Tim juara biasanya membutuhkan momen ajaib untuk mendorong laju dalam perburuan gelar. Kemenangan City atas Liverpool di Anfield bisa menjadi momen ajaib tersebut.
09 Feb 2026 04:34 WIB · Olahraga
AFP/PAUL ELLIS
LIVERPOOL, MINGGU — Kebangkitan dramatis Manchester City di markas Liverpool, Stadion Anfield, membuat persaingan gelar juara Liga Inggris kembali semarak. Walaupun masih tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen Arsenal, City berpotensi membalikkan momentum dengan bekal pengalaman juara dan moral skuad yang sedang tinggi-tingginya.
Mentalitas pemenang tim asuhan Manajer Guardiola menyala terang di Stadion Anfield, Liverpool, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. City pulang dengan poin penuh, menang 2-1, setelah tertinggal lebih dulu lewat tendangan bebas spektakuler gelandang Dominik Szoboszlai pada menit ke-74. Alih-alih terpuruk, tim tamu justru berhasil bangkit di pengujung laga.
”Saya pikir seisi tim tahu bahwa perebutan gelar kemungkinan akan berakhir jika kami kalah di sini. Kami merasa sangat butuh kemenangan. Harapannya hanya bertarung hingga akhir. Saya sangat senang kami bisa membalikkan situasi karena Anda tahu betapa sulitnya untuk menang di sini,” kata kapten City, Bernardo Silva.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/09/e752857702b68254038b1804e9ad0bab-wires_photo_2026_02_09T035120.043.jpg)
Seusai bertarung sengit sejak sepak mula, bagi City, sangat sulit untuk tertinggal akibat gol dari bola mati. Mereka diragukan bisa merespons Liverpool yang tampil sangat intens pada paruh kedua. Apalagi, rekor City sangat buruk ketika kemasukan lebih dulu pada musim ini, yaitu empat kali kalah dari empat kesempatan.
Terbukti, City kesulitan mengambil kembali kontrol permainan. Kebangkitan Erling Haaland dan rekan-rekan murni karena dorongan lebih agar tidak kalah dan kehilangan gelar. Gol penyeimbang pun akhirnya datang saat waktu normal tersisa enam menit lewat sumbangan Silva yang memanfaatkan sundulan Haaland.
Gol Silva cukup untuk menggambarkan mentalitas pantang menyerah skuad City. Gol itu sebenarnya datang dari situasi tidak berbahaya. Namun, Haaland menjadi pembeda dengan perjuangannya memenangi duel udara di kotak penalti. Situasi kemelut tercipta. Silva kebetulan berada di posisi yang tepat untuk mengeksekusi peluang tersebut.
Daya juang Haaland patut diapresiasi. Sebab, menurut Guardiola, kondisi sang penyerang menurun drastis setelah turun minum. ”Kami sedikit mengalami masalah kelalahan pemain di paruh kedua. Erling tampak pasif dan itu yang membuat kami kesulitan. Tetapi, spirit para pemain masih bisa terlihat,” ujar Guardiola.
Gol kedua City juga tidak spesial, dihasilkan dari eksekusi penalti Haaland. Penalti itu murni karena blunder kiper Alisson Becker yang salah mengantisipasi pergerakan Matheus Nunes. Meskipun berbau keberuntungan, City berhak mendapatkan hadiah itu karena intensi untuk terus mencetak gol kemenangan hingga akhir laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/09/9e19bbd21c7e07b650d850ad4a9fba0a-wires_photo_2026_02_09T035012.986.jpg)
”Laga itu adalah promosi yang brilian untuk Liga Inggris. Kami bermain sangat bagus pada babak pertama dan sedikit kehilangan momentum setelah itu. Anfield memang bisa terasa seperti itu. Tendangan yang luar biasa dari Szoboszlai, tetapi kami berhasil bangkit dengan dipimpin kapten tim Bernardo,” tutur Guardiola, yang akhirnya memecahkan tren buruk tiga laga tandang tanpa kemenangan.
City menegaskan lewat kemenangan itu, mereka belum menyerah dalam perburuan gelar. Perjalanan masih sangat panjang dan berliku dalam 13 laga tersisa. Mereka hanya terpaut enam poin atau dua kemenangan dari Arsenal. Adapun Arsenal masih harus bertamu ke markas mereka, Stadion Etihad, pada pertengahan April nanti.
Guardiola sama sekali tidak khawatir dengan situasi tertinggal di klasemen sementara saat ini. Dia sudah berpengalaman mengantar City enam kali juara liga. Beberapa pemain veteran, seperti Silva dan Ruben Dias, juga bagian dari skuad juara tersebut. Mereka jelas diuntungkan dari sisi pengalaman ketimbang Arsenal yang belum pernah juara liga sejak 2004.
Hasil di Anfield pun memberikan suntikan moral untuk tim asuhan Guardiola. Hanya saja, Silva mengingatkan agar rekan-rekannya tidak terlena. ”Tiga poin di tempat ini sama dengan di laga-laga yang lain. Kami merasa frustrasi di awal tahun ini karena tidak melakukan tugas dengan baik. Kami semestinya bisa lebih dekat dengan Arsenal (jika lebuh konsisten),” kata Silva.
City berkesempatan semakin memberikan tekanan kepada Arsenal pada tengah pekan ini. Mereka akan bermain lebih dulu di kandang menghadapi Fulham, Kamis dini hari WIB. Jika menang, City akan menipiskan jarak jadi tiga poin dari Arsenal. Adapun Arsenal baru akan bertandang ke markas Brentford sehari setelah laga tersebut.
Di sisi lain, Liverpool kalah dalam banyak hal dari laga tadi. Virgil van Dijk dan rekan-rekan kembali menguak masalah fokus di pengujung laga yang sudah menghantui sepanjang musim. Problem itu ternyata belum membaik. ”Kami hampir terbiasa kebobolan gol di injury time, dan itu terjadi lagi hari ini,” ucap Pelatih Liverpool Arne Slot.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/09/5efc34dbf90da79f803cc7867f627900-wires_photo_2026_02_09T035050.629.jpg)
Liverpool juga dipastikan kehilangan Szoboszlai untuk laga selanjutnya di markas Sunderland. Szoboszlai diganjar kartu merah setelah menghalangi kesempatan Haaland untuk mencetak gol di detik-detik terakhir pertandingan. Gol sempat disahkan, tetapi kemudian direvisi oleh asisten wasit video (VAR). Szoboszlai dinilai melanggar Haaland terlebih dulu.
VAR tidak memberikan gol untuk City karena Haaland berbalik melanggar Szoboszlai dalam proses akhir gol. Keputusan itu merugikan kedua tim. City tidak mendapat gol ketiga, sementara Liverpool harus kehilangan pemain terbaiknya. Adapun setelah tendangan bebas untuk City, tuan rumah juga sudah tidak punya waktu lagi untuk menyerang.
Posisi Liverpool pun semakin terdesak di klasemen sementara. Tim juara bertahan itu saat ini menempati peringkat keenam dengan 39 poin. Dengan Manchester United (44) dan Chelsea (43) yang sedang menikmati tren positif bersama pelatih baru masing-masing, Liverpool berpotensi besar kehilangan tiket ke Liga Champions. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko Prihananto