yang terlihat. Thailand memberikan perlawanan yang sangat keras. Mereka memiliki tim yang sangat bagus dan pelatih yang sangat bagus,” ujar Gitautas.
Laga selanjutnya kontra China akan menjadi ulangan pertemuan di Asian Games Hangzhou 2022. Saat itu, Indonesia berhasil memanfaatkan kesempatan langka bertemu tim terbaik Asia dan peringkat ketujuh dunia tersebut.
Indonesia memang kalah dari China, 52-101, dalam laga penyisihan Grup A di Shaoxing Olympic Sport Centre Gymnasium, Hangzhou, itu. Namun, dengan perbedaan kualitas yang disadari sejak awal dan ekspektasi yang ditaruh tidak terlalu tinggi, Indonesia justru mampu menampilkan permainan yang lepas, berani, dan percaya diri.
Indonesia bahkan sempat menyulitkan China menambah poin karena pertahanan yang solid. Indonesia berani menusuk ke area berwarna, memanfaatkan ruang kosong, dan mencetak poin di tengah para pemain China yang punya keunggulan tinggi badan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/29/15ba29ef-7ae6-42f0-a86a-684790e0afe8_jpeg.jpeg)
Forward timnas basket putri Priscilla Annabel Karen menyadari China adalah tim raksasa. Kendati begitu, ia menegaskan, timnya tidak gentar dan siap memberikan kejutan.
”Mungkin kami datang sebagai underdog. Namun, kami ingin membuktikan bahwa kami juga bisa bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk Indonesia,” ucap pemain Surabaya Fever ini.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji Dewabrata